Indonesia ingin menerapkan herd immunity dan new normal? Apa itu?

Bagikan


Trisila.com–Istilah herd immunity dan new normal menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Kedua istilah ini (herd immunity dan new normal) di gadang-gadang kan dapat meredakan pandemi covid-19 yang tengah mewabah di dunia.

Kabarnya, Indonesia ingin menerapkan kedua istilah ini dalam menangani kasus pandemi covid-19.

Lalu apa itu herd immunity dan new normal yang kabarnya dapat melawan virus Corona?

Dikutip dari Healthline, herd immunity terjadi saat populasi dalam suatu komunitas menjadi kebal terhadap penyakit menular sehingga menghentikan penyebaran penyakit.

Ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu karena:

– Banyak orang yang terjangkit virus ini dan dalam kurun waktu tertentu sel didalam tubuh merespon sistem kekebalan tubuh terhadap virus ini (kekebalan alami).

– Banyak orang yang di vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan terhadap virus ini.

  • Alih-alih mendukung kepercayaan bahwa herd immunity menjadi alternatif pencegah virus corona, WHO justru mengingatkan dampak negatif jika hal itu diterapkan.

Menurut WHO, konsep ini justru berbahaya jika diterapkan pada manusia.

 

Meski dinilai bisa menghambat penyebaran virus, namun strategi ini dapat memakan korban dalam jumlah besar.

 

Untuk mencapai herd immunity, setidaknya 70 persen dari populasi harus terinfeksi terlebih dahulu.

 

Apabila penduduk Indonesia dianggap sebanyak 270 juta, maka sedikitnya 189 juta harus terinfeksi untuk mendapatkan herd immunity.

 

Kemudian, dari angka tersebut kemungkinan orang yang meninggal bisa mencapai satu juta orang.

Direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO, Mike Ryan, menegaskan bahwa manusia bukanlah kawanan ternak.

“Ini adalah penyakit serius. Ini adalah musuh publik nomor satu. Kami mengatakannya lagi, lagi, dan lagi,” kata Dr Ryan diberitakan The Telegraph, Selasa (12/5/2020).

 

Baca juga : Krisis konsep berfikir kepemimpinan

 

Timbul berbagai spekulasi di masyarakat mengenai pemerintah yang akan menempuh langkah herd immunity.

 

Menjawab hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan strategi itu di Indonesia.

 

Pemerintah justru mewacanakan pelonggaran PSBB ketika kasus angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya.

 

Pengurangan kadar PSBB dimulai dari sektor transportasi lantaran pemerintah menilai perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia menurut dia mulai mereda.

 

Perbedaan Herd Immunity dan New Normal

Setelah herd immunity, muncul istilah baru yang tak kalah viral, yakni new normal.

Ini adalah konsep pola hidup normal baru yang diimbau oleh WHO untuk mengatasi virus corona.

 

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

 

Dalam unggahan melalui Twitter-nya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah suatu wilayah atau negara untuk melonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19.

 

Sebelumnya, Jokowi menggunakan istilah ‘berdamai dengan Covid-19’.

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Lantas pada Jumat (15/5/2020), Jokowi menyamakan perihal berdamai dengan Covid-19 dengan istilah new normal.

 

🔥34
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *