Propaganda adalah Instrumen Perjuangan Marhaenisme

propaganda adalah
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Propaganda adalah penerangan (dari  pendapat, paham, dan sebagainya) baik benar maupun salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. Itulah arti propaganda dari kamus besar bahasa indonesia (KBBI)

Kita pastinya sering menemukan kata “Propaganda” baik dari bacaan, atau tontonan.  Jika kita mendengar kata propaganda,  seringnya membuat kita langsung menafsirkannya itu sebagai satu tindakan yang kesannya negatip.

Baca Juga :

Kata “propaganda” langsung memberikan gambaran di pikiran sebagian orang  sebagai tindakan yang buruk. Misalnya, propaganda politik, propaganda perang, propaganda komunis, dll. Coba sesekali kita padukan kata Propaganda dengan kata yang positif, misalnya propaganda sedekah, propaganda keislaman, propaganda nasionalisme, mungkin akan terasa lebih positif.

Propaganda sebenarnya bahasa latin, yaitu propagare yang artinya menyemaikan tunas suatu tanaman. Propaganda adalah istilah yang sering  digunakan untuk upaya penyebaran ajaran agama. Akan tetapi seiring perkembangan, sering pula digunakan oleh pelaku politik  (politikus dan aktivis politik) sebagai salah satu dari  bentuk sebuah komunikasi politik. Hal ini digunakan tidak lain adalah untuk menggalang massa dan memengaruhi orang banyak (publik). (Heryanto, 2015).

Baca Juga :

Artinya, sebenarnya propaganda adalah aktifitas komunikasi untuk tujuan mempengaruhi seseorang agar mengikuti sebuah kepercayaan, nilai atau ideologi.

Defenisi lain dari propaganda adalah

Adalah satu upaya yang dilakukan dengan sengaja serta sistematis, guna membentuk satu persepsi, “memanipulasi” pikiran, dan berusaha mengarahkan tindakan (kelakukan) untuk mendapatkan reaksi seperti apa yang diinginkan oleh propagandis (penyebar propaganda).

— Victoria O’Donnell and Garth S. Jowett Propaganda And Persuasion

Dalam memperjuangkan kemerdekaan, para pendiri bangsa menjadikan propaganda sebagai instrumen perjuangan. Bung Karno misalnya, mengatakan bahwa propaganda penting dalam menjalankan sebuah perjuangan baik dalam membela kaum marhaen atau merebut kemerdekaan.

Propaganda adalah instrumen perjuangan. Marhaenis tidak bisa berjuang tanpa upaya-upaya propaganda. Karena sebuah kesatuan tindakan, kesatuan massa aksi, tidak dapat terjadi jika tanpa ada upaya untuk menyentuh psikologi-kognisi publik. Kesadaran rakyat tidak mungkin hadir tanpa upaya menyebarkan pesan perjuangan yang terus menerus dilakukan.

Sebagai sebuah metode, seorang yang melakukan propaganda disebut juga dengan propagandis. Dalam melaksanakan propaganda, kita dapat merujuk pada teknik-teknik yang telah berkembang di dunia. Selain itu, kita juga perlu melakukan propaganda dengan menyesuaikan dengan jenis-jenis propaganda yang ada.

Baca Juga : Teknik-Teknik Propaganda

Komentar