Ideologi Baperisme, Defenisi dan Perkembangannya

Ideologi Baperisme
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Opini Oleh : Saipudin Ikhwan

Jika dulu kita mengenal banyak Ideologi yang menjadi landasan perjuangan mahasiswa, hari ini ada ideologi baru, yaitu Baperisme. Ideologi ini pertama kali muncul pada abad ke 20, oleh mereka yang suka nonton film cinta di Televisi / Youtube.

Baperisme sendiri berasal dari Bahasa Kumpulan Banci Lokal yang dalam perjalanan-nya melahirkan bahasa baru. “Ba” artinya Kebawa, “Per”  artinya Perasaan, Jadi arti Baper adalah Kebawa Perasaan.

Isme sendiri adalah kata yang mewakili sebuah ajaran atau ideologi. Jadi Baperisme adalah Ideologi yang kebawa perasaan.

Penelitian tentang Baperisme

Dr, Syokron Royyan, selaku peneliti senior di trisila.com meyebutkan bahwa Baper-isme ini adalah anak dari ideologi Kentutisme. Kentutisme adalah ideologi yang  tersembunyi bagi orang lain. Jika mereka kentut, maka mereka tidak mengaku, padahal baunya keciuman ke penjuru dunia.



Artinya, penganut Baperisme ini tidak ingin dikatakan Baperis (sebutan untuk penganut baperisme), malah sebaliknya, mereka selalu ingin terlihat tegar. Penelitian Dr Syukron Royyan ini menjadikan Tembilahan sebagai wilayah risetnya,  sebuah kota yang penuh dengan aktivis kawakan kelas kakap di dunia online.

Baca Juga : Cara Mudah Menjadi Anggota DPRD

Ideologi ini juga menunjukkan perkembangan yang pesat pada kalangan aktivis, terutama yang lahir tahun 2000-an. Menurut DR Syukron Royyan, Perkembangan Ideologi Baperisme pada kalangan mahasiswa terjadi ketika banyak aktivis gemar menonon drakor aslias DRAMA KOREA. Pengaruh Ideologi Baperisme tidak dapat kita ragukan lagi dalam dunia pergerakan mahasiswa di Indonesia.

Mereka yang menganut ajaran ini, akan mudah sekali tersinggung, perasaan mereka halus dan selembut kulit Luna Maya. Bahkan sangking lembutnya, mereka akan menangis dan merasa terbuang jika temannya lupa mengucapkan selamat ulang tahun.

Dalam beberapa kasus, mereka yang memakai ideologi ini, sangat gemar ngoceh dan menyindir orang melalui Snapgram dan Wa Story. Bahkan, jika mereka sedang berjuang, dalam satu jam mereka bisa menghasilkan puluhan wa story yang bernada juang tinggi.

Akan tetapi, penelitian DR Syukron Royyan tersebut, belum terlalu jauh menyentuh teknik dan strategi perjuangan ideologi baperisme. Semoga nanti ada penelitian lanjutan. Demikianlah sedikit penjelasan perkembangan ideologi baru (Baperisme) dalam dunia pergerakan mahasiswa.

Begitulah Kura-Kura.

Baca Juga : Strategi dan Taktik Perjuangan Ideologi Bapersime

7 thoughts on “Ideologi Baperisme, Defenisi dan Perkembangannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.