Bedakan! Asas dan Asas Perjuangan Marhaenisme

asas perjuangan
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Telah berkali-kali aku katakan, jangan samakan asas dengan asas perjuangan, apa lagi ujuk-ujuk mengatakan taktik yang kita jalankan sebagai asas!

Asas, Asas Perjuangan, Taktik. Tulisan ini kubuat untuk merespon kesalahpahaman. Jika dibiarkan akan menjadi virus ganas yang merusak karakter perjuangan. Jadi catat dengan baik!. Siapa saja yang berjuang mesti paham bahwa terdapat perbedaan antara asas, asas perjuangan dan taktik. Kalau kalian menamakn diri kalian adalah marhaenis, maka kalian wajib tau, kudu tau, harus tau, apa bedanya asas, asas perjuangan dan taktik.

Apa itu Asas?  ia adalah suatu “pegangan” kita dalam berjuang, walau badai sekencang apapun, walau ombak “mengamuk” Mengahantam Bahtera perjuangan kita, asas tidak boleh berubah sampai kiamat datang!. Asas adalah bentuk dasar watak kita, jiwa kita, yang harus terus menerus kita jaga dan terus menerus kita pertahankan bahkan sampai mati.

Kita punya asas adalah, Sosio – Nasionalisme, Sosio Demokrasi, Ketuhanan Yang Maha Esa!. Nasionalisme yang ber-pri-kemanusiaan!, Demokrasi yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi kemanusiaan, dan itu semua tidak, sekali lagi, tidak mungkin tercapai tanpa ketundukan yang penuh, tanpa penghambaan yang tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa!.

Lalu apa asas perjuangan kita?

Asas perjuangan adalah semacam aturan aturan dalam menjalankan perjuangan. asas perjuangan adalah satu prinsip yang membentuk ciri dari pergerakan kita. Sifat dan watak perjuangan kita akan jelas dengan Asas perjuangan ini. Non-Kooperasi, machtsvorming, massa aksi itu adalah bentuk bentuk asas perjuangan kita.

 

Dulu, sewaktu perjuangan kemerdekaan yang dipimpin oleh Bung Karno, Non-Kooperasi ini diartikan sebagai Non-Kooperasi dengan para kolonial. Bahkan PNI Bung Karno menolak bergabung dengan Parlemen bentukan Belanda. Jelas!. Tapi bagaimana kita memaknai Non-Kooperasi di masa sekarang? Dimana Indonesia sudah merdeka?.

Memang, Indonesia sudah merdeka. Tapi revolusi kita belum selesai. Cita-cita rakyat Indonesia belum tercapai, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan belum dinikmati oleh tuan rumah Bangsa ini. Rakyat Indonesia.

Baca Juga : Penjajahan Gaya Baru di Indonesia

Maka, dengan kompleksitas struktur sosial masyarakat Indonesia merdeka hari ini. Kita harus benar-benar mendefinisikan musuh, sebagaimana dulu penjajah adalah musuh nyata bagi Rakyat.

Kepada siapa dan apa kita ber Non-Kooperasi?

Jelas,  banyak kita mengalami kesulitan dalam mendefinisikan musuh hari ini. Dan kegagalan menentukan kepada siapa kita ber Non-Kooperasi akan secara langsung membuat gerakan itu “melempem” Rapuh, dan tak panjang umur.

Bung Karno pernah berkata.

“Perjuangan ku hari ini lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuangan mu akan lebih sulit, karena melawan Bangsa mu sendiri”.

Akan tetapi, bagi mereka yang benar-benar menggali sejarah, yang benar-benar tekun mencari akar perjuangan ini, dengan mudah melihat siapa musuh yang harus kita Non-Kooperasi kan. Meskipun musuh berbaju kerakyatan, berbaju kemanusiaan, berbaju agama, berbaju apapun bahkan musuh yang sudah masuk dalam diri kita.

Baca Juga : Sosio Demokrasi Menurut Bung Kano

Kepada siapa kita ber Non-Kooperasi?  Yaitu kepada siapapun yang membuat rakyat menjadi miskin, kepada siapapun yang dengan sengaja dan bahagia membuat dan menjalankan pemerintahan yang membuat rakyat semakin menderita, siapa saja yang menjalankan sistem, yang merusak jati diri Bangsa.

Kita tidak bisa bekerjasama dengan mereka!. Meskipun dia ada dalam tubuh kita sendiri, dalam barisan kita sendiri!. Machtsvorming, adalah asas perjuangan! Sebab, musuh tidak akan pernah memberikan apa yang kita inginkan, tidak akan mendukung cita-cita perjuangan kita. Mereka akan tetap mengoyak ngoyak persatuan kita. Oleh sebab itu, harus kita paksa dengan macth kita yang telah kita vorming.

Massa Aksi!

Hasil dari machtsvorming itu adalah kesatuan dari massa aksi. Pembentukan kekuatan (Machtsvorming) itu harus kita satukan menjadi sebuah massa aksi yang sadar akan hak hak nya, yang memiliki semangat yang berkobar-kobar, yang tidak akan menyerah dengan keadaan. Bedakan!. Massa aksi berbeda dengan aksi massa.

Massa Aksi adalah massa yang bergerak tidak temporer, ia diikat oleh kesadaran yang sama dan cita-cita yang sama. Semua itu tidak akan terjadi jika kita tidak membaur dan berinteraksi dengan mereka (Massa Aksi) kita adalah bagian dari mereka. Kita Bukan pemimpin mereka, kita adalah sama dengan mereka. Lalu bagaimana cara kita menjalankan  asas perjuangan itu? Hukum dan aturan perjuangan itu?.

Dengan taktik!

Taktik bukan hukum atau asas perjuangan, bukan pula aturan yang tetap. Takt1k adalah tindakan apa saja yang perlu d1lakukan untuk menjaga dan memelihara perjuangan. Taktik kita jalankan, kita rubah, kita putar, kita belokkan, yang kita sandarkan pada keadan dan situasi hari ke hari dari wilayah perjuangan kita.

Setiap wilayah tentu akan memiliki keadaan berbeda satu sama lainnya.  Sehingga akan berbeda pula taktik yang d1gunakan. Taktik boleh kita rubah saban hari, saban minggu saban waktu, mengikuti keadaan, tapi tidak boleh bertentangan dengan asas dan asas perjuangan!.

Maka dari itu, seluruh pimpinan yang memegang kendali atas  wilayah-wilayah perjuangan harus selalu waspada dan mengamati setiap perubahan yang terjadi. Perubahan internal, perubahan eksternal, pergerakan musuh, perubahan sikap, maupun karakter kader, bahkan sedetil-detil nya. Agar bisa menentukan taktik dengan cepat.

Baca Juga : Teori Perjuangan Marhaenisme

Seperti sekarang ini, dengan kemajuan teknologi, perubahan-perubahan itu sangat cepat terjadi. Keputusan akan taktik juga perlu secepatnya dilakukan. Tentunya itu semua tak bisa dilakukan tanpa ada penguasaan wilayah secara mendetil.

Marx pernah bekata

bahwa kalau perlu, kita bisa merubah taktik 24x dalam sehari.

Liebknecht pernah berkata

berubahnya taktik adalah seperti berubahnya buah buah catur diatas papan catur. Semua berubah merespon gerak musuh dan demi mencapai target utama, menumbangkan raja lawan!.

Hari ini kita aksi kelapa, besok aksi beras. Lusa sibuk mengajar, besok jadi petani, minggu depan berkesenian,  bulan depan kita bersembunyi, nanti kita mengamuk, dan seterusnya.

Begitulah berubah ubahnya taktik dalam berjuang mengikuti perubahan ombak yang menghantam bahtera kita. semuanya itu kita lakukan bukan karena tidak konsistennya kita, bahkan sebalik nya.. Itu adalah kepiawaian kita agar menjaga arah tetap menuju cita-cita perjuangan. Maka, jangan sekali kali kau samakan taktik dengan asas perjuangan, apakan lagi men-sejajarkan nya dengan azas!   Istana Sepi Perjuangan Jakarta, Sabtu 11 januari. 02:43 WIB.  

Penulis Merupakan Ketua Umum GKRM

(Gerakan Kebangkitan Rakyat Marhaen)

 

9 thoughts on “Bedakan! Asas dan Asas Perjuangan Marhaenisme

Komentar

anak anak

Wahai Orang Tua, Baca Ini Agar Anda Tidak Jadi “Monster” Bagi Anak

Baca dan renungkan Pernyataan d/bawah ini. . . “Orang tua saya memukuli saya sewaktu kecil tapi saya tidak trauma”. Kata laki laki yang dilaporkan ke kantor polisi oleh mantan istrinya karena kekerasan fisik. “Saya sewaktu kecil d/biarkan menangis sendiri oleh orang tua saya sampai ketiduran dan tidak keluar dari kamar”. Kata laki laki yang menghabiskan […]

Read More
faktor revolusi menurut bung karno

Tidak Bisa Sesuka Hati, Ini Faktor Revolusi Menurut Bung Karno

Kita sering mendengar kata revolusi dalam narasi perjuangan, akan tetapi apa sebenarnya revolusi itu, dan apa saja faktor-faktornya?. Revolusi menurut Bung Karno adalah penjungkirbalikan seluruh tata nilai lama untuk diganti dengan tata nilai yang baru.  Penjungkirbalikan tata nilai lama ini haruslah sampai ke akar-akarnya. Penjungkarbalikan ini artinya perubahan total dari sistem atau tata nilai yang […]

Read More
Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda. Kata-kata bijaksana berikut dirangkai dengan pola yang d/kenal sebagai Sleight of Mouth (SOM) yang kalau d/terjemahkan secara bebas berarti “Bersilat Lidah”. Secara umum, pola SOM bermain d/ keyakinan. Akan tetapi kita tau bahwa keyakinan seseorang yang tentu berbeda-beda dan belum tentu benar. Setiap keyakinan seseorang selalu d/bentuk […]

Read More