Bung Karno, Kopi Pahit Yes, Al-Kohol No!

Bung Karno, Kopi Pahit Yes, Al-Kohol No!
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Anda suka kopi hitam pekat pahit?, berbanggalah!.

Tradisi ngopi telah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dulu, bahkan termasuk Soekarno.

Bung Karno bahkan tak bisa lepas dari secangkir kopi saat berdiskusi permasalahan bangsa dengan para tokoh pergerakan.

Pada akhir juni 1921, Bung Karno datang  Bandung untuk menuntut ilmu di Technische Hoogheschool Te Bandoeng  (Institut Teknologi Bandung).

Baca Juga  : Rahasia Makan Soekarno Dibocorkan Mangil Martowidjojo

Secangkir kopi tubruk dengan aromanya yang pekat dan rasa pahit selalu menemani Bung Karno dalam keseharianya di kota kembang tersebut.

Cita rasa kopi pahit yang nikmat itu turut menemani Bung Karno menjadi pemimpin yang egaliter sebagai presiden Indonesia pertama.

Kota kembang telah mengantarkan pemuda sosialis itu menemukan cintanya pada Inggit Garnasih. D/usianya yang baru 20 tahun Bung Karno menikahi Inggit, Inggit 13 tahun lebih tua darinya.

Ketika bersama Inggit jugalah Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia. Rumah Inggit di Bandung jadi sebagai pusat pergerakan kaum nasionalis.

Inggit faham betul kebiasaan suaminya saat debat mulai memuncak, saat suasana memanas, saat meja-meja mulai d/gebrak seolah-olah ada perkelahian.

Dengan senyuman serta nampan yang berisi cangkir-cangkir kopi, Inggit pun datang untuk mencairkan suasana. Inggit rupanya sangat faham kapan ia harus menyediakan kopi bagi para nasionalis muda kala itu.

Soekarno sangat menyukai kopi tubruk yang hitam pekat dan pahit tanpa gula. Setiap pagi hari, bapak Proklamator itu terbiasa dengan secangkir kopi d/temani roti yang hanya d/oleskan mentega dan tanpa gula. Kebiasaannya itu dilakukan hingga ia menjadi presiden.

Pada saat minum kopi itulah suasana menyenangkan dan seru tercipta. Canda tawa di Istana seolah tak ada pembeda antara presiden dan para ajudannya. Saat ‘ngopi’ pagi itulah sering d/manfaatkan Soekarno untuk berdiskusi mengenai permasalahan bangsa bersama para menteri dan pejabat tinggi negara.

Kopi adalah inspirasi bagi Soekarno. Soekarno tidak suka minum alkohol.

Bahkan saat Soekarno bertemu dengan delegasi negara-negara sahabat yang penuh dengan hidangan wine, Soekarno justru meminta secangkir kopi.

Admin Trisila.com

admin adalah seorang admin...

One thought on “Bung Karno, Kopi Pahit Yes, Al-Kohol No!”

Comments are closed.