BUMDes INHIL Berdiri, Bagaimana Lagi?

BUMDes Inhil
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Opini Oleh : Hadi Mardiansyah

HM Wardan (Bupati Inhil) targetkan pada tahun 2019 seluruh Desa harus memiliki BUMDes. Akan tetapi kemana rimbanya, adakah tindak lanjutnya?. Bisakah kita berharap lebih kepada Desa untuk mengembangkan BUMDes tanpa Blueprint dan Mapping yang jelas?.

Nih Beritanya : Bupati Wardan Targetkan 197 Desa Miliki Bumdes di Akhir 2019

Menurut saya tidak mungkin. Ini persoalan bisnis yang menggunakan dana desa, jika sekedar mendirikan bahkan anak SMP saja bisa.

Benar, pendirian BUMDes memungkinkan berdasarkan  UU DESA No 6 Tahun 2014. Harapannya juga jelas, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Akan Tetapi bukan berarti sekedar mendirikan. Perlu Konsep yang matang dan analisis pasar serta produksi untuk keberlangsungan hidupnya (BUMDes).

Kita bicara persoalan pasar misalnya, belum lagi sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Bisakah BUMDes berjalan sendirian?.

Baca Juga : Situs Resmi DPRD Inhil Seperti “Rumah Hantu”

 

Seperti yang kita ketahui, potensi setiap desa beda-beda. Walaupun sebagian besar masyarakat adalah petani kelapa, bukan berarti semua BUMDes jadi penampung (Tengkulak).

 

Kalau sekedar jadi tengkulak, menurut saya kita tak perlu mendirikan BUMDes.

“Mewabahnya” BUMDes di Inhil mememang dimotori oleh HM Wardan, Seluruh desa ditekankan oleh Bupati harus mendirikan BUMDes. Akan tetapi menurut saya, setelah berdirinya BUMDes, mereka ditinggal, seperti diberikan harapan tanpa memikirkan bagaimana mencapai harapan itu, sungguh miris. Bahkan ada salah satu BUMDes di Kecamatan Gaung yang direktur BUMDesnya mundur karena bingung harus melakukan apa. Kebetulan Direkturnya saya kenal.

Menurut saya, Bupati mendorong pendirian BUMDes se-Inhil  tak lebih sekedar ingin terlihat keren. Mungkin untuk dapat penghargaan. Soalnya yang saya lihat PEMDA INHIL seperti haus akan pengakuan tanpa pembuktian.  Contohnya, sebutan negeri hamparan kelapa dunia, festival kelapa dunia, itukan sekedar “gincu” saja.

Seharusnya, menurut saya, PEMDA harus buat BluePrint yang jelas tentang BUMDes. Karena jika ratusan BUMDes berdiri, tapi tidak tau harus ngapain, dan tidak didampingi akan menyebabkan malapetaka.

Atau mungkin, BluePrint-nya sudah ada, cuma PEMDA masih “malu-malu kucing” untuk mempublikasinya?.

 

3 thoughts on “BUMDes INHIL Berdiri, Bagaimana Lagi?

Komentar

wardan feryyandi

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?. Sejak awal 2021 ini, banyak pihak yang membicarakan siapa yang akan berlaga di pilkada (pemilihan bupati-wakil bupati) Indragiri Hilir mendatang. Meskipun waktu pelaksanaannya 2024 nanti, tapi isu dan wacana bakal calon sudah membanjiri ruang publik kita. Bahkan HM Wardan saja, secara terbuka mengatakan  akan mengusung Ferryandi (Ketua […]

Read More
Upaya Awal dan Akhir Untuk Membela Palestina

Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina

Opini: Mamen (A.R) Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina Trisila.com – Konflik Israel dan Palestina sejak dulu mampu menggugurkan ribuan air mata, lintas negara bahkan kini lintas agama. Simpati dan empati berbondong-bondong datang untuk membasuh luka dan duka yang menggenangi tanah sekitar kemegahan Al-Aqsa. Peluru menghujani gedung-gedung, anak kecil dan perempuan terus mencari pelukan […]

Read More

Kekejaman Paparazi di Balik Video Perkelahian “Pelakor” di Getek

Beberapa hari ini viral sebuah video keributan yang terjadi di jembatan getek Tembilahan – inhil – riau. Video tersebut berisi perkelahian dua orang wanita yang katanya, istri sah dan ‘pelakor’, sehingga adu jotos dan cakar antar mereka. Dalam video itu juga terlihat ada seorang anak kecil. Sepertinya itu anak dari istri sah. Dalam hitungan jam, […]

Read More