Tradisi Beredah, Ditelan Modernisasi Zaman

tradisi beredah
Bagikan Tulisan Ini Bung...


Oleh : Roma Melayu

Tradisi adat resam budaya melayu sangatlah kaya, salah satunya adalah tradisi beredah yang sudah ada sejak zaman dahulu.  Tradisi beredah ini d1mainkan ketika orang melayu mengadakan pesta pernikahan, dan juga Pembukan MTQ ( Musabaqoh Tilawatil Qur’an). Ibarat kata,  ketika gendang sudah d1pukul para seniman pun mulai bershalawat berzanji.

Menurut literatur, Alat beredah dibuat dari kulit kambing / sapi. Untuk membuatnya, pengrajin membutuhkan ketelitian dan kesabaran, ini sangat berkaitan dengan kualitas bunyi yang dihasilkan.


Untuk bermain alat musik beredah, setidaknya membutuhkan  10 sampai 20 orang.  Satu atau dua orang bertindak sebagai pemandu grup guna  harmoni dan kesesuaian pukulan gendang.  Mereka yang bermain beredah tidak langsung tampil begitu saja, para seniman tradisi beredah melewati sesi latihan sebelum naik panggung.

Ibarat kata, Naik tanpa persiapan, turun tanpa penghormatan.

Shalawat Berzanji adalah satu dari sekian daftar yang wajib untuk dibawakan para semiman beredah. Lagu yang d1bawakan beragam, ada lagu yang panjang dan ada lagu yang pendek. Biasanya lagu yang panjang  d1mainkan saat matahari terbenam, tepat  menjelang hari  pesta pernikahan.  Sedangkan  lagu pendek d1mainkan  untuk kedua mempelai yang bersanding di pelaminan.

Baca Juga :

Tanjak Melayu Harus Sesuai Adat Resam

Tradisi Tepung Tawar melayu

Romantisme benar-benar terasa saat itu, haru dan bahagia muncul di hari yang spesial untuk kedua mempelai. Sentuhan Shalawat memberikan nuansa sakral untuk semua yang hadir. Hal ini d1harapkan agar mendapat berkah dan menjadi keluarga yang  sakinah mawaddah warohmah.

Akan tetapi hari ini beredah semakin langka,  karena para seniman yang sudah tua. Di tambah generasi muda yang tak tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan, modernisasi seakan membuat orang melayu  sekarang enggan menggunakan tradisi beredah saat pesta pernikahan.   Entah apa sebabnya, mungkin modernisasi semacam musuh abadi budaya dan tradisi melayu.


Mengapa harus  menepuk gendang sampai pagi kalau mengunakan MP3 bisa lebih mudah. Kalimat ini sungguh menggores luka yang dalam.

Harapan kita semua, alangkah baiknya generasi muda melayu mewarisi adat resam budaya melayu tersebut. Belajar memainkan alat musik beredah sambil bershalawat, agar terus tegak menjulang budaya melayu, dan tradisi beredah tidak hilang di telan zaman.

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

One thought on “Tradisi Beredah, Ditelan Modernisasi Zaman”

Comments are closed.