PKL Tembilahan Terancam “Tergusur”, Kita Serukan Perlawanan

PKL
Bagikan Tulisan Ini Bung...

PKL Tembilahan Terancam Tergusur

Beberapa hari ini Pemerintah Inhil melalui Satpol PP (Pamong Praja) mengadakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Tembilahan dan sekitarnya. Terlihat keren, baru menjabat langsung mengadakan gebrakan.

Tapi sayangnya gebrakan yang d/lakukan bukan untuk membela rakyat, malah kesannya menekan rakyat. Jujur saja, menurut saya ini semacam gelagat “cari muka” dari pejabat yang baru dilantik.

Satpol PP berdalih menegakkan Perda No 11 Tahun 2016 tentang pembinaan, pengawasan dan penindakan ketertiban umum dan penyakit masyarakat. Tapi coba kita pikirkan baik-baik, masih banyak persoalan lain yang perlu d/selesaikan, mengapa mereka memilih untuk menertibkan pedagang kaki lima?.

Padahal kita sama sama tau, rakyat kecil sekarang sangat terjepit, dan berdarah-darah mereka bertahan hidup dari guncangan krisis ekonomi seperti sekarang ini?. Berbulan-bulan pendapatan mereka (PKL) turun drastis, tapi kini mereka d/hadapkan dengan persoalan “penggusuran” dengan narasi indah tapi menyakitkan, yaitu “penertiban”.

Okelah, kalaupun demi penegakan aturan, apa tidak terlalu aneh menertibkan pedagang kaki lima di tengah kondisi badai ekonomi seperti sekarang ini.

Saya tidak menyalahkan para petugas d/lapangan, mereka bekerja atas perintah atasan. lagi pula,  saya tau persis mereka (petugas lapangan) sebagian besar  lahir dari golongan bawah. Pasti tau susahnya hidup dan ikut merasakan derita para pedagang kaki lima. Ini adalah peringatan untuk para pengambil kebijakan, jangan mau terlihat hebat d/mata bupati, tapi menindas masyarakat kecil.

Tolong pengertian, sebagai pejabat, kalian tidak pernah merasakan betapa sulitnya hidup sebagai pedagang kaki lima. Para pedagang kaki lima menggantungkan hidupnya hari demi hari dari dagangan mereka, sedangkan kalian hidup dan bergajih dari uang rakyat.


Seruan Perlawanan

Seperti yang sudah ku katakan berulang kali, kebijajkan pemerintah Inhil selama ini hanya seremoni belaka. Mereka dengan bangga menghamburkan uang untuk program “tak jelas”, tapi untuk rakyat kecil mereka abai.

Maka dari itu, dari kejauhan (Yogyakarta) aku sampaikan seruan  kepada seluruh sahabat juang yang ada di kota Tembilahan. Konsolidasikan kekuatan rakyat (khususnya pedagang kaki lima), bela mereka. Perjuangkan agar mereka tetap bisa  berdagang, jika memang ada aturan yang mereka langgar, negosiasikan dengan pejabat pembuat aturan untuk memberikan kerendahan hati dan kebijaksanaannya.

Desak para wakil rakyat untuk  bersuara dan berpihak pada rakyat, jika suara rakyat ini tidak didengar, satu kata LAWAN!.

Merdeka!!
Panjang Umur Perjuangan.

 

Yogyakarta, 29 Januari 2021
Saipudin Ikhwan
Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Rakyat Marhaen

 

2 thoughts on “PKL Tembilahan Terancam “Tergusur”, Kita Serukan Perlawanan

Comments are closed.