Mahasiswa Inhil Tolak Naiknya Iuran BPJS, Samino : Kita Akan Perjuangkan!

Bagikan Tulisan Ini Bung...

“Kami akan perjuangkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa inhil disini ke DPRD Riau dan Pusat, karena Perpres ini ranah Pusat”. Tambah Ketua Komisi IV DPRD Inhil itu.

Trisila – Mahasiswa Inhil gelar aksi di kantor DPRD Inhil pada selasa (12/11/2019). Dalam aksinya mahasiswa menolak kenaikan iuran BPJS Kesahatan yang tertuang di Peraturan Presiden No. 75 Tahun 2019.

Perpres yang telah d/sahkan pada tanggal 24 Oktober 2019 itu memutuskan akan menaikan tarif iuran dua kali lipat. Kenaikan itu untuk peserta mandiri dari kelas I, II, dan III pada Januari 2020 mendatang.


Setelah menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Inhil, masa aksi ( Mahasiswa Inhil) dipersilahkan masuk ke dalam gedung dan mengadakan audiensi. Selain Ketua DPRD Inhil, Ferryandi dan didampingi Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino. Terlihat juga Perwakilan dari BPJS Cabang Tembilahan, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Puri Husada, dan Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir.

Trisila.com

Pada kesempatan itu, Sultan  salah seorang mahasiswa STAI mengatakan tidak ada jaminan kerugian akan tertutupi dengan menaikkan iuran. Karena masyarakat kurang mampu jelas di beratkan, dan berpotensi terjadinya tunggakan pembayaran yang lebih besar.

“Dengan menaikan iuran BPJS tidak menjamin akan tertutup nya kerugian, karna bisa saja tingkat keaktifan pembayaran malah makin menurun”. Ujar Sultan.

Pada saat audiensi, Bung Ezwin (Mahasiswa Unisi) menambahkan bahwa pendapatan masyarakat d/setiap daerah sangat bervariasi. Bagi mereka yang di kota besar (UMK tinggi) mungkin kenaikan ini biasa saja. Tetapi di kota yang UMK kecil seperti Inhil, akan sangat memberatkan.


GMNI Inhil Tolak Kenaikan Iuran BPJS

” UMK tiap daerah di Indonesia sangat bervariasi, mungkin kenaikan ini di kota besar adalah hal yang tak berarti, tetapi di kota  kecil sangat terasa beratnya, sedangkan kenaikan nya merata di seluruh Indonesia” Pungkas Ezwin.

audiensi mahsiswa inhil dengan DPRD Inhil
Doc Trisila.com
Sikap DPRD Inhil

Menyikapi tuntutan mahasiswa Inhil tersebut, Ketua DPRD Inhil  (Ferryandi) merasa senang  karena mahasiswa aktif membela kepentingan masyarakat.

“kami sangat senang dengan hal seperti ini, Mahasiswa aktif membela kepentingan rakyat.  Kita memang harus sama-sama duduk untuk mencari jalan keluar dalam hal permasalahan di masyarakat” Tegas Ferryandi.

Selain itu, Ketua Komisi IV DPRD Inhil (Samino) juga mengatakan, bahwa BPJS azas nya adalah gotong royong, harusnya sesuai kesanggupan, bukan keterpaksaan.

“BPJS ini mengatakan azas nya adalah gotong royong, harusnya masyarakat membayar sesuai kesangupan ekonominya dan dengan senang hati. Bukannya seperti sekarang ini terkesan memberatkan.” Ujar Samino.

Kemudian, samino menegaskan, bahwa Perpres No. 75 Tahun 2019 ini adalah ranah pusat. Tetapi meski begitu, Anggota DPRD Inhil Fraksi PDIP itu akan  perjuangkan tuntutan mahasiswa ini ke DPRD Riau,  dan Pusat (DPR RI).

“Kami akan perjuangkan apa yang menjadi tuntutan kawan kawan mahasiswa d/sini ke DPRD Riau dan Pusat, karena Perpres ini ranah Pusat”. ungkap Ketua Komisi IV DPRD Inhil itu. (tcr/i)

2 thoughts on “Mahasiswa Inhil Tolak Naiknya Iuran BPJS, Samino : Kita Akan Perjuangkan!

Komentar