Aktivis Sejati & Mereka Yang Bertopeng Idealisme

Bagikan Tulisan Ini Bung...

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda” Tan Malaka.

IDEALISME — Lepas dari identitas siswa dan menjadi seorang mahasiswa yang dianggap memiliki intelektual tinggi. Menjadikan beberapa pemuda-pemudi dengan bangga menyebutkan dirinya sebagai aktivis. Maka lalu akan timbul pertanyaan yang benar-benar menggelitik dibenakku, aktif seperti apa yang membuat mereka-mereka itu berhak dilabeli seorang aktivis mahasiswa?. Datang duduk dengar diam lalu pulang?, banting tulang mengejar IPK?.  Senggal-senggol berebut kuasa dalam organisasi intra-kampus?. Memakai nama besar organisasi ektra-kampus seolah paham dengan tujuan gerakannya?. Kesana-sini petantang-petenteng membawa buku-buku ideologi tapi tak pernah dibaca?. Koar-koar sana-sini soal keadaan rakyat tapi mentok ditanya solusi?. Men-seolahkan dirinya peduli pada kondisi rakyat tapi enggan diajak diskusi?. Atau foto sana-sini dengan aktivis luar seolah jam terbangnya jauh sekali, yang mana? Seperti apa aktivis itu sebenarnya?

 

 

Maka aku akan mengambil kalimat dari seorang aktivis pra-kemerdekaan, Tan Malaka pernah mengungkapkan “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda”, seolah beliau mengisyarakatkan bahwa Idealisme adalah barang yang amat langka yang hanya dimiliki oleh segelintir minoritas patriotis. Sulit menemukan pemuda yang didalam dirinya, punya cita-cita idealisme yang sampai kapanpun, beguncang duniapun, bahkan boleh kukatakan kiamat sekalipun, akan tetap berpegang teguh pada kekuatan idealisme yang digenggam pikirannya.

 

Baca juga : Filantropi Marhaenisme

 

Baik, lalu apa itu aktivis? Adakah lawannya dalam percaturan ini? Ku beri dua gambaran berbeda agar kalian lebih bisa memeluk arti dari aktivis itu, agar kalian lebih tahu dan dapat membedakannya.

 

Aktivis vs Organisatoris

Organisatoris dan Aktivis adalah dua identitas serupa tapi bertolakan. Organisatoris adalah mereka yang punya idealisme, tapi ketika dihadapkan dengan konstitusi yang menentang idealismenya, maka ia akan kubur dalam-dalam idealismenya dan menerima jabat tangan dari konstitusi, mereka itulah makhluk-makhluk bertopeng idealisme. Sedangkan aktivis adalah mereka yang sampai kiamat leburpun, akan tetap berpegang teguh, dan menolak apapun yang menentang idealismenya. Tidak! Tidak! Aku tidak mengatakan bahwa aktivis itu menentang konstitusi, aku tidak mengatakan bahwa aktivis itu tidak taat aturan, jangan beranggapan demikian. Yang kumaksudkan adalah mereka yang panas pada konstitusi yang menindas rakyat. Dan Mereka tidak mau berkompromi pada aturan-aturan yang mencekik orang banyak, maka merekalah aktivis sejati itu. Bagaimana? Terbayangkan olehmu apa itu aktivis?

 

 

Maka dengan ini kusampaikan secara khusus kepada para marhaenis-marhaenis muda, teruslah genggam bara api Marhaenisme ini, biarpun ia perih rasanya, jangan sekalipun membiarkan ia terlepas dari semangat perjuangan. Dan kepada umumnya aktivis, biarpun gonjang-ganjing bumi pertiwi ini, yang namanya idealisme adalah barang wajib yang haram untuk ditinggalkan para aktivis.

🔥96

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *