Pembelaan Untuk Penganut Baperisme

Pembelaan Untuk Penganut Baperisme
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Langsung saja, saya akan membela para penganut baperisme d/seluruh dunia. Ini adalah pembelaan untuk penganut baperisme  yang telah terpojok oleh tulisan-tulisan para peneliti di trisila.com.


Bagi saya Ideologi Baperisme yang populer karena temuan peneliti senior trisila.com, cukup menggemparkan dunia persilatan. Mengapa tidak, dalam tulisan sebelumnya yang saya coba dalami, tak sedikitpun ada hal baik bagi penganut ideologi ini. Bahkan saya merasakan para baperis ini tersudutkan dan tak dapat melawan sedikitpun. Sungguh miris dan menyayat hati bukan. Ibarat sudah kena lempar “eek ayam” jatuh tertimpa tangga lagi. Tak mampu melawan karena sibuk dengan perasaan halusnya.


Katanya, penganut Baperisme ini kalau kena kritik langsung lemah letoi, lesu bahkan marah hingga  merajuk.  Padahal menurut saya, itu bisa menjadi hal yang baik dan bagus untuk perjuangan. Saya yakin setiap hal pasti ada sesuatu yang baik yang bisa kita ambil, tinggal bagaimana kita mengaturnya.

Alasan Mengapa Pejuang Harus Baper

Pertama, kalian harus bersyukur jika baper. Karena itulah yang menandakan kalian sebagai seorang manusia yang berbeda dari makhluk lainnya. Karena sesungguhnya mahluk seperti  “kangkung”  tak memiliki perasaan seperti manusia.

Kedua, ketika kalian baper artinya perasaan kalian sedang protek terhadap kejadian-kejadian yang kalian lihat atau dengar. Tinggal kalian arahkan saja ke hal-hal yang baik dan menimbulkan manfaat.

Ketiga, nah ini yang paling penting menurut saya, karena baper adalah modal utama dalam perjuangan. Karena ketika kalian berbuat dan bergerak dasarnya adalah perasaan empati yang mendalam, maka gerakan kalian akan lebih indah dan berkesan.




Sebuah Pembelaan Untuk Penganut Baperisme

Sebagai contoh, ketika kalian melihat rakyat susah perasaan kalian juga ikut merasakannya. Ketika melihat ada rakyat yang tertindas kalian ikut geram kepada penindasnya. Ketika kalian melihat rakyat jauh dari kesejahteraan, tidur tak nyenyak, perasaan tak enak.

Itulah hebatnya baperisme.

Setelah menimbulkan rasa baper, landasilah dengan pemikiran yang logis maka dengan sendirinya akan menimbulkan kesadaran akan berbuat dan berjuang. Sehingga apa yang diperjuangkan akan lebih masif dan terarah nantinya.

Terakhir, Saya ingin menekankan kepada kalian (penganut baperisme) harus tetap bangga dengan ideologi ini dan harus selalu baper. Jadikanlah Baperisme itu sebagai alat penyadaran, bukan alat melemahkan. Jadikan Baperisme sebagai paham pembawa perubahan, bukan paham yang lemah dan melemahkan.

Begitulah kura-kura………

Pembelaan Untuk Penganut Baperisme