Aktivis HMI Ini Mengecam Tindakan Main Fisik Oleh Wakil Rakyat

Bagikan Tulisan Ini Bung...

Tembilahan – Dialog sejatinya adalah ajang menyalurkan gagasan dengan mengeluarkan pendapat tentang sesuatu yang dibahas.

Rabu (11/12/2019) beberapa Wartawan Indragiri Hilir (Inhil) yang menamai diri dengan Meja Pers menggelar dialog tentang Perkelapaan.

Tema yang diusung adalah “Kesejahteraan Petani Kelapa, Tanggung Jawab Siapa?”. Dialog tersebut berlangsung dari Pukul 20.00 WIB s/d selesai.

Tapi, ada kejadian yang sangat tidak mendidik usai forum diskusi itu ditutup. Yaitu sikap arogan dari salah satu wakil rakyat Inhil.

Baca Juga: GMNI Inhil Minta Dewan Yang Cekik Aktivis Mahasiswa Diberi Sanksi

Muhammad Husaini selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Indragiri (UNISI) juga selaku Ketua Umum HMI Komisariat Fekon UNISI angkat bicara.

“Sangat disayangkan, dan harus dikecam sikap seorang wakil rakyat yang arogan kepada rakyatnya,” cetus Husaini.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil yang mencekik pemuda itu berasal dari partai berlambang pohon beringin.

https://www.trisila.com/2019/12/aktivis-inhil-dicekik-oknum-dewan-boboy-angkat-bicara/

Dewan tersebut berinisial EH/ES, dan berstatus sebagai Pemerhati Kelapa di forum dialog Meja Pers.

Dan pemuda yang dicekik berinisial AS berstatus sebagai peserta forum dialog Meja Pers.

“Ini forum dialog, bukan ring tinju. Main fisik itu artinya melepaskan akal,” ungkap Husaini kesal.

Husaini mengingatkan para anggota DPRD Inhil yang lain, jangan sampai bersikap seperti itu juga.

“Kan parah kalau main cekik pemuda seperti itu. Artinya tidak mau bicara baik-baik,” ucapnya.

Meski AS sudah berdamai dengan anggota dewan yang dimaksud, Husaini tetap menolak sikap yang salah.

“Ya, teman kami yang dicekik itu sudah berdamai, tidak saling membenci, sudah selesai,” sebutnya.

“Tapi, sikap yang salah tetaplah salah, kami peringatkan pada pejabat, jangan diulangi!,” Tandasnya.

3 thoughts on “Aktivis HMI Ini Mengecam Tindakan Main Fisik Oleh Wakil Rakyat

Komentar