Konflik Mesjid Bikuan selesai, Masyarakat Ucapkan Terimakasih Kepada Mahasiswa

Bagikan

Tembilahan –  Proses penyelesaian permasalahan pemindahan masjid Dusun Bikuan Desa Belaras Kecamatan Mandah berjalan lancar. Konflik dimulai dari tahun 2013 sampai dengan akhir 2019, lebih kurang 6 sampai 7 tahun lamanya. Disinyalir ada permainan oknum desa dengan kepentingan tertentu sehingga membuat status masjid dengan Nama Nurul Huda berpindah lokasi.

Namun, konflik ini selesai dengan damai melalui proses audiensi yang di motori oleh kelompok mahasiswa Inhil. Audiesni diadakan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tanggal 24 Februari 2020 pukul 20.00 WIB s/d selesai.

Atas desakan mahasiswa,  Komisi IV  mendatangkan kadua belah pihak pengurus masjid dari dusun terkait. Selain itu,  juga turut hadir kepada desa, Majelis Ulama Indonesia kecamatan Mandah, Kementrian Agama Wilayah Inhil, dan Kabag Kesra Kab. Inhil.

Audiensi Sengketa Mesjid, Mahasiswa Sambangi DPRD INHIL

Masyarakat berterimakasih kepada mahasiswa

Sebagai ucapan terima kasih kepada mahasiswa, warga Dusun Bikuan megundang mahasiswa pada  peringatan Israk Mi’raj pada 19 Maret 2020.

Menanggapi undangan itu,  mahasiwa yang tergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menghadiri undangan yang dimaksud.

Hendra Tarmizi salah satu perwakilan mahasiswa yang menghadiri undangan dari warga Dusun Bikuan mengatakan kepada masyarakat, bahwa konflik sengketa pemindahan masjid telah selesai dengan baik.

“masjid yang ada di Dusun Bikuan laut tidak dipindahkan, begitu juga masjid yang ada di Dusun Bikuan Darat,” kata Hendra.

“Kedua Mesjid dengan Typologi Mesjid Jami’ tersebut telah diakui legalitasnya oleh Kemenag,” sambungnya.

Hendra mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk mengambil hikmah dari masalah yang terjadi di Dusun Bikuan tersebut.

Selain memberikan pelajaran akan pentingnya menyelesaikan masalah antar saudara sebangsa dan setanah air, akhirnya juga membuat mahasiswa dan masyarakat jauh lebih dekat.

Selain Hendra, Abdul Muid (mahasiswa) yang juga menghadiri undangan tersebut mengatakan bahwa dengan beberapa perwakilan kelomok mahasiswa dari GMNI dan PMII Inhil yang turun langsung ke Dusun Bikuan untuk bercengkrama dengan masyarakat membuat mahasiswa semakin sadar bagaimana sebenarnya fungsi dan perannya ditengah persoalan masyarakat.

“Kami akan memaksimalkan potensi kami sebagai mahasiswa dan meningkatkan intensitas komunikasi ke masyarakat,” ucap Muid.

“Dengan komunikasi itulah, kami mengenal masyarakat sekaligus dengan masalah yang mereka hadapi, sehingga kami tahu harus bagaimana agar masalah yang ada bisa diselesaikan,” tambahnya.

(rls/)

🔥116
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *