huseng Perkaderan, Trisila.com

Optimis Merawat Kader dan Perkaderan

Bagikan
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabi’ul Awal 1366 H bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947 (AD Pasal 2).

Trisila.com – Selama roda regenerasi masih tetap dijalankan sesuai dengan aturan dan roda perkaderan masih terus dijalankan. Maka HMI masih sanggup dan mampu untuk menjawab permasalahan keummatan dan kebangsaan. Dalam struktur kekuasaan HMI terdapat gagasan-gagasan perbaikan dalam evaluasi proyeksi dan regenerasi. Ibarat mesin kendaraan poin ini adalah pelumas gerakan dalam himpunan untuk berikhtiar mencapai tujuan organisasi.

“Mahasiswa Islam sebagai generasi muda yang sadar akan hak dan kewajibannya serta peran dan tanggung jawab kepada umat manusia, umat muslim dan Bangsa Indonesia. Bertekad memberikan dharma bhaktinya untuk mewujudkan nilai-nilai keislaman demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata‘ala.”

Kutipan yang terlihat diatas merupakan bunyi dari paragraf kelima dalam mukaddimah anggaran dasar Himpunan Mahasiswa Islam (HmI). Menjelaskan tentang posisi dan peran strategis Mahasiswa Islam. Sebagai representasi dari generasi muslim dalam merealisasikan cita-cita terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata‘ala. Setelah pada paragraf sebelumnya dijelaskan tentang ajaran Islam yang merupakan pedoman dalam kehidupan. Fitrah manusia untuk mengabdi pada peradaban. Terakhir adalah posisi umat islam indonesia sebagai bagian dari bangsa yang memiliki potensi pengabdian bagi kejayaan bangsa ini.

 

Baca Juga : Pemuda, Refleksi Pendidikan di Masanya

 

Dalam pasal 4 anggaran dasar Himpunan Mahasiswa Islam, makna dari kalimat diatas di afirmasi lebih mendalam, dan di tempatkan sebagai tujuan perjuangan dan perkaderan (Mission). Lebih lengkapnya anggaran dasar mengatakan Himpunan Mahasiswa Islam bertujuan agar,

“Terbinanya Insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata‘ala.”

 

Makna Kader dan Perkaderan

Dapat dilihat terlebih dahulu tinjauan makna kader yang dipaparkan dalam glosarium pedoman Perkaderan HMI berikut,

“sekelompok orang yang terorganisasirsecara terus menerus dan akan menjadi tulang punggung bagi kelompok yang lebih besar”.

Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Islam (HmI). Maka pengertian dari perkaderan adalah usaha organisasi yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis selaras dengan pedoman perkaderan HmI, sehingga memungkinkan seorang anggota HmI mengaktualisasikan potensi dirinya menjadi seorang kader Muslim – Intelektual – Profesional, yang memiliki kualitas insan Cita. Untuk mewujudkan hal ini tentu dilakukan melalui serangkaian upaya sistematis, yang diwujudkan dalam usaha rekruitmen, pelatihan, dan pembinaan. Keseluruhan upaya untuk menuju hal itulah yang dinamakan dengan sitem perkaderan. Perkaderan menjadi sarana ikhtiar kader-kader HmI yang telah lebih dahulu mengabdi, untuk meneruskan estafet perjuangannya kepada generasi penerus selanjutnya yang terlebih dahulu perlu di didik, di latih dan di bekali kemampuan untuk melanjutkan kehidupan organisasi dalam upaya meneruskan pengabdian.

 

Baca Juga : Media Online, Bisnis, Hoax, dan Politik

Perkaderan HmI bertujuan adalah demi terciptanya kader muslim-intelektual-profesional yang berakhlakul karimah serta mampu mengemban amanah Allah sebagai khalifah fil ardh dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Dalam prosesnya, perkaderan HmI bukan merupakan sesuatu yang sempurna, bebas dari kekurangan dan tantangan. Bahkan, perkaderan HmI penuh dengan semua itu. Eksistensi perkaderan HmI dan lebih-lebih pula, eksistensi HmI dimasa selanjutnya ditentukan oleh kemampuan segenap elemen HmI untuk merumuskan sistem perkaderan yang ramah dan mampu dipahami kader terhadap arus dinamika zaman. Arus dinamika zaman yang dimaksud adalah kecenderungan zaman dalam mendefinisikan kehidupan global. Misalkan menambah daftar referensi wajib dalam setiap bahasan HMI yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Bentuk konsistensi dalam merawat perkaderan dengan senantiasa mengedepankan urusan ukrawi ketimbang duniawi. Karena pada dasarnya manusia akan kembali pada sang Khaliq dan setiap apa yang kita lakukan akan mendapatkan balasan.

 

Muhammad husaini
Ketua umum HMI komisariat Ekonomi unisi Cabang Tembilahan

🔥78
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *