Penjajahan Gaya Baru, Mari Kenali dan Lawan !

penjajahan Gaya Baru
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Penjajahan Gaya Baru

Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, yang di proklamirkan oleh Ir. Soekarno. Namun, Pernahkah terpikir di benak kita apa memang penjajahan di atas dunia Telah dihapuskan?. Sadarkah kita penjajahan gaya baru telah menguasai kita?.

Perang Dunia ke II berakhir setelah kekalahan Negara Poros seperti Jerman, Jepang, dan Italia yang dimenangkan pihak Sekutu seperti Amerika serikat, Uni Soviet, dan Britania Raya. Setelahnya, Negara-negara koloni di Asia dan Afrika pun memerdekakan dirinya. Ada yang dengan jalan perlawanan, perundingan, ataupun di berikan kemerdekaan oleh Negara Penjajah.

Negara-negara Imperialis tak serta-merta melepaskan koloninya begitu saja. Daerah yang ratusan tahun telah di hisapnya, tempat murah untuk mencari bahan mentah untuk produk-produknya, pasar yang bagus untuk berbagai perusahaan negaranya, para pekerja yang murah gajihnya, tempat yang membuat berputarnya roda perekonomian negaranya. Sekali lagi saya katakan tak mungkin Negara Imperialis melepaskan jajahannya begitu saja. Maka dari itu, dengan berakhirnya Perang Dunia, Maka mulai tumbuhlah bibit – bibit Pejajahan gaya Baru.

Baca Juga : Marhaenisme, Asaz Perjuangan Yang Relevan Sampai hari ini

Bung Karno sebagai Panglima Besar Revolusi Indonesia kala itu telah memprediksi laten penjajahan gaya baru ini. Dengan menyebarluaskan istilah anti ‘Nekolim’ dan Konsep ‘Trisakti’. Nekolim merupakan akronim dari Neokolonialisme – Imperialisme, dan konsep Trisakti adalah 3 azimat yang dijadikan jalan untuk meraih kemerdekaan yang hakiki menurut Bung Karno. Yaitu, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya. Itu merupakan cara untuk menyampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa akan ada sistem baru yang akan mengancam kesejahteraan Indonesia.

Benturan-benturan peradaban akan menjadi ‘Bahan aduan’ para antek nekolim untuk memasukkan kepentingan mereka terhadap negara lain. Dan ini lah dia, Selamat datang di Penjajahan gaya baru. Mereka tak lagi membenturkan antara Kapitalis versus Monarki seperti Perang dunia I. Mereka tak lagi membenturkan antara Kapitalis versus Fasis seperti Perang dunia II. Mereka juga tak lagi membenturkan antara Kapitalis versus komunis seperti perang dingin.

Isu – Tema – Skema

Dulu, saat Penjajahan konvensional masih di terapkan, begitu banyak nyawa tentara yang melayang, berapa banyak modal perang yang harus di keluarkan. Namun, sekarang dunia sungguh praktis, begitu juga dalam hal perang. Kenici Ohmae dalam bukunya “The End of the Nation State” mengatakan Penjajahan gaya baru menggunakan pola ITS ( Isu – Tema – Skema) dalam melancarkan aksi nya. Tanpa peluru,tanpa nyawa melayang, dan tanpa modal yang besar.

Isu, ditebar pada forum-forum akademis untuk di lempar ke publik untuk ‘Cek gelombang’. Isu bisa bermacam – macam , bisa politik, ekonomi, sosial, budaya, Ham, Keamanan, dan satu lagi yang paling ‘laris’ di Indonesia, Agama.

Setelah Isu berhasil termakan publik, barulah tema-tema yang akan berujung pada gerakan –gerakan. Gerakan bela Ini, gerakan bela itu, anti ini, tolak itu.

Akhirnya kita semua lupa bahwa semua itu adalah dari skema besar mengeruk kekayaan Indonesia entah itu dengan meloloskan Undang-Undang tentang minerba (Mineral dan Batu bara), Tambang , Pembebasan Lahan dan hutan, kebijakan – kebijakan strategis di bidang hukum dan politik, serta lain-lainnya.

Akibatnya ibu pertiwi lah yang akan menangis, seluruh kekayaan alam di keruk dan di hisap ke kantong – kantong kapitalis, lahan – lahan tak lagi dikuasai petani. Sedang kita sebagai bangsa terus bertikai. Menumpahkan darah saudara sebangsa, saling sikut bertanding menjadi yang paling benar. Kita sampai tidak sadar bahwa kita telah dirampok habis-habisan.

Baca Juga : Indonesia dan Nekolim

Maka dari itu, kita sebagai Bangsa dan Negara haruslah membangun ketahanan diri untuk tak mudah tersulut. Tanpa tahu ‘hulu’ dari masalah atas isu-isu besar yang sekarang hangat di Indonesia. Para Kapitalis dan komprador akan selalu menghantui bangsa ini sampai hanya ada sebutir nasi yang kita miliki untuk hidup. Ragam suku,budaya,agama kita akan selalu menjadi hal yang membuat mereka cemburu. Memanfaatkannya dengan cara memecah belah, memotong kita dan membagi-baginya seperti sepotong kue yang akan dinikmati.

Sekali lagi saya katakan, penjajahan gaya baru ini ada didepan mata kita, polanya berbeda, tetapi tujuannya sama. Mereka tetap seperti dulu, mencuri dan merampok habis-habisan sumber kekayaan Indonesia. Pola dari penjajahan gaya baru adalah Isu-Tema-Skema. Mereka menargetkan kebijakan dan aturan yang berpihak pada mereka.

 

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

8 thoughts on “Penjajahan Gaya Baru, Mari Kenali dan Lawan !

Komentar