Sosio-Demokrasi Menurut Bung Karno, Bacalah!

soekarno sosio-demokrasi
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Sosio-demokrasi  timbul karena adanya sosio-nasionalisme. Secara harfiah berarti demokrasi massa-rakyat. Sosio demokrasi berdiri dengan kedua kakinya, yaitu demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, tengah-tengah rakyat. Dengan demikian, sosio demokrasi berusaha menggabungkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.

Dengan sosio-demokrasi, ujar Bung Karno, kaum marhaen akan mudah untuk memegang kekuasaan politik. Pada saat itu terjadi, semua urusan seperti politik, diplomasi, pendidikan, pekerjaan, seni, kebudayaan, dll—berada pada kontrol rakyat. Rakyat terlibat langsung dalam memutuskan, menjalankan, dan mengontrol semua kebijakan-kebijakan politik negara. Inilah demokrasi politik.



Pada saat bersamaan, pada lapangan ekonomi, semua perusahaan besar berada pada tangan negara (negara maksudnya rakyat); semua hasil perusahaan-perusahan itu terutama sekali untuk memenuhi kebutuhan rakyat; proses produksi yang mengontrol dan menentukan adalah rakyat. Dengan demikian, kata Bung Karno, tak satupun perusahaan dan keuntungannya jatuh ke kantong borjuis. Inilah demokrasi ekonomi.

Dengan demikian, sosio demokrasi adalah sebuah pembentukan kekuasaan politik di tangan massa-rakyat dan pemilikan alat-alat produksi di tangan rakyat. Konsep sosio demokrasi bisa pula kita katakan menggabungkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.



“Dengan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi itu, maka nanti di seberangnya jembatan emas masyarakat Indonesia bisa diatur oleh rakyat sendiri. Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi akan menjadikan suatu masyarakat tanpa kapitalisme dan imperialisme,” tegasnya.

Dengan sosio-demokrasi, Bung Karno sebetulnya mau menciptakan sebuah horizon politik yang berbeda dengan berbagai revolusi nasional di negara lain. Di banyak negara-negara itu, revolusi nasional berakhir pada kemerdekaan ancsih. Alhasil, kaum borjuis nasional yang tampil sebagai penguasa sekaligus penindas baru. Sebaliknya, Bung Karno hendak mencegah capaian revolusi nasional Indonesia dicaplok oleh borjuis nasional.



Baca : Inilah yang maksud Sosio-Demokrasi

Sayang, semasa hidupnya, Bung Karno belum bisa mempraksiskan konsep demokrasi ala sosio-demokrasi itu. Demokrasi terpimpin—yaitu demokrasi yang tertuntun oleh sebuah program, yakni Manipol—masih jauh dari esensi sosio-demokrasi. Dengan demikian, tugas kita, kaum marhenis sekarang ini, untuk merumuskan bentuk praksis dari konsep sosio-demokrasi ini.

Baca Juga : Sosio-Nasionalisme Menurut Bung Karno

 

2 thoughts on “Sosio-Demokrasi Menurut Bung Karno, Bacalah!

Komentar