Parampam dan kesuksesan Festival Parampam Part 1

parampam
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Parampam. Gairah bermusik tak habis-habisnya di sini, di kota ini. Ibarat air yang selalu mengalir, ada saja inovasi dan terobosan yang membanggakan dari musisi Tembilahan. Kali ini telah kembali, Pemain lama yang telah lama bertungkus lumus di dunia Musik.

Parampam, band ini diberi nama. Sejak 2012 menapaki jalan terjal penuh kenangan dalam dunia musik. Siapa yang tak kenal meraka?, sekolompok anak muda yang selalu berkarya.

Cafe ke Cafe,
panggung ke panggung, hingga
Festival ke Festival.

Parampam Hadir Kembali

Setelah sekian lama mereka tak terlihat karena terkendala covid-19, Kini mereka hadir kembali dengan sebuah kejutan.

Baca Juga :

Sepertinya, Kerinduan yang memberontak dalam diri mereka tak tertahankan. Kemarin,  23 Desember 2020, mereka laksanakan Festival Musik Akustik yang sangat meriah.

Kegiatan yang diberi nama “Festival Parampam Part 1” itu seperti kado akhir tahun dari mereka. Ratusan penonton memadati Cafe Kedai 13, gelak tawa, sorak sorai serta gemuruh tepuk tangan penonton tak henti terus bergema di setiap penampilan dari berbagai band yang ikut bertanding.

Untuk diketahui,  Festival Musik Akustik Parampam Part 1 dimenangkan Oleh The Streetlight.

Wajah Bangga yang terpancar lewat senyuman lebarnya seorang ketua Pelaksana, Reza Fahlefi. Tak sempat terbayang di fikirannya bahwa Festival Parampam akan se “keren” ini.  Suntikan semangat penonton & support dari Tim sepertinya menjadi  kekuatan yang besar untuk mereka melompat lebih tinggi lagi.

“Berkegiatan yang positif akan melahirkan hal yang
positif pula”

Begitu kata Ejak sapaan akrabnya, Vocalis Parampam.

KETUA PANITIA : REZA FAHLEFI (Ejak_gogo) mengatakan, ini adalah kegiatan yang berfokus pada silaturahmi dan penyatuan visi dan misi para pelaku seni di Kab. Inhil agar seni di Inhil lebih aktif dan dihargai. Ejak juga mengatakan bahwa hal yg lebih penting dalam berkesenian adalah Etika dan perilaku, apa artinya sebuah skill atau kehebatan tanpa diimbangi dengan akhlak yg baik pula. Serta semangat untuk bersatu demi kemajuan seniman Inhil.

Patut di acungi jempol memang. Parampam terbukti tak pernah tunduk pada kondisi yang ada. Tetap berproses, tetap berkarya. Ada peluang di depan mata, langsung tancap gas.

Pada Festival tersebut,  Parampam juga menghadirkan “singers” terkenal di Tembilahan yang bergabung dalam K-Unity Voice turut mengisi acara.

Seniman Teater turut memeriahkan dengan membaca Puisi. Bintang tamu dari berbagai band Tembilahan seperti Daminja kustik, Suhat kustik, Terace kustik dan PWJ menambah meriah acara ini.  Tedapat pula Pameran seni, seperti Seni lukis, Seni rupa, kontemporer dan Seni moral.  Full of surprise memang acara ini.

Kegiatan ini  didukung oleh Donatur yang sangat dermawan karena perlu kami tegaskan ujar
Ejak kegiatan ini tanpa sponsor utama ini murni buah fikiran untuk kemajuan bersama tanpa ada
kepentingan apapun dan siapapun. Donatur seperti pengusaha/pribadi yg turut mensukseskan Festival Parampam #1 : IWN, ELFLO, SECOUND IMPORT, FOODCOURT, AMMI, MADAS ENTERTAINMENT, LMMKB,RANO KIRMAN CENTER, KEDAI13, MACRO, LOKA THAITEA, NOLA LATIFA BRIDALS,DMJ, AL.PRO, DAGOaje, BETTA RAWA GEMILANG, RAHMAT JAYA-09 dan media partner INSTAINHIL.
Kegiatan ini juga dipayungi langsung oleh DKR inhil selaku rumah bagi seniman yang berkontribusi di Inhil.

Cadas!,
Mereka adalah kesatuan,
Meraka adalah Masa Depan,
Mereka Pintu Gerbang,
Mereka Tiang Penyangga Rumah Besar Musisi Tembilahan.

Ada hal yang mengejutkan lainnya.

Malam itu, di tengah-tengah acara, Dewan Kesenian Riau (DKR) Inhil memberikan Penghargaan kepada MZA Hardi yang menyanyikan lagu “JAGA INHIL KITA” karya APOK SINGEL SINGEL dan menjadi lagu terbaik Inhil 2020.

Siapa yang tak kenal APOK Singel-Singel, Musisi yang arang melintang di dunia musik.  Punya ratusan karya, bahkan banyak karyanya yang viral dan menyebar ke luar riau. 

Wajar dan Sangat Pantas, Lagu “JAGA INHIL KITA” menjadi lagu terbaik.

 

 

Komentar