Marhaenisme, Asas Perjuangan Yang Relevan Sampai hari ini

asas marhaenisme
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Bersatulah wahai  ahli waris marhaenisme!. Bergabunglah bersama rakyat, bersatulah dalam satu barisan perjuangan. Banteng tidak pernah berjuang sendirian!.

Asas Marhaenisme. Meski kolonialisme-imperialisme lama telah pergi, bukan berarti sirna, mereka masih ada  di bumi pertiwi.  Mereka berubah wujud menjadi lebih baru. Masuk dan menyerang setiap sendi kehidupan kita sebagai Bangsa.

Persoalan kemiskinan d1 Indonesia masih menjadi masalah utama sampai hari ini, penindasan sistem ekonomi terjadi dimana-mana. Perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan sudah diperjuangkan oleh Bung Karno sejak era penjajahan, yang kemudian melahirkan Marhaenisme.

Bahkan Bung Karno katakan, hakikatnya kemerdekaan hanyalah jembatan emas untuk menuju kesejahteraan rakyat.

Kemerdekaan jangan sampai hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Jangan sampai setelah Indonesia merdeka, Bangsa ini mampu mengusir penjajah, tetapi setelah merdeka rakyat masih tertindas.

Baca : Penjelasan Komperensif tentang Sosio Demokrasi

Marhaen menurut soekarno adalah masyarakat miskin, melarat, yang memiliki alat produksi sederhana, tetapi pendapatannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Buruh yang dalam siklus produsi tertindas oleh perusahaan, juga merupakan bagian dari marhaen. Artinya marhaen adalah seluruh rakyat Indonesia yang hidup susah secara sosial-ekonomi. Dimana hal itu terjadi karena adanya sistem ekonomi dan politik yang tidak adil.

Baca Juga : Sosio Nasionalisme Soekarno

Asas Marhaenisme

Marhaenisme adalah ajaran, paham atau ideologi yang menentang penindasan pada rakyat kecil (petani, buruh,pedagang dan nelayan kecil → Marhaen). Mereka tertindas karena ada “tatanan, struktur atau sistem” yang membelenggunya, yakni “kolonialisme, kapitalisme, Imperialisme dan feodalisme”.

Seperti yang telah  saya katakan, Marhaenisme menentang ketimpangan sosial-ekonomi yang disebabkan oleh sistem kapitalis. Jika dulu kapitalisme datang dengan bentuk imperialisme-kolonialisme, maka setalah indonesia merdeka, kapitalisme datang dalam bentuk lebih baru. Lihatlah, begitu banyak rakyat yang masih hidup dalam keterbatasan, hidup dengan penghasilan yang cukup untuk sehari-hari. Di sisi lain elit dan konglomerat  mengeruk habis-habisan kekayaan  Indonesia dan hidup nyaman d1 atas penderitaan rakyat.

Baca : Soekarno Sebagai Ideologi 

Relevansi Asas Marhaenisme dengan Situasi Sekarang

Konsep Marhaenisme masih relevan ketika d1gunakan pada era reformasi saat ini. Karena pada dasarnya era reformasi dengan era Soekarno tidak begitu berbeda jauh. Keduanya sama-sama terjajah dengan adanya kapitalisme, malah sekarang kapitalisme  semakin merajalela dengan bentuk barunya.

Baca : Pentingnya Teori Perjuangan

Seharusnya Sumber daya alam yang bisa d1kelola oleh negara atau rakyat malah d1kuasai oleh negara lain. Perhatikan, perusahan-perusahan yang beroperasi  pada bidang pertanian – perkebunan misalnya. Telah memporak porandakan ekonomi rakyat, mereka membeli hasil pertanian dengan harga yang sangat murah. Keterbatasan rakyat atas alat produksi, pasar dan modal adalah kenyataan yang berlaku sampai detik ini. Jadi dengan musuh yang sama itu (Kapitalisme). Konsep Soekarno tentang  Marhaenisme merupakan proyek jangka panjang yang seharusnya bisa kita gunakan pada masa sekarang.

Baca Juga : Indonesia VS Penjajahan Gaya baru

Maka dari itu saya meyakini bahwa ajaran marhaenisme masih sangat relevan sebagai asaz perjuangan untuk melawan kemiskinan hari ini.

Persoalannya hari ini adalah, marhaenis lupa bahwa kekuatan utamanya adalah ikatan rasa persatuan antara mereka dengan kaum marhaen.  Kita terlalu sibuk mengurusi persoalan politik praktis dan terbawa oleh isu-isu yang tidak ada kaitannya dengan kebutuhan rakyat.

Baca : Perbedaan Asas dan Asas Perjuangan Marhaenisme

Ayo, ahli waris marhaenisme, bersatulah. Fokuslah meng-ejawantahkan ajaran-ajaran marhaenisme dalam sendi-sendi perjuangan. Berjuanglah pada tataran sosial-ekonomi bersama, bangunlah kekuatan politik yang d1dasari atas semangat gotong-royong. Organisir rakyat, sentuh mereka kedasar hati yang terdalam. Bangun kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan tidak bisa d1perjuangkan sendiri. Ingat, Banteng tidak pernah berjuang sendirian.

Penulis Merupakan Ketua Umum GKRM

(Gerakan Kebangkitan Rakyat Marhaen)

asas marhaenisme.

12 thoughts on “Marhaenisme, Asas Perjuangan Yang Relevan Sampai hari ini

Komentar