Bengkel Sablon, Berusaha Bangkit di Tengah Pandemi

bengkel sablon
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Bengkel Sablon,  usaha sablon kaos (pakaian) yang dijalankan oleh salah satu pemuda di Tembilahan. Belum genap 2 tahun usianya, badai besar datang menerjang bahtera perjuangan, bahkan hampir menenggelamkannya.

Seperti yang kita ketahui, sejak datangnya “monsters” bermana Covid-19, banyak kegiatan dilarang, komunitas tidak melaksanakan event, dan kemampuan belanja masyarakat menurun drastis. Hal itu secara langsung berdampak pada berbagai macam sektor usaha kecil masyarakat, termasuk dunia persablonan di Tembilahan.

Solihin, Manager Bengkel Sablon menceritakan perihnya mempertahankan usaha di tengah Pandemi.

“Hancur, kami hancur, hancur leburlah pokoknya. Hampir sembilan bulan pemasukan menurun sampai level paling rendah. Biasanya setiap bulan kami bisa dapat ratusan pesanan, ini 10 pesanan saja sudah hebat.”

Covid-19 bukan hanya menyebabkan luka bagi dunia kesehatan, tapi juga duka bagi usaha kecil masyarakat. Tidak ada pilihan lain selain bertawakal kepada Allah, Sang Penguasa Alam yang penuh kasih dan sayang. Detik demi detik, tak hanya keringat yang tertetes, “darah perjuangan” terus mengalir dari bengkel sablon.

Baca Juga : Toko Piala di Tembilahan

“Kita cuma bisa berserah diri kepada Allah, maksimalkan promosi, turunkan harga, bahkan keliling mendatangi calon pelanggan sudah kita lakukan. Yang lebih sedih lagi, kami tidak dapat membayar sewa toko lagi, semua peralatan kami pindahkan kerumah.”

 

Bengkel Sablon, Adalah Contoh dari Hebatnya UMKM Indonesia

“Tapi alhamdulillah, karena orang sudah mulai boleh berkegiatan, adalah sikit-sikit mulai lagi kita. Namanya rezeki sudah diatur, dan setiap masalah pasti Allah memberikan jalan keluar. Kita tidak boleh putus harapan, karena Allah maha besar, ini mungkin ujian bagi kita, supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah. InsyaAllah semua akan kembali baik lagi”.

Bengkel Sablon adalah satu dari sekian banyak usaha kecil masyarakat yang berhasil melewati masa tersulitnya. Mereka mencoba untuk bangkit dengan segala kekacauan yang telah terjadi.

Itulah hebatnya warga kita, hebatnya masyarakat Indonesia, hebatnya UMKM Indonesia. Meski himpitan dan terjangan badai keras menghantam, UMKM dapat bertahan dari depresi berat. Perlahan mereka bangkit meski lebam biru dan nanah masih terlihat disekujur tubuhnya (UMKM).

Menurut data yang ada, UMKM sumbang 61,7 % Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 120 juta angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor UMKM baik formal atau non formal. 98,7% total unit usaha yang ada di Indonesia, adalah UMKM. (Sumber: antaranews.com)

Kami berpesan dan mengajak kita semua untuk membantu pelaku UMKM dengan cara membeli produk-produk mereka. Mereka adalah pahlawan sesungguhnya, UMKM adalah pahlawan bagi ekonomi Indonesia. UMKM Bangkit, Indonesia Jaya!

 

Penulis :

Saipudin Ikhwan (Ketua Umum GKRM)

One thought on “Bengkel Sablon, Berusaha Bangkit di Tengah Pandemi”

Comments are closed.