GMNI Inhil Minta Dewan “Baperan” yang Cekik Aktivis Mahasiswa Diberi Sangsi

Bagikan Tulisan Ini Bung...

“Kalau ini dibiarkan saja, seperti biasa saja, saya khawatir nanti pemerintah kita anti kritik” Ungkap hendra.

Tembilahan/GMNI Inhil – Terjadi insiden pada kegiatan diskusi publik yang ditaja oleh beberapa wartawan Inhil.  Penyelenggara yang menamai diri Meja Pers menggelar dialog dengan tema “Kesejahteraan Petani Kelapa, Tanggung Jawab Siapa?”. Rabu (11/12/2019).

Insiden yang dimaksud berupa “Cekikan” oleh oknum pemateri setelah diskusi selesai kepada salah seorang peserta diskusi. Oknum pemateri yang juga anggota dewan dari partai berlogo beringin itu diduga tak kuasa menahan emosi karena merima kritik pedas. Kritik ditujukan atas kapasitasnya sebagai pemateri oleh salah seorang pentolan aktivis mahasiswa inhil.

Hendra Tarmizi selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang inhil menyesalkan tindakan anggota dewan tersebut.

“Ini diskusi terbuka, dihadiri oleh pejabat, baik Pemda dan DPRD, ada juga advokad, akademisi, mahasiswa dan masyarakat. Sungguh tidak mencerminkan adab sebagai pejabat jika karena dikritik marah lalu mencekik, baperan sekali jadi dewan” Ungkap Hendra.

Sebelumnya, AS (Inisial Korban) melakukan kritik pedas di penghujung acara, dan membuat suasana forum diskusi riuh dipenuhi tepuk tangan oleh mahasiswa. Sebelum ditutup oleh moderator, oknum dewan berinisial (EH/ES) meminta waktu untuk berbicara dan mengatakan “Kalau ada masalah pribadi, mari kita selesaikan”.

Hendra meminta Ketua DPRD Inhil memberikan sangsi kepada oknum dewan “baperan” tersebut. Menurutnya ini sudah diluar batas etika seorang wakil rakyat.

“Inikan dia seorang dewan, walaupun kapasitasnya dalam diskusi sebagai pemerhati kelapa, walau tak jelas sejak kapan dia jadi pemerhati kelapa, tapi tetap saja identitas dewan melekat dalam dirinya. Malu kita kalau dewan seperti ini, dari partai mana saya tak penting, yg jelas saya minta Ketua DPRD Inhil kasih sangsi, agar tidak terjadi  hal serupa di kemudian hari”. ungkap Hendra dengan kesal.

Diketahui  sebelumnya AS sudah berdamai dengan anggota dewan yang dimaksud. Meski begitu ketua GMNI Inhil tetap menolak sikap yang bar-bar anggota dewan tersebut.

“damai itukan urusan mereka, personal mereka, tapi ini sudah jadi konsumsi umum, kejadian itu disaksikan oleh banyak mata. Ini preseden buruk bagi Demokrasi kita, apa lagi itu suara mahasiswa, sepahit apapun, sepedas apapun, mahasiswa datang dengan suara rakyat. Kami dari GMNI menolak tegas sikap seperti itu” sebutnya.

“Kalau ini dibiarkan saja, seperti biasa saja, saya khawatir nanti pemerintah kita anti kritik” Ungkap hendra.