Nasionalisme tak tertanam lagi, Moral generasi muda menipis

nasionalisme
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Tak dapat kita pungkiri, perkembangan teknologi memiliki efek buruk bari moral generasi muda

Nasionalisme. Semakin berkembang nya zaman maka semakin berkembang pula ilmu pengetahuan. Hal ini ditandai dengan  terciptanya berbagai macam teknologi. Ilmuan  berlomba- lomba menciptakan inovasi diberbagai bidang. Mulai dari software hingga hardware yg semakin canggih, mahal  dan terus berkembang.  Hingga akhirnya  perkembangan ini pun tak “terkontrol” lagi menyebabkan moral generasi muda menipis.

Perkembangan teknologi ini masuk dengan cepat  ke dalam kehidupan masyarakat. Kita semua hari ini sangat tergantung dengan teknologi. Efek yang sering kita lihat pada anak-anak. Mereka lebih sering mengahabiskan waktu dengan game dari pada hal yang lebih bermanfaat.


 

Baca Juga : Tokoh Perempuan Kurang Di Inhil, Generasi Muda Harus Siapkan Diri

 

Perkembangan teknologi tidak selalu positif,  banyak penyalah gunaanya yg membuat generasi muda lupa akan kehidupan sosial. Kurangnya aktifitas sosial ini sedikit banyaknya membuat transmisi nilai keindonesiaan minim, sehingga tak heran generasi muda hari ini tidak akrab dengan semangat nasionalisme.

Penanaman Nasionalisme Sejak Dini

Pada kasus ini, yang pertama kita harapkan adalah peran orang tua.  Orang tua menempati posisi penting dalam membentuk karakter seorang anak, termasuk memperkenalkan nasionalisme sejak dini. Sehingga pada masa mereka mengenal teknologi ada semacam sistem nilai yang sudah tertanam. Tak bisa kita pungkiri, teknologi menjadi tantangan terbesar bagi kita sebagai bangsa. Orang tua harus lebih serius dalam menanamkan nilai dan ajaran yang baik demi masa depan generasi Indonesia.


Terakhir saya sampaikan bahwa rasa cinta tanah air dan jiwa sosial yang tinggi haruslah di pupuk selagi muda. Agen sosial pertama seorang anak, yaitu keluarga merupakan kunci dari harapan tersebut. Generasi muda harus di ‘Pagari’ dan di awasi dalam penggunaan teknologi di zaman sekarang, namun tanpa mengurangi kreativitas anak dalam berkarya dan bercita-cita. Agar generasi muda dapat berkembang sesuai dengan cita-cita bangsa,negara, dan agama.


Tulisan (opini) ini Oleh : Nurlianti (Mahasiswa Universitas Islam Indragiri, yang juga merupakan Anggota GmnI Inhil) . 

Komentar