Kapitalisme, Sosialisme, dan Ekonomi Islam

Bagikan

Trisila.com — Perkembangan ekonomi sebagai sebuah disiplin ilmu muncul pada tahun 1776 M. Hal itu memicu banyak filsuf-filsuf untuk mengembangkan teori tentang konsep sistem ekonomi seperti kapitalisme, sosialisme, dan ekonomi islam. 

Apa itu sistem ekonomi?

Sistem ekonomi ialah cara atau aturan main untuk mengatur aktivitas perekonomian. Teori ini muncul karena pada awalnya ada ketidak-seimbangan antara sumber daya dan kebutuhan manusia sehingga harus dibuat aturan main terkait kepemilikan sumber daya, faktor produksi, dan bagaimana cara mengelola nya.

Kapitalisme

Sistem kapitalisme pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf Inggris bernama Adam Smith lewat bukunya “The Wealth of Nations”. Dalam buku ini Adam Smith memberi gagasan bahwa setiap individu harus diberikan kebebasan ekonomi yang seluas-luasnya sehingga akan memberikan kebaikan sesama. Ia juga menganjurkan pasar bebas, yaitu perdagangan harus dibuat sebebas-bebasnya yang hanya boleh diatur oleh mekanisme pasar.

 

Baca juga : Pancasila, dasar negara atau ideologi? 

Adam Smith hidup di era dimana Eropa pada saat itu masih dipimipin oleh monarki atau feodal. Raja-raja pada saat itu menetapkan kebijakan pajak yang sangat tinggi, para bangsawan memonopoli pasar sehingga masalah regulasi dan birokrasi dibuat berbelit belit yang pada akhir membuat banyak rakyat yang kelaparan.

Kapitalisme di definisikan sebagai suatu sistem ekonomi dimana setiap individu mempunyai hak untuk memiliki faktor-faktor produksi seperti modal/kapital, mesin, pabrik, dan dengan kepemilikan tersebut, bebas untuk mempekerjakan orang demi meraup untung yang sebesar-besarnya.

Ketika membahas tentang konsep sistem ekonomi, ada tiga pertanyaan penting yang harus dijawab antara lain ; produk apa? Bagaimana produksi nya? Dan untuk siapa?. Berdasarkan sistem kapitalisme, individu lah yang menentukan barang apa yang mau diproduksi, atau bagaimana caranya dan target konsumen nya.

Dalam kapitalisme, individu juga bebas memakai segala cara untuk meningkatkan produktivitas termasuk memakai alat atau mesin tercanggih pada saat itu.

Konsep kapitalisme terbukti berhasil dimana kompetisi-kompetisi tersebut melahirkan sebuah inovasi baru. Negara Inggris yang menganut paham kapitalisme kemudian mengalami industrial revolution atau revolusi industri dimana pertumbuhan berkembang pesat, kemakmuran, dan kesejahteraan semakin meningkat.

Dunia mengalami perubahan yang signifikan.

Perkotaan berkembang pesat, sampai sepuluh kali lebih besar dari sebelumnya. Kuda digantikan oleh mobil, surat menyurat digantikan oleh telepon, bahkan perusahaan yang awalnya hanya mampu memproduksi sepuluh produk perhari berubah menjadi seratus produk perjam.

 

Akan tetapi, kenapa masih ada yang tinggal di rumah seluas 5 x 5 meter, bersama beberapa anggota keluarga, di atas nya, disamping, dan di bawahnya juga terdapat beberapa anggota keluarga lain?.

Kapitalisme memang memimpikan dunia yang terus meningkatkan taraf hidup semua orang yang bekerja. Jadi, bagaimana visi yang seindah itu berubah menjadi kondisi dimana kaum buruh harus bekerja 16 jam perhari? Dan masih hidup dalam keadaan miskin?

Pada saat revolusi Industri terjadi di Eropa, kota-kota menjadi maju dan megah. Akan tetapi, dibalik kemegahan kota tersebut, pakar ekonomi tersadar bahwa ada yang salah dalam sistem kapitalisme tersebut.

Konsep sistem ekonomi yang seharusnya membawa kemakmuran justru memperluas penderitaan dan kemiskinan di kaum buruh. Hal inilah yang memicu lahir nya alternatif untuk memperbaiki sistem kapitalisme, yaitu Sosialisme.

 

Sosialisme

Hadir sebagai bentuk kritik terhadap sistem kapitalisme. Salah satu kritik tajam sosialisme adalah sistem kapitalisme hanya akan membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Inilah yang membuat sosialisme identik dengan istilah sayap kiri karena ingin mengubah sistem kapitalisme.
Pada saat revolusi di Inggris terjadi, kegelisahan timbul pada seorang filsuf lain bernama Karl Marx. Ia menulis buku bernama “Das Kapital” hampir satu abad setelah Adam Smith. Karl Marx berpendapat bahwa kapitalisme hanya akan menambah kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Asumsi dari sosialisme ialah adanya dua kelas di masyarakat yakni kaum borjuis dan kaum proletar. Borjuis adalah kaum yang memiliki modal dan alat-alat produksi sedangkan Proletar adalah kaum yang tersingkirkan karena tidak memiliki lahan, mereka tidak memiliki modal dan alat-alat produksi, namun untuk bertahan hidup mereka mengoperasikan modal dan alat-alat tersebut demi mendapatkan upah.

Para borjuis memiliki keinginan untuk menjadi kaya raya sehingga memberi upah yang kecil kepada kaum buruh (proletar) agar mendapatkan keuntungan yang besar dengan barang yang berkualitas. Apabila pekerja menuntut gaji yang tinggi atau penghidupan yang layak, para borjuis dapat memecat mereka dan menggantikan mereka dengan pekerja yang baru. Begitulah kejamnya sistem kapitalisme dimata penganut paham sosialisme.

Sosialisme didefinisikan sebagai sistem ekonomi terpusat dimana pemerintah memegang peranan penting terhadap aktivitas perekonomian. Jadi, sistem ekonomi diatur oleh negara demi kesetaraan pendapatan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat karena manusia merupakan mahluk sosial. kepemilikan tidak boleh di kuasai oleh individu melainkan dimiliki oleh bersama dan diatur oleh pemerintah negara.

Sosialisme di populerkan oleh Karl Marx. Ia menyerukan ajakan untuk menciptakan gerakan revolusi.

Bersama rekannya Fredrick Engels, ia menulis buku berjudul “The Communist Manifesto” Yang mana konsep sosialisme tidak hanya menjadi sistem ekonomi melainkan sistem politik, sampai revolusi budaya. Menurutnya sosialisme bukan hanya sebuah sistem melainkan suatu proses untuk meraih suatu sistem yang lebih ekstrim yaitu komunisme.

Walaupun sosialisme dan komunisme sama-sama berada di sayap kiri, banyak kaum sosialis yang menentang paham komunis tersebut.

Dalam sosialisme kepemilikan pribadi diganti dengan kepemilikan bersama, kekuatan politik dan ekonomi dimiliki oleh negara, pajak yang tinggi akan diterapkan, dan perusahaan akan dikuasai oleh negara. Namun paham sosialisme masih mengandung prinsip kapitalisme yakni self interest, dimana individu harus bekerja untuk mendapatkan upah. Konsep uang masih berlaku didalam sosialisme.

Berbeda dengan komunisme. Negara, kepemilikan pribadi, perbedaan kelas, bahkan uang akan hilang. Komunisme menuntut sikap sama rata sama rasa. Manusia hanya akan bekerja atau memproduksi barang-barang yang dibutuhkan, bukan untuk mendapatkan upah.

Namun pada kenyataannya, sosialisme juga mengalami kecacatan. Banyak terjadi ketimpangan sosial, birokrasi rumit, politik rente, dll. Contoh nya adalah Uni Soviet yang menjadi kiblat bagi seluruh kaum kiri sedunia.

Melihat keberhasilannya dimana hanya dalam waktu tiga puluh tahun, negara ini menjadi negara adikuasa yang memberi ancaman bagi Amerika.

Sosialisme di Uni Soviet tidak lagi sama dengan apa yang di inginkan pendirinya terdahulu melainkan banyak muncul elite politik yang dikuasai diktator.
Birokrasi dibuat rumit, akibatnya banyak individu yang melakukan pasar gelap dan perdagangan ilegal dikarenakan negara telah memonopoli pasar. Banyak terjadi korupsi dan pungli oleh pejabat negara. Sekitar 86% rakyat hidup dalam kemiskinan dan angka harapan hidup yang kecil dikarenakan terjadi nya ketimpangan kekayaan yang sangat terlihat. Hanya beberapa minoritas yang di kategori kan kelas menengah.

Jadi, konsep sistem ekonomi apa yang mampu menggantikan kedua sistem yang dinilai sudah gagal tersebut?

Konsep ekonomi islam seakan dilirik karena di nilai memiliki banyak kebijakan yang seakan mampu memberikan kebaikan untuk aktivitas ekonomi.

Apa itu ekonomi islam?

Ekonomi islam berada di tengah-tengah sistem ekonomi yang mengambil semangat kebaikan dari sistem kapitalisme dan sosialisme dan meninggalkan keburukannya. Ekonomi Islam diterapkan berdasarkan sumber hukum Alquran dan hadist sesuai dengan ajaran agama Islam.

Jadi, ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari prinsip ekonomi berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist.

Perbedaan Kapitalisme, Sosialisme, dan Ekonomi Islam.

 

Coba kita tarik perbandingan dari kedua sistem tersebut kedalam sistem ekonomi islam.

Pertama, masalah kepemilikan harta :

Kapitalisme : Individulah yang memiliki harta, bebas untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Sosialisme : Negaralah yang memiliki harta, aktivitas ekonomi hanya boleh diatur oleh negara.

Ekonomi Islam : Harta tidak dimiliki oleh individu dan negara karena semua yang dilangit dan dibumi hanya milik Allah SWT.

Ekonomi islam memperbolehkan seseorang untuk mengembangkan hartanya. Dengan catatan usaha atau aktivitas ekonomi yang dilakukan tidak boleh merugikan orang lain.

Contohnya seperti usaha prostitusi, minuman keras, narkoba, judi, dll itu dilarang dalam ekonomi Islam.

Kedua, keputusan bisnis :

Kapitalisme : Individu bebas untuk melakukan bisnis

Sosialisme : Bisnis hanya boleh ditentukan oleh negara

Ekonomi islam : Individu memiliki hak untuk memperbesar usaha atau modal dengan catatan harus bisnis yang riil. Tidak boleh yang sifatnya spekulatif atau judi.

Menurut fakta.

krisis ekonomi yang terjadi didunia disebabkan kan oleh serangkaian suku bunga yang bermain. Itulah yang menyebabkan praktik bunga riba dilarang keras didalam Islam. Bunga riba hanya akan menguntungkan si pemilik modal dan memperbanyak kekayaannya secara instan sedangkan pihak yang dirugikan adalah si peminjam modal dikarenakan tingkat suku buku yang kian bertambah dari waktu ke waktu.

Dalam ekonomi islam, praktik bunga riba diganti dengan konsep bagi hasil yang akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hubungan antara si pemilik modal dan peminjam sejajar. Betapa mulianya bukan ekonomi islam ini. Lebih sosialis dari sosialisme.

 

Ketiga, Tujuan dari konsep sistem ekonomi :

Kapitalisme : Tujuannya untuk memperkaya diri pribadi

Sosialisme : Tujuannya untuk kesetaraan pendapatan atau penghasilan

Ekonomi islam : Tujuannya ialah untuk mencari keberkahan dunia dan akhirat.

Ekonomi islam telah dipraktikkan pada zaman Rasulullah SAW di kota Mekah dan Madinah kurang lebih selama 29 tahun dan terbukti berhasil. Ekonomi islam diterapkan sampai ke masa khilafah Utsmaniyah.

Keempat, masalah distribusi kekayaan :

Kapitalisme : Diterapkan pajak yang rendah dan subsidi ke masyarakat juga cenderung rendah

Sosialisme : Diterapkan pajak yang tinggi agar terjadi kesetaraan pendapat namun uang terjadi justru dana alokasi tidak tepat sasaran

Ekonomi islam : Pajak dihapuskan dan digantikan dengan zakat dan shodaqoh.

Ketiga konsep sistem ekonomi tersebut sebenarnya memiliki visi yang sama, yaitu mensejahterakan masyarakat, meningkatkan taraf hidup, namun hal tersebut kembali dipertanyakan siapa dan bagaimana sistem tersebut dapat dikelola dengan baik.

🔥59
Bagikan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *