Aktivis Mahasiswa Nongkrong Untuk Diskusi atau Selfie

Bagikan

Penulis : Ahmad Syukron, SH

Dimana bro? Ngopi kita malam ni?

Warung Kopi (warkop) menjadi tempat yang begitu digemari oleh anak muda masa kini, khususnya kelas mahasiswa. Bahkan tidak jarang sekelompok mahasiswa menjadikan satu warung kopi sebagai “lokasi wajib” untuk mengadakan pertemuan.

Mengapa harus ngumpul di warung kopi?
Ada beberapa alasan yang sering diungkapkan oleh aktivis mahasiswa yang pernah saya temui. Diantara jawaban yang paling keren adalah “karena ingin bertukar pikiran”.

Benarkah begitu? Coba kita bahas.

Diskusi diwarung kopi

Bertukar fikiran oleh aktivis mahasiswa, sebenarnya bisa dilakukan dimana saja bahkan tidak perlu bertemu langsung, karena teknologi sudah sangat canggih untuk melakukan komunikasi, apalagi yang paling penting adalah apa yang dibicirakan/didiskusikan. Tapi, diskusi mahasiswa masa kini serasa “hambar”, bila tidak berlangsung di warung kopi sambil selfie-selfie.

Entah kapan fenomena seperti itu mulai terjadi. Mungkin saat mahasiswa habis membaca buku tentang perkembangan ilmu retorika yang membuat rakyat Athena meramaikan caffee-caffee untuk membahas kondisi politik kala itu. Maybe yes, Maybe no!

Kalau diskusi dilihat dari sudut pandang teori dialektika (G.W.F Hegel), maka diskusi harusnya menjadi proses penyatuan /penyesuaian gagasan yang awalnya saling bertentangan, gunanya untuk menyelesaikan suatu masalah. Masalah siapa? tentunya masalah masyarakat, karena mahasiswa punya dharma pengabdian untuk masyarakat.

Sangat kecil kemungkinan mahasiswa benar-benar mendiskusikan penyelesaian masalah masyarakat. Kenapa? karena semakin banyak beredar foto mahasiswa yang selfie di warung kopi, tapi semakin besar pula masalah masyarakat. Sehingga timbul pertanyaan, diskusi mahasiswa sebenarnya untuk menyelesaikan masalah atau untuk menambah masalah?

Jawabannya sulit ditemukan, walaupun faktanya mudah didapat.

Andai kata “perdiskusian” mahasiswa diwarung kopi adalah untuk menyelesaikan masalah masyarakat, maka alur logikanya begini:

Semakin banyak warkop, maka semakin banyak mahasiswa diskusi. Semakin banyak mahasiswa diskusi, maka semakin banyak solusi untuk masalah rakyat.

Kesimpulannya, semakin banyak warung kopi, maka semakin banyak solusi.

Faktanya, semakin banyak warung kopi, maka semakin banyak model foto selfie.

🔥84
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *