Kisah Haru Menjadi Aktivis Mahasiswa

Bagikan

Aktivis Mahasiswa, Penderitaan demi penderitaan dialami, tak sedikitpun mengurangi semangat juangnya.

Saya bukan seorang aktivis mahasiswa, hanya mahasiswa biasa yang menaruh simpati kepada rekan aktivis yang kebetulan satu kos dengan saya. Jadi tulisan ini adalah sudut pandang saya pribadi saja. Boleh sepakat dan tidak boleh tak sepakat. Silahkan saja.

Menurut saya menjadi seorang aktivis mahasiswa itu berat sekali. Beratnya menjadi aktivis itu memang tak seberat menjadi ninja hatori yang menumpas kejahatan membela kebenaran, lalu mesti mendaki gunung dan melewati lembah. Tapi jelas jauh lebih berat dari sekedar jadi mahasiswa biasa yang kerjanya hanya kuliah seperti saya.

Kalau boleh memilih, mungkin tidak ada yang mau menjadi aktivis. Sering jadi bulan-bulanan dosen karena kerap tak masuk demi demonstrasi. Dijauhi banyak kelompok mapan karena kritis. Harus mengatur waktu dan keuangan karena banyaknya kegiatan organisasi. Bahkan kerap ditinggal doi karena sulitnya ketemu untuk `ngedet`.

Tapi dengan berbagai kesulitan menjadi aktivis mahasiswa, ternyata ada sederet kisah haru yang tak bisa didapat jika anda tidak menjadi aktivis mahasiswa. Salah satunya adalah Jarang mandi.

Aktivis mahasiswa jarang mandi sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Tidak diragukan lagi keabsahannya, itu adalah kenyataan yang super hakiki. Bahkan ada guyonan dikalangan aktivis, jika anda mandi normal, anda bukan aktivis sejati.

Kalau pembaca tidak tau informasi ini, artinya pembaca tidak dekat dengan kehidupan aktivis.. Kebetulan saya satu kos dengan aktivis mahasiswa. Jadi saya sedikit banyaknya melihat penderitaan menjadi aktivis mahasiswa.

Sebut saja namanya “Mawar”.

Kebiasaan jarang mandi Mawar ini benar-benar mengaharukan. Perlu diingat tidak ada aktivis yang bahagia karena jarang mandi. Mereka terpaksa melakukannya karena tuntutan profesionalitas dalam menjalani tanggungjawab baik sebagai mahasiswa maupun sebagai aktivis.

Aktivis ini begitu luas wawasannya. Mulai persoalan negara, korupsi, Ketimpangan hukum, kebijakan daerah, pertanian, kesejahteraan bahkan sampai persoalan politik RT juga menjadi bahan kajiannya.

Niat mereka berdiskusi memang untuk memecahkan banyak persoalan, menjawab banyak permasalahan. Seringnya mereka diskusi dimulai ba’da isya hingga azan berkumandang. Tapi sayangnya saat subuh datang mereka tidur..

Karna padatnya jadwal diskusi dan jadwal ngopi, tak jarang mahasiswa bangun kesiangan. Untung-untung yang kosnya dekat dengan kampus, bisa lebih cepat sampai. Tapi sayangnya kos yang Aku dan Mawar tempati cukup jauh dari kampus, lebih sadis lagi.

Kenyataan kos kelas bawah, untuk mandi harus ngantri dan berebut dengan anak kos lainnya, membuat Mawar semakin tertekan. Maklum, biasanya kos murah hanya menyediakan kamar mandi umum. Bahkan 1 kamar mandi bisa untuk 6 kamar..
Salutnya mawar tak pernah menerobos antrian mandi, padahal dia sering menerobos pagar keamanan saat demonstrasi.

Coba saja mawar orasi layaknya sedang demo, mungkin anak kos lainnya akan minggir dan memberikan antrian pertama kepadanya dengan tersenyum tapi tertekan.

Tapi nyatanya tidak, Mawar ganas hanya di lapangan, di kos ia sangat rendah hati, sabar dan tidak songong. Sangking sabarnya, ketika kamar mandi sudah kosong, Mawar masih santai menghisap sisa rokoknya malam tadi. Padahal jadwal masuk kuliah sudah dekat.

Setelah rokok habis, ternyata air di bak pun habis. Nasib menjadi seorang aktivis mahasiswa. Demi rasa keadilan dan kemanusian Mawar rela mengantri ke kamar mandi, padahal jadwal kuliah sudah mepet. Seperti sudah jatuh ditimpa tangga. Setelah sabar mengantri, airpun sudah habis..

Akhirnya, Mawar ke kampus tanpa mandi, hanya cuci muka pakai air galon. Demi menjaga tampilan agar tetap wangi meski tak mandi, Mawar memakai parfum olahan sendiri, air campur “molto”.

Begitulah kisah haru Mawar, teman kos ku, seorang aktivis mahasiswa. Meskipun begitu, Mawar aktivis sejati, karena jarang mandi. Penderitaan demi penderitaan yang ia alami, tak sedikitpun mengurangi semangat juangnya.

Merdeka!!
Panjang Umur Perjuangan..

🔥81
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *