Tokoh Perempuan Inhil Kuang, Generasi Muda Harus Siapkan Diri

tokoh perempuan inhil
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Sejak era perjuagan kemerdekaan hingga era reformasi, perempuan memainkan peran penting dalam mencapai cita cita Indonesia merdeka. Indragiri Hilir (Inhil) masih kekurangan tokoh perempuan. Kita perlu memberikan kesempatan  perempuan untuk tampil khususnya generasi muda.

Tokoh Perempuan Inhil

Zaman sekarang, keberadaan perempuan tidak hanya di wilayah yang sering kita sebut dengan istilah “dapur, kasur dan sumur”. Perempuan hari ini tidak lagi seperti zaman Siti Nurbayah. Banyak sektor yang diisi oleh kaum perempuan di Indonesia, bahkan politik dan pemerintahan. Dalam sejarahnya, sebenanya Indonesia banyak memiliki tokoh perempuan. Lalu bagaimana dengan tokoh perempuan inhil?.

Undang-Undang memberikan kesempatan besar bagi perempuan untuk ikut serta membangun Indonesia. Misalnya dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum.  UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Baca Juga : BUMDES SE INHIL Sudah Berdiri, Terus Ngapain Lagi?



Baca Juga : Pembuatan Tanjak Sesuai Kaedah

UU No. 2 Tahun 2008 memuat kebijakan yang mengharuskan parpol menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30% dalam pendirian maupun kepengurusan. Angka ini berdasarkan penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dimana  jumlah minimum 30 persen memungkinkan terjadinya suatu perubahan dan membawa dampak pada kualitas keputusan yang diambil dalam lembaga-lembaga publik.
Kemudian, dalam UU No. 10 Tahun 2008. Tegas sekali bahwa partai politik baru dapat mengikuti setelah memenuhi  sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat.


Tapi sepanjang pengamatan saya,  Inhil masih kekurangan tokoh perempuan. Meskipun undang undang telah memungkinkan banyak keterlibatan perempuan dalam politik dan pemerintahan. Misalnya, pada tahun 2019, Anggota DPRD Inhil perempuan jumlahnya terbilang sedikit. Hanya 4 dari 45 jumlah anggota dewan.

Berikut nama anggota dewan perempuan terpilih tahun 2019:

1. Hj.Siti Bungatang (PBB)
2. Yuliantini,S.Sos.M.Si (Golkar)
3. Ezian Peranita (Demokrat)
4. Hj.Okta Hasanatan,S.Ag (Golkar)
Pada periode 2014-2019 jumlah perempuan yang mengisi kursi DPRD Inhil juga sama, hanya 4 dari 45 jumlah kursi.


1. Wisnaria (PDIP)
2. Yuliantini,S.Sos.M.Si (Golkar)
3. Hj.Siti Bungatang (PBB)
4. Hj.Okta Hasanatan,S.Ag (Golkar)
Pada jabatan eksekutif di Inhil, perempuan terbilang sangat sedikit mengambil posisi. Misalnya, kita tidak pernah melihat tokoh perempuan sebagai calon atau sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Posisi perempuan dalam jabatan eksekutif di Inhil mentok pada posisi kepala dinas.



Generasi Muda Perempuan Inhil Harus Mempersiapkan Diri

Melihat kondisi tersebut, saya katakan generasi muda perempuan Inhil harus mempersiapkan diri. Peluang yang diberikan oleh Undang-Undang cukup besar bagi perempuan untuk mengampil bagian dalam pembangunan. Banyak sekali isu dan persoalan perempuan yang bisa diperjuangkan, yang selama ini tidak mendapat perhatian lebih dari pejabat dan politisi.

Hak-hak perempuan harus tetap diperjuangkan oleh kaum perempuan itu sendiri agar setara dengan politisi laki-laki di berbagai lembaga perpolitikan dan partai politik (parpol).


Seperti isu diskriminasi, kekerasan, perkawinan  paksa, Kebutuhan anak, lingkungan ramah perempuan, mengasuh dan pekerjaan rumah tangga, akses  terhadap kesehatan seksual dan reproduksi serta hak reproduksi dll.

Baca : Menurut anda, apa keberhasilan Wardan?

Selama ini, partai politik belum memberikan pengkaderan dan pendidikan politik bagi perempuan. Namun, saat pemilihan umum berlangsung, partai politik mencari kaum perempuan untuk didaftarkan menjadi calon legislatif. Hal demikian itu bagi saya terlihat seperti pelengkap saja.

Jika kita lihat jumlah penduduk di Inhil, jumlah perempuan cukup banyak. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perempuan di Inhil tahun 2015 adalah 342 419 jiwa. Jumlah yang tidak kalah banyak dari laki-laki 361 315 jiwa. (Sumber :BPS Inhil )



Harapan saya, generasi muda perempuan inhil kedepan bisa mengisi ruang-ruang  politik dan pemerintahan. Tentunya semua itu perlu dipersiapkan, dan kita harus memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada perempuan. Secara khusus saya mengira organisasi – organisasi pemuda dan mahasiswa adalah instrumen penting untuk melahirkan tokoh perempuan di masa depan.

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

3 thoughts on “Tokoh Perempuan Inhil Kuang, Generasi Muda Harus Siapkan Diri

Komentar

anak anak

Wahai Orang Tua, Baca Ini Agar Anda Tidak Jadi “Monster” Bagi Anak

Baca dan renungkan Pernyataan d/bawah ini. . . “Orang tua saya memukuli saya sewaktu kecil tapi saya tidak trauma”. Kata laki laki yang dilaporkan ke kantor polisi oleh mantan istrinya karena kekerasan fisik. “Saya sewaktu kecil d/biarkan menangis sendiri oleh orang tua saya sampai ketiduran dan tidak keluar dari kamar”. Kata laki laki yang menghabiskan […]

Read More
Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda. Kata-kata bijaksana berikut dirangkai dengan pola yang d/kenal sebagai Sleight of Mouth (SOM) yang kalau d/terjemahkan secara bebas berarti “Bersilat Lidah”. Secara umum, pola SOM bermain d/ keyakinan. Akan tetapi kita tau bahwa keyakinan seseorang yang tentu berbeda-beda dan belum tentu benar. Setiap keyakinan seseorang selalu d/bentuk […]

Read More
Gerilya Kota

Gerilya Kota, Arti dan Penjelasan Singkatnya

Gerilya Kota – Kita sering mendengar kata gerily@, bahkan Indonesia disebut-sebut memiliki kemapuan perang gerily@ yang hebat. Yups, Gerilya adalah strategi perang. Perang Melawan siapa? Tergantung, bisa penjajah, bisa juga penguasa yang akan digulingkan. Tan Malaka juga termasuk orang yang melekat sekali dengan kata Gerilya. Hanya saja lebih khusus dengan kata Gerilya Politik Ekonomi. Gerpolek, […]

Read More