Propaganda Perjuangan Dulu Sampai Sekarang

propaganda perjuangan
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Propaganda Perjuangan. – Pergejolakan dan sebab musabab dari pertikaian antar bangsa adalah hal yang berkaitan dengan materil dan berhubungan dengan kejayaan. Bisa kita kebelakang sejenak memandang dengan teliti pertarungan kelas yang terjadi ratusan tahun lalu. Menyebarnya para penjelajah Eropa ke hamparan pulau-pulau di Asia mencari tumpukan harta karun berupa kekayaan alam yang luas. Rempah-rempah adalah komoditas utama yang meeka kejar, termasuk di nusantara.

Kemudian zaman berganti hingga mereka, bangsa yang miskin itu menemukan barang yang lebih penting dari pada hanya sekedar rempah-rempah. Mereka dengan serakah menggali  minyak, besi, emas, nikel, timah dan semua yang ada pada perut bumi bangsa kita.




Silih berganti mereka berebut makan di nusantara, mulai dari bangsa portugis, inggris hingga belanda. Ber-abad mereka menikmati kemewahaan dan ber-abad pula masyarakat mengalami pembodohan serta penyiksaan yang tak terkira perihnya.

Baca Juga : Soekano dan Nasionalisme Indonesia

Lahirnya Para Pahlawan

Dari masa yang suram itu lahirlah pahlawan-pahlawan yang  terus melawan dengan senjata yang tak sebanding dengan para penjajah.  Berkali-kali pula kita kalah. Lalu, akibat siraman ilmu pengetahuan, lahirlah pemikir dan pejuang bangsa dari kaum muda terpelajar.

Pada saat yang menengangkan itu, meletuslah perang pasifik dengan kalahnya jepang dan menangnya sekutu menjadi momentum yang berharga bagi kita. Pada saat inilah awalnya penyusunan pondasi dasar Negara dengan pancasila sebagai pedomannya.

Begitu panjang sejarah bangsa ini jika kita tuliskan, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil salah satunya adalah “Propaganda”.


Baca Juga : Asas, Asas Pejuangan, dan Taktik

Propaganda terus menerus tersebar oleh para pejuang pada masa itu.  Bentuknya berupa selebaran dan tulisan-tulisan. Pesan-pesan perjuangan dan kebangsaan terus bergelora pada setiap sudut nusantara. Dua pemimpin pergerakan nasional ternama saat itu, Bung Hatta dan Bung Karno menjadikan propaganda hal penting dalam memperkuat semangat perjuangan. Sebab meraka tau, perjuangan tak bisa kerjakan tanpa dukungan rakyat.

Propaganda Perjuangan Bung Karno

Suara Rakyat dan Suluh Rakyat menjadi corong Bung Karno dalam meluaskan buah pikirnya melalui tulisan-tulisan yang membakar semangat masyarakat, selain dalam pidatonya. Bahkan, untuk keperluan keamanan (karena Belanda sangat takut rakyat membaca tulisannya) Bung karno menyamarkan namanya dalam setiap tulisan-tulisannya. Begitulah, Propaganda sangat penting dalam pergerakan. Bahkan Bung hatta berpendapat bahwa suatu pergerakan yang tidak mempunyai majalah (corong propaganda) tidak bisa hidup subur, karena majalah itulah menjadi perikat batin setiap anggota dan simpatisannya.

Baca Juga : Teori Perjuang4n dan Prakteknya

Propaganda Perjuangan Bung Hatta

Pada tahun 1922-1925 Bung hatta menjadi bendahara dalam kepengurusan organisasi pergerakan pemuda indonesia di Belanda, yaitu Perhimpunan indonesia. Bung Hatta menerbitkan majalah sendiri  dengan teratur dalam penerbitannya, dan itu beliau usahakan sendiri. Tahun itulah tahun pertama “Hindia Poetra” terbit dan kemudian berganti nama mejadi “Indonesia Merdeka” (1924).

Inilah propaganda perjuangan , majalah dan surat kabar itu secara rutin terbit, menjadi bacaan masyarakat dan pemuda pada saat itu, walaupun hanya sebagian kecil saja rakyat yang pandai tulis baca. Tulisan-tulisan pada majalah dan surat kabar itu menjadi inspirasi bagi pejuang-pejuang dan dengan sendirinya menjadi sebuah opini yang dipublikasikan dan membakar semangat masyarakat.

Baca Juga : Penjajahan Gaya Baru di Indonesia

Kini, sangat banyak surat kabar baik cetak maupun online, tapi kebanyakan  hanya hadir sebagai penghancur dan menanamkan jiwa pesimisme kepada masyarakat. Organisasi pergerakan pemuda sangat jauh dari yang namanya propaganda kebangsaan. Bahkan cendrung pasif dan hanya konsumen dari informasi yang tersebar dari  berbagai macam media yang belum tentu benar adanya.

Mengapa saya katakan penghancur dan penanam jiwa pesimisme?. Saudara bisa lihat, saudara bisa perhatikan dengan seksama. Media lebih senang memberitakan hal-hal negatif dari pada hal-hal positif. Semangat nasionalisme terkikis, optimisme hancur dan terkubur dengan berita korupsi, pembunuhan, perampokan, permekosaan, penculikan, terorisme, kegaduhan politik, dan semua hal yang negatif.

 

Media Hai ini

Lihatlah, Media-media online hanya mejadi “Humasnya” Pemerintah, karena mereka bergantung dari Anggaran Pemerintah. Padahal, kini sangat mudah untuk menyebarkan informasi. Begitu banyak media, bahkan sangat banyak. Sangat jauh berbeda, dulu (zaman penjajahan) pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia,  jangankan untuk mendirikan sebuah media, menulis saja harus dengan nama samaran.


Baca Juga : Teori Perjuangan Marhaenisme

Penjajahan dibumi pertiwi kini telah usai, tapi hanya bentuknya. Kini hadir penjajahan bentuk baru yang lebih mengerikan, yang berakar dari paham yang sangat klasik “kapitalisme”, dimana informasi menjadi sebuah komoditi yang menguntungkan sekaligus menjadi  senjata yang lebih mematikan dari pada bom atom dan nuklir.

Bebasnya pers, dan lahirnya media baru seperti internet merupakan sebuah peluang dalam melakukan propaganda, manfaatkan itu, jangan sampai jiwa pemuda kita hancur dan hanyut dalam romantisme film-film cinta, jangan sampai semangat juang pemuda  melebur dalam hanya sekedar khayalan animasi-animasi jepang, jangan sampai mati dalam manisnya game-game yang membuat pemuda kita menjadi bodoh dan jauh dari buku yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, jangan sampai terkubur dalam pragmatisme yang dipropagandakan lewat monopoli industri film oleh hollywood. Sadarlah wahai pemuda, betapa pentingnya propaganda dalam sebuah pergerakan. Mulailah singsingkan lengan, dan bergerak dengan propaganda, bukan hanya sekadar berpolitik dan mendekat kepada penguasa.

Baca Juga : Sosio Demokrasi Menurut Bung Karno



Lihatlah lagi kebelakang, bacalah lagi sejarah betapa Hitler menakuti media cetak pada sat itu, dan membrendel media-media. Ingatlah lagi betapa soeharto mengerti bahwa media memiliki power yang tak terhingga sehingga ia mengontrol seluruh media di indonesia dengan tangan besinya. Lihatlah ke china, betapa mereka paham bahwa internet mampu mengubah cara pandang politik masyarakatnya, sehingga mereka mebuat mesin pencari sendiri dan membuat media sosial sendiri. Perubahan besar didunia ini dimulai dari perubahan cara berpikir, dan pikiran manusia sangat dipengaruhi oleh informasi, termasuk perubahan yang terjadi pada Bangsa Indonesia.

 

Penulis Merupakan
Ketua Umum GKRM

(Gerakan Kebangkitan Rakyat Marhaen)

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

2 thoughts on “Propaganda Perjuangan Dulu Sampai Sekarang

Komentar