Usulan Kuntala Diterima Pemda, Sekda: Terima Kasih

Bagikan
Sejatinya musuh kita adalah prilaku, cara atau sistem yang menindas, maka lawanlah itu!

Trisila – Kuala Tungkal – Permohonan dialog dari Yayasan Kuntala Chambers (YKC) akhirnya dipenuhi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).

Surat Permohonan Dialog yang disampaikan pada Jum’at, 28/2/2020 baru dapat terpenuhi pada Kamis, 19/3/2020 di Ruang Rapat Bupati Tanjab Barat.

Agenda dialog terlambat berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, menjadi pukul 10.00 WIB.

Muhammad Irvan/Galank (Ketua YKC) mengaku sedikit kecewa karena dialog terlambat dan Bupati tidak ada dalam proses dialog tersebut.

Kecewa iya, tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah tujuan tercapai sesuai poin atau materi dialog,” katanya.

Untuk kali ini kita terima, tapi kedepannya jangan sampai terulang lagi,” tambah Galank.

Peserta dialog berasal dari Perwakilan Pemuda dan seniman dari YKC serta perwakilan kelompok atau komunitas lainnya.

Kesemuanya berjumlah 11 orang, dan disambut oleh beberapa pihak dari unsur Pemda, yaitu:

– Sekretaris Daerah (Sekda),
– Kepala Bagian (Kabag) Umum,
– Dan beberapa unsur terkait lainnya.

Galank memaparkan beberapa poin yang menjadi fokus bahasan selama dialog, diantaranya:

1. Soal kepastian tarif retribusi, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

agar kita tahu betul berapa semestinya tarif yang harus dibayar”

2. Soal pembentukan produk hukum peraturan bupati yang mengatur secara spesifik kegiatan kesenian kepemudaan dalam menggunakan kekayaan daerah, sebagai produk hukum turunan perda terkait;

agar tercipta keadilan bagi pemuda seni dalam mengembangkan diri”

3. Soal sosialisasi produk hukum yang bersentuhan dengan aktivitas kesenian kepemudaan;

agar pemuda seni bisa mengondisikan diri dalam aktivitas pengembangan dirinya”

Itu semua kami bahas agar tercipta kepastian dan keadilan dalam praktek pungutan retribusi,” ucap Galank.

Alhamdulillah, usulan kami kepada Pemda diterima dengan hangat, insyaAllah dalam waktu dekat Perbub yang dimaksud akan dibentuk,” sambungnya.

Dialog juga berjalan santai, jelas apa yang ingin diperjuangkan. Yang jelas bukan demi seseran tertentu ya,” tambah Galank (sambil tertawa).

Sembari mengakhiri wawancara, Galank mengajak seluruh elemen untuk mengawal pengkajian sampai pada penerbitan/pembentukan Perbub yang dimaksud.

Sekarang pemda khususnya unsur terkait sedang mengkaji materi muatan, dasar, dan bahasa yang akan dimasukkan kedalam perbub nantinya,” kata Galank.

Menyoal Pelaksanaan Retribusi, Yayasan Kuntala Chambers Tunggu Respon Bupati

Seusai dialog, Riwan Gahardika, S.Sn (Tenaga Pengajar YKC) juga mengingatkan agar warga seni khususnya pemuda untuk menyelesaikan masalah dengan bijak.

Kita harus bijak, silahkan keras, tapi arahnya jelas. Musuh kita bukan pemda, bukan individu, bukan orang,” ucap Riwan.

Sejatinya musuh kita adalah prilaku, cara atau sistem yang menindas, maka lawanlah itu!,” tandasnya.

Riwan juga menyebut beberapa persoalan yang akan turut diperjuangkan kedepannya, seperti perda kesenian, pengadaan fasilitas khusus seni, dan lain-lain.

Pelan-pelan semua itu dikaji, dipelajari agar bisa diperjuangkan. Selama kita bersama, insyaAllah semua menjadi bisa,” ungkap Riwan.

Selaku pengarah dialog, Sekda mengucapkan terima kasih atas usulan yang disampaikan kepada pemda.

Disamping banyak hal yang luput dari perhatian, pemda sudah sewajarnya juga harus diingatkan.

Pernyataan Sekda tersebut dituturkan Riwan setelah dialog berakhir.

Usulan itu kami terima, kalau perbubnya sudah ada, maka bisa direvisi. Tapi kalau belum ada, maka bisa dibuat,” Riwan menirukan ucapan Sekda.

Selain khusus masalah retribusi, Riwan menegaskan bahwa masalah apapun yang berkaitan dengan kesenian dan kepemudaan jangan sampai dipandang sebelah mata oleh pemda.

Ini peringatan keras bagi seluruh pejabat dalam menjalankan tugasnya, jangan sampai kepastian dan keadilan disepelekan,” tandasnya.

Bukan hanya pemda yang perlu ditegur atau diingatkan oleh kita, tapi sesama kita juga perlu saling tegur,” kata Riwan.

Maka dari itu undangan terbuka sering kami sampaikan, agar ada masukan, pengawalan, demi gerakan pemuda yang bersih,” tutupnya.

Baca Juga: Teater Tanjak Sukseskan Malam Puisi Jilid I

🔥412
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *