PMII Inhil Kembali Menyelenggarakan Mapaba Yang Ke-V

Bagikan Tulisan Ini Bung...

ASWAJA.  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir (PK PMII Inhil) kembali melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Ini merupakan MAPABA yang kelima  dilaksanakan pada hari Sabtu (22 November 2029). Di dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus PMII, MAPABA adalah sebuah proses kaderisasi pertama atau masa orientasi PMII. Pesertanya merupakan mahasiswa, MAPABA merupakan pintu masuk untuk menjadi anggota PMII yang berpaham Ahlul Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA).

 

Diselenggarakan dengan penuh hikmat. MAPABA kali ini bertempat  di Gedung Taman Kanak-kanak (TK) Al-Husniah. Tepatnya berada di depan Stadion Sungai Beringin, Jalan Lingkar 2.

 

MAPABA kali ini mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Ahlusunnah waljamaah Sebagai Dasar Dalam Pembentukan Kader Yang Progresif”. Kegiatan yang dihadiri 30 mahasiswa dari Universitas Islam Indragiri dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurasyidin Tembilahan. Turut hadir mahasiswa dari  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rengat itu berlangsung dengan lancar.

 

Kegiatan MAPABA tersebut dibuka secara resmi oleh sahabat senior Burhan, SH., MH. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Panitia sahabat Muhammad Taher. Dalam kata sambutannya sahabat Taher mengatakan bahwa MAPABA merupakan agenda rutin yang harus dilakukan. MAPABA adalah sebagai bentuk kaderisasi awal di PMII yang wajib di ikuti bagi seluruh calon kader PMII.

 

“Ini adalah pintu masuk pertama bagi para mahasiswa-mahasiswa yang berpaham Aswaja. Mapaba sangat amat perlu diselenggarakan secara runtin. Paling tidak dalam satu tahun, pengurus PMII harus menyelenggarakan Mapaba sebagai ajang kaderisasi bagi anggota” Kata sahabat Taher

 

Sahabat Taher juga menambahkan,  posisi strategis dan pentingnya peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change  dan agent of control. Mahasiswa yang notabennya adalah agen perubahan dan agen kontrol sangat diharapkan mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam melakukan perubahan yang positif bagi nusa dan bangsa secara luas. Perubahan tersebut dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat dan bakat serta hal yang dapat membangun pribadi positif bagi mahasiswa itu sendiri. Wadah itu salah satunya adalah PMII. Maka sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi di luar kampus. Selain untuk belajar, menggali potensi diri, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan Ungkap nya.

 

Penyampaian materi dari salah satu kader PMII Inhil

 

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Unisi sahabat Irsyad Wahidi menyatakan bahwa PMII adalah organisasi kader yang bukan hanya berideologikan Ahlussunnah Wal Jamaah tapi juga berazaskan Pancasila. Menurutnya PMII adalah wadah yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang nilai-nilai ke-Islaman dan kebangsaan serta PMII mampu mencegah paham-paham radikal menyesatkan yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI). Dia juga melanjutkan, ciri khas dari PMII yaitu selain menanamkan nilai-nilai spiritual melalui aktivitas-aktivitas di dalamnya juga secara dialektis diharapkan mampu membentuk pola pikir.

 

“Pola pikir itulah yang menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan tanggung jawabnya di dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama. bahwa kegiatan MAPABA dan berorganisasi sangat penting” tambah sahabat Irsyad

 

Begitu pentingnya berorganisasi dan besar manfaat yang akan dirasakan bagi para mahasiswa ketika nantinya dihadapkan kepada realitas kehidupan di lingkungan bermasyarakat. Jiwa yang haus akan ilmu dan pengalaman dan semangat terus gali potensi diri dalam organisasi yang adik-adik pilih karena manfaatnya yang begitu besar.

🔥59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *