Pengorganisiran Rakyat dan Langkah-langkahnya

pengorganisian rakyat
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Pengorganisiran rakyat adalah azaz perjuangan. Azaz perjuangan yang kita sebut dengan machtsvorming. (Saipudin Ikhwan)

Pengorganisiran Rakyat.

Banyak yang salah kaprah dengan pengorganisiran. Kebanyakan berpikir bahwa pengorganisiran adalah kerja untuk membuat sebuah organisasi yang awalnya  tidak berjalan, menjadi berjalan secara disiplin.

Ada pula yang melihat pengorganisiran adalah memberikan kursus-kursus politik kepada rakyat, lalu setelah itu pergi meninggalkan rakyat tersebut. Lebih aneh lagi, sebagian yang lain bahkan menganggap bahwa pengorganisiran adalah berusaha mengajak rakyat untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi.  

Tidak salah, dan setiap orang atau kelompok bebas memberikan defenisinya sendiri terhadap pengorganisiran. Akan tetapi, bagi kita,  pengorganisiran adalah : sebuah kerja politik untuk memberikan kesadaran politik kepada rakyat tentang persoalan apa yang dia hadapi.

Baca Juga : Marhaenisme Soekarno adala Teori Perjuangan

Jika rakyat sudah sadar tentang persoalan yang mereka hadapi hadapi, maka tugas dari pengorganisiran adalah memberikan kesadaran yang benar tentang penyebab utama dari persoalan yang mereka hadapi.

Artinya pengoraganisiran yang kita pahami, tidak terbatas ketika persoalan rakyat terselesaikan. Harus ada kesadaran, wajib ada kesadaran, mutlak kesadaran, kesadaran yang kita tumbuhkan  ke rakyat, bahwa tanpa merubah cara main atau sistem yang lebih besar, persoalan tersebut besar kemungkinan akan muncul kembali.  Lebih jauh lagi, Kita bahkan harus mengajak mereka (rakyat)  untuk juga ikut memperjuangkan nasib orang (rakyat) lain.

Lalu bagaimana cara melakukan pengorganisiran rakyat?

Selain memang perlu ada para  organizer (orang yang mengorganisir) yang memiliki kedisiplinan tinggi, karakter kuat, dan kemampuan teknis serta profesionalitas. Pengorganisiran juga memiliki teknik dan langkah-langkah umum. Organizer setelah ini kita sebut sebagai agen.

 

Baca Juga : Sosio Demokrasi Menurut Bung Karno

Langkah Pertama: Integrasi (Penyatuan)

Integrasi antara agen dan rakyat yang sedang memiliki persoalan adalah langkah yang pertama sekali. Agen  harus berusaha meleburkan d1rinya pada rakyat yang mereka bela untuk mengetahui struktur budaya, sejarah, ekonomi, pemimpin, dan gaya kehidupan dari rakyat tersebut.

Agen haruslah mengunjungi orang-orang, terlibat dan menceburkan diri dalam pembicaraan-pembicaraan kecil, mengambil bagian dalam kegiatan rakyat, terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok tidak resmi, tinggal bersama mereka dan merasakan apa yang mereka makan, apa yang jadi hiburan mereka dan ikut dalam pertemuan-pertemuan mereka.

Integrasi membuat agen mengetahui secara dalam  apa yang terjadi dengan rakyat baik dalam jiwa serta keadaan sosial mereka. Agar perubahan yang akan d1peruangkan sesuai dengan apa yang d1inginkan rakyat. Jikalau para agen tidak menyatu dengan rakyat, mereka tidak akan pernah mempelajari dimensi yang sesungguhnya dari persoalan rakyat atau bagaimana merangsang mereka untuk berubah.

 

Baca Juga : Penjajahan Gaya Baru

 

Langkah Kedua: Penyelidikan Sosial / Analisis Sosial

Penyidikan sosial adalah sebuah proses yang sistematis mencari masalah-masalah rakyat dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Agen mencari permasalahan-permasalahan yang sangat d1rasakan rakyat untuk dikembangkan sehingga rakyat mau bertindak.

Bagaimana melakukan penyidikan sosial?, Secara umum, ada tiga cara: Yang pertama, mempelajari catatan dan laporan (penelitian) yang membicarakan masalah rakyat. Cara kedua, adalah belajar dari rakyat itu sendiri bagaimana mereka merasakan sebuah permasalahan, bagaimana mereka melihat rincian sebuah permasalahan, komplikasi (kaitan) serta maknanya.

Cara yang ketiga adalah mempelajari sebuah permasalahan sebagaimana yang ditentukan oleh bangunan kekuasaan (struktur) dari rakyat tersebut, seperti mempelajari bagaimana para pimpinan rakyat terikat pada sebuah permasalahan.

 

Baca Juga : Asas Perjuangan Mahaenisme

Pada proses ansos (analisis sosial) inilah agen dapat menemukan isu/permasalahan yang dirasakan oleh sebagian besar rakyat. Pada proses ini juga agen harus menemukan concat Person. Concat person merupakan individu yang bisa dijadikan subjek awal perubahan. Concat Person adalah individu yang berpengaruh dalam kelompok masyarkat tersebut.

Langkah Ketiga: Agitasi dan membangun harapan

Agitasi adalah usaha menjelaskan kepada rakyat akar permasalah yang sedang mereka hadapi. Lalu menggerakkan rakyat untuk bersama sama memperbaiki akar permasalahan tersebut. Banyak sisi untuk menciptakan rangsangan (motivasi) atau agitasi ini kepada rakyat.

Beberapa yang biasa d1gunakan adalah kepentingan pribad1, kelompok, moralitas, hak-hak, kehormatan atau rasa malu, harapan akan masa depan yang lebih baik dan hal yang lainnya. Disesuaikan dengan kondisi pokok-pokok budaya, agama, sejarah dan logika rakyat itu sendiri.

Pesan-pesan agitasi yang d1lakukan harus menggunakan media yang efektif. Tingkat keefektifan akan sangat berbeda antara satu kelompok rakyat, dengan kelompok rakyat yang lain. Jika minat baca rakyat kurang, maka pesan bisa d1sebarkan menggunakan selebran bertulisan singkat atau film. Bisa juga dilakukan dengan teknik-teknik persuasif.

Intinya, agitasi harus mampu membangun harapan bersama. Akhir dari proses ini adalah terciptanya mimpi bersama, terbentuknya harapan bersama akan kondisi yang lebih baik dari persoalan sosial yang ada. Motivasi menjadi tindakan kolektif. Tentunya keyakinan bahwa persoalan itu bisa diatasi secara mandiri oleh rakyat itu sendiri. Baca Juga : Berjuang di Parpol Itu Berat

Langkah Keempat: Rapat Dan Diskusi

Pada rapat umum, rakyat mengesahkan secara bersama-sama apa yang sudah mereka putuskan sendiri-sendiri secara perseorangan. Pertemuan memberikan rasa kekuatan dan kepercayaan bersama-sama. Hal itu menimbulkan kesan bahwa mereka tidak sendirian. Mereka belajar satu sama lain mengenai keyakinan dan motivasi.

Pertemuan juga membuat pembagian tugas, seperti misalnya siapa mengerjakan apa, mengejakannya bagaimana, kapan siapa mengerjakan apa. Pembagian tugas ini adalah bagian penting yang harus d1lewati. Agar semua yang terlibat merasa berharga dan memiliki peran. Sehingga terbangun dalam jiwa bahwa keberhasilan adalah kerja kolektif, bukan kerja perseorangan.

Agen tidak boleh terlalu menonjolkan diri baik dari aspek komunikasi dan peran-peran terbuka. Agen hanya boleh mengambil porsi yang lebih untuk hal-hal yang memang belum d1kuasi oleh rakyat (sais misalnya), sembari agen meningkatkan kapasitas rakyat dalam urusan teknik dan sains dengan kursus-kursus.

Langkah Keenam: Laporan Dan Catatan Harian

Dalam proses pengorganisiran di semua level persoalaan, seperti sosial, ekonomi, politik, pendidikan, atau yang lebih spesifik, pertanian, air bersih, penciptaan lapangan kerja dan lain sebagainya, yang juga penting adalah membuat laporan dan cataan harian pengorganisiran.

Laporan bertujuan untuk memudahkan kita dalam melihat situasi secara keseluruhan, tentu untuk merumuskan strategi taktik berikutnya untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan. Sedangkan catatan harian pengorganisiran sebenarnya sangat berguna bagi agen untuk membaca perkembangan penyelesaian persoalan rakyat secara kualitatif dan kuantitif. Kedua hal ini sangat penting, walaupun memang sering terlupakan oleh banyak orang.

4 thoughts on “Pengorganisiran Rakyat dan Langkah-langkahnya

Komentar

anak anak

Wahai Orang Tua, Baca Ini Agar Anda Tidak Jadi “Monster” Bagi Anak

Baca dan renungkan Pernyataan d/bawah ini. . . “Orang tua saya memukuli saya sewaktu kecil tapi saya tidak trauma”. Kata laki laki yang dilaporkan ke kantor polisi oleh mantan istrinya karena kekerasan fisik. “Saya sewaktu kecil d/biarkan menangis sendiri oleh orang tua saya sampai ketiduran dan tidak keluar dari kamar”. Kata laki laki yang menghabiskan […]

Read More
faktor revolusi menurut bung karno

Tidak Bisa Sesuka Hati, Ini Faktor Revolusi Menurut Bung Karno

Kita sering mendengar kata revolusi dalam narasi perjuangan, akan tetapi apa sebenarnya revolusi itu, dan apa saja faktor-faktornya?. Revolusi menurut Bung Karno adalah penjungkirbalikan seluruh tata nilai lama untuk diganti dengan tata nilai yang baru.  Penjungkirbalikan tata nilai lama ini haruslah sampai ke akar-akarnya. Penjungkarbalikan ini artinya perubahan total dari sistem atau tata nilai yang […]

Read More
Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda

Kata-kata Ini Membuat Orang Segan Debat Dengan Anda. Kata-kata bijaksana berikut dirangkai dengan pola yang d/kenal sebagai Sleight of Mouth (SOM) yang kalau d/terjemahkan secara bebas berarti “Bersilat Lidah”. Secara umum, pola SOM bermain d/ keyakinan. Akan tetapi kita tau bahwa keyakinan seseorang yang tentu berbeda-beda dan belum tentu benar. Setiap keyakinan seseorang selalu d/bentuk […]

Read More