Keturunan Melayu-Bugis : Raja Haji Fisabilillah Selalu Dikenang

Raja Haji
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Raja Haji Fisabilillah adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang melakukan perlawanan dan perjuangan terhadap pasukan Belanda dari Riau.

Raja Haji merupakan keturunan Melayu-Bugis. Ayahnya adalah Daeng Celak (Yang D1pertuan Muda Riau II) dan ibunya bernama Tengku Mandak (Putri Sultan Abdul Jalil Riayat Syah IV,Sultan Johor). Ia lahir di Kota Lama, Ulu Sungai, Riau pada tahun 1725. Ia adalah adik Sultan Selangor pertama, Sultan Salehuddin dan paman Sultan Selangor kedua, Sultan Ibrahim.

 

Sejak usia muda ia telah menjadi prajurit dalam kelaskaran kerajaan Melayu Riau. Dalam waktu yang singkat karir militernya naik dengan cepat. Pada tahun 1745 ia d1angkat menjadi Engku Kelana yang tugasnya adalah sebagai penghubung daerah daerah kekuasaan Kerajaan Melayu Riau, sekaligus menjaga keutuhan wilayah kerajaan. Pangkatnya naik menjadi Laksamana.

 

Pada Tahun 1777, Raja Haji dilantik menjadi Yang D1pertuan Muda Riau IV menggantikan Daeng Celak (Yang D1pertuan Muda Riau III). Yang D1pertuan Muda adalah jabatan yang setara dengan Perdana Menteri, bahkan dalam system pemerintahan Melayu Riau, Yang D1pertuan Muda memiliki kekuasaan yang lebih besar dari Sultan. Yang D1pertuan Mudalah yang menentukan Haluan Politik kerajaan dan melaksanakannya, sedangkan Sultan hanyalah lambang.

 

Semasa pemerintahannya, Kerajaan Melayu berkembang dengan baik. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Riau-Johor memiliki cakupan wilayah yang cukup luas meliputi Johor, Pahang, Singapura, Kepulauan Riau dan beberapa daerah lain di Sumatera. Kerajaan Riau-Johor mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang, khususnya bidang pertahanan dan keamanan.


 

Baca Juga : Bengkres Undang HM Wardan Untuk Tonton Tengku Sulung di Yogyakarta

 

Pada 1780, Kerajaan Melayu Riau mengadakan perjanjian damai dengan Belanda.

Tetapi  begitu lah orang orang Belanda yang tidak bisa menepati janji. Sehingga Belanda ingkar dan akhirnya Perang tercetus. Bekerja sama dengan Sultan Selangor, Raja Haji Fisabilillah menghadapi pasukan Belanda yang tak kalah besar pada 1784.

 

Perlawanan Melawan Penjajah

Perang melawan Belanda berkecamuk setelah Belanda melanggar perjanjian perdamaian. Perjanjian yang dimaksud adalah berupa pembagian kapal asing hasil sitaan. Pada 6 Januari 1784, pasukan Belanda mendarat untuk menguasai Pulau Penyengat. Tetapi serangan itu berhasil “patah” oleh Raja Haji, sehingga  Belanda mundur ke Melaka pada 27 Januari 1784.

Untuk mengantisipasi serangan Belanda, Raja Haji bekerja sama dengan Sultan Selangor. Karena gabungan kekuatan itu, Belanda juga mencari bantuan dari tempat lain. Pada 18 Juni 1784, pertempuran tak dapat terhindarkan.


Dalam perang tersebut, Raja Haji dan 500 orang pasukannya gugur d1 Teluk Ketapang. Jasad R.aja Ha.ji dimakamkan di Melaka, kemudian dipindah di Pulau Penyengat Indraksakti.

 

Pahlawan Nasional

Untuk mengenang jasa Raja Haji, namanya d1abadikan menjadi nama bandar udara Tanjung Pinang. Monumen Pahlawan Nasional Perjuangan Raja Haji Fisabilillah setinggi 28 meter d1buat d1 kota Tanjung Pinang. Pemerintah RI menganugrahkan Gelar Pahlawan Nasioanl dengan Keputusan Presiden No.072/TK/1997 tanggal 11 Agustus 1997.

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

One thought on “Keturunan Melayu-Bugis : Raja Haji Fisabilillah Selalu Dikenang”

Komentar

anak anak

Wahai Orang Tua, Baca Ini Agar Anda Tidak Jadi “Monster” Bagi Anak

Baca dan renungkan Pernyataan d/bawah ini. . . “Orang tua saya memukuli saya sewaktu kecil tapi saya tidak trauma”. Kata laki laki yang dilaporkan ke kantor polisi oleh mantan istrinya karena kekerasan fisik. “Saya sewaktu kecil d/biarkan menangis sendiri oleh orang tua saya sampai ketiduran dan tidak keluar dari kamar”. Kata laki laki yang menghabiskan […]

Read More
Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda. Kata-kata bijaksana berikut dirangkai dengan pola yang d/kenal sebagai Sleight of Mouth (SOM) yang kalau d/terjemahkan secara bebas berarti “Bersilat Lidah”. Secara umum, pola SOM bermain d/ keyakinan. Akan tetapi kita tau bahwa keyakinan seseorang yang tentu berbeda-beda dan belum tentu benar. Setiap keyakinan seseorang selalu d/bentuk […]

Read More
Gerilya Kota

Gerilya Kota, Arti dan Penjelasan Singkatnya

Gerilya Kota – Kita sering mendengar kata gerily@, bahkan Indonesia disebut-sebut memiliki kemapuan perang gerily@ yang hebat. Yups, Gerilya adalah strategi perang. Perang Melawan siapa? Tergantung, bisa penjajah, bisa juga penguasa yang akan digulingkan. Tan Malaka juga termasuk orang yang melekat sekali dengan kata Gerilya. Hanya saja lebih khusus dengan kata Gerilya Politik Ekonomi. Gerpolek, […]

Read More