SBY Turun Gunung, Curhat Anaknya Diganggu

sby turun gunung
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Naiknya AHY menjadi Ketum Partai Demokrat d/sebut-sebut terlalu d/paksakan. Anak baru gede, mendadak jadi calon gubernur jakarta, terus mendadak lagi jadi ketua umum. Didorong-dorong untuk maju capres, eh malah akhir-akhir ini muncul isu kudeta dari internal partai demokrat.

Walaupun sebagian orang mengatakan narasi kudeta terlalu berlebihan, tapi keluarga Cikeas kekeh menyebutnya sebagai Kudeta. Padahal, cara merebutnya dengan jalan yang sah, yaitu KLB.

Untuk menenangkan anaknya, sekaligus menjaga kuasa keluarga cikeas, SBY turun gunung untuk curhat bagaimana kerisauannya menghadapi”gocekan” para kader yang ingin KLB.

Uniknya, dalam curhatan SBY, Beliau menyampaikan bahwa jika KLB yang ingin mengganti anaknya sebagai ketum d/laksanakan, maka ada beberapa kemungkinan.


Pertama, Pemerintah menganggap ada dua kepengurusan Demokrat, sehingga pada pilkada 2024 Demokrat tidak bisa ikut. Kedua, ketika KLB terjadi, maka Pemerintah melalui Menkumham malah mengeluarkan SK untuk kepengurusan KLB tersebut. SBY mengatakan kemungkinan itu d/tanyakan oleh kader demokrat.

Benar atau tidak pertanyaan itu  berasal dari kader demokrat kita tidak tau. Bisa saja pertanyaan itu berasal kekhawatiran SBY jika memang Jokowi terlibat dalam Upaya “kudeta” itu.

Terlepas dari pada itu semua, sepertinya kita dapat belajar dari Curhatan SBY. Turun gunungnya SBY memperjelas bahwa AHY sama sekali belum layak menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Seharusnya sebagai Ketua Umum, AHY mampu mengkondisikan jajaran pengurusnya untuk solid. Bukannya bawa-bawa bokap untuk membela.