Sumber Daya Manusia Perpustakaan

Sumber Daya Manusia Perpustakaan
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Sumber Daya Manusia Perpustakaan adalah bagian penting dalam menentukan maju atau mundurnya sebuah perpustakkaan. Perpustakaan sangat bergantung dengan sumberdaya manusia yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu, perputakaan harusnya memberikan perhatian lebih pada SDM.

Ada 3 komponen yang membentuk sebuah perpustakaan baik level desa, sekolah, umum hingga perguruan tinggi.  1) fasilitas fisik, 2) fasilitas yang informasi  dan, 3) personil atau staf  (SDM).  Dari tiga komponen tersebut, komponen terakhirlah  yang  paling mampu  membuat sebuah perpustakaan menjadi hidup.  Personil atau SDM  tersebut bertugas untuk mengumpulkan,  mengorganisir koleksi serta juga bertugas menemukan informasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat (Pemustaka).

Sumber daya manusia merupakan mereka  yang bekerja pada sebuah perusahaan, organisasi atau sebuah institusi. Sumber daya manusia  adalah satu  faktor yang sangat  menentukan, karena  mereka yang dapat menjalankan sistem sebuah organisasi. Sumber Daya Manusia Perpustakaan artinya mereka yang bekerja pada organisasi perpustakan.

Baca Juga : Organisasi Perpustakaan

Pustakawan Adalah

UU No 43  tahun 2007,  tentang perpustakaan. Khusunya pada pasal 29 ayat 2, jelas  menyebutkan bahwa SDM perpustakaan adalah tenaga teknis perpustakaan dan pustakawan.  Sebagai tenaga  teknis dan pustakawan, kita  harus memenuhi kualifikasi yang sesuai standar nasional  tentang perpustakaan.

Pustakawan adalah mereka  yang memiliki kemampuan atau satu kompetensi yang  diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan. Pustakawan juga  mempunyai tanggung jawab untuk hal pengelolaan  serta  pelayanan sebuah perpustakaan.

Selanjutnya, pada PerMen PAN-RB  Republik Indonesia No 9  tahun 2014 menjelaskan lebih lanjut tentang pustakawan.  Pada peraturan tersebut disebutkan bahwa yang namanya pustakawan adalah seorang PNS  yang memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang  dan hak untuk melaksanakan kegiatan  kepustakawanan.

Adapun Jenjang Jabatan dan pangkat fungsional seorang pustakawan  menurut PerMen PAN-RB Republik Indonesia Tahun 2014 No 9 sebagai berikut:

Jabatan fungsional pustakawan : Pustakawan terampil, dan Pustakawan ahli.

Jenjang jabatan pustakawan tingkat terampil terdiri atas : Pustakawan pelaksana, Pustakawan pelaksana lanjutan dan Pustakawan penyelia.

Jenjang jabatan pustakawan tingkat ahli terdiri atas : Pustakawan pertama, Pustakawan muda, Pustakawan madya dan Pustakawan utama.

Kesemua jenjang tersebut dibentuk dan dibuat adalah untuk memaksimalkan manajemen sumber daya manusia yang ada di perpustakaan.

Komentar