Mental proposal Organ Gerakan

Bagikan

Mental  “proposal” dalam organisasi pergerakan dan perkaderan harus dihentikan. Harus ditinggalkan!.

Apa yang terjadi  jika organisasi hanya bergantung secara penuh pada “proposal”?. Bagaimana jika mental proposal ini terjadi  di sebuah organisasi perkaderan dan pergerakan?.

Setiap organisasi melahirkan  program kerja guna mencapai cita-cita dan tujuannya. Paling tidak, program adalah cara mempertahankan eksistensi organisasi. Begitulah lumrahnya.

Tetapi mental “proposal” dalam organisasi pergerakan dan perkaderan harus dihentikan. Harus ditinggalkan!. Jika tidak, maka organisasi hanya akan melahirkan kader-kader yang memble, menyebabkan gerakan akan melempem. Menyedihkan!.

Organ Marahenis harus memiliki  watak “keras dalam prinsip, dinamis dalam taktis”. Harus lebih kreatif dalam menghadapi tantangan kedepan, terutama di era disrupsi ini. Kreatif bukan berarti mengadaikan prinsip!. Apalagi menjual murah harga diri kepada politisi pragmatis yang mengaku mantan aktivis tapi meradang jika dikritisi. Memalukan!.

Memang, ada dilema di level para pimpinan organisasi antara menjadi mandiri dengan beban mental jika program tidak terlaksana. Ada rasa rendah jika program tidak terlaksana. Tapi sungguh dilema itu hanya terjadi pada pimpinan yang tidak ideologis. Dilema yang harusnya ada pada pimpinan ideologis adalah ketika organisasi melahirkan kader-kader yang memble.

Maka, kembalilah kepada dasar kekuatan kita, PATUNGAN. Biarlah kegiatan tidak besar, tidak mewah, dilakukan di sawah milik rakyat, dengan konsumsi tempe goreng,  tapi hasil patungan. Dari pada kegiatan di hotel dengan makanan mewah  berkemasan, tapi hasil dari mengemis kepada politisi oportunis.

Maka, PATUNGAN-lah!. Jangan tertipu, dan jangan bersaing dengan mereka yang bahkan melaksanakan diskusi saja dengan “proposal”.

Patunganlah berdasarkan kemampuan, tidak ada paksaan. Mereka yang lebih, PATUNGAN lebih, yang kurang, PATUNGAN semampunya. Mereka yang sama sekali tidak berpunya, PATUNGAN dengan tenaga. Jangan ada merasa besar bagi yang PATUNGAN banyak, dan jangan merasa kecil bagi yang hanya PATUNGAN tenaga. Berbahagialah dengan kegiatan yang kecil itu, tapi adalah hasil dari kekuatan kolektif kader.

Sembari dengan itu, segenap kader harus memperkuat keuangan gerakan/organisasi dengan melakukan aktivitas ekonomi yang sustainable. Mulailah berdiakri sejak dini!.

🔥55
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *