Dari Mana, dan Mengapa Ada Sebutan Bung?

PANGGIL SAYA BUNG
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Kita semua pasti sering mendengar sapaan “Bung”,  Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dan masih banyak Bung Lainnya. Pada era sekarang, kita sering mendengar sebutan Bung pada politisi yang terkenal tegas dan berani, seperi Adian, Budiman, Fahri Hamzah. Tidak hanya itu, bahkan seorang Rocky Gerung saja sering d/panggil dengan sebuatan Bung Rocky..

Pada konteks olah raga, biasanya pembawa acara juga saling menyapa dengan sapaan Bung, terutama saat laga timnas sedang berlangsung.

Dari berbagai referensi yang kami rangkum, bung setidaknya dapat kita cari akarnya dari budaya atau suku yang ada d/ Indonesia.

Ada yang mengatakan sapaan tersebut berasal dari Bengkulu. Ada pula yang berujar bahwa istilah “Bung” berasal dari orang Melayu-Ambon, yang berarti “Yang tinggi” atau mengandung makna d/hormati.

Bahkan, dalam versi masyarakat Betawi, sapaan “Bung” d/gunakan untuk sapaan orang sepantaran namun tak memiliki hubungan kerabat.

Menurut Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Dimas Ario Sumilih, sapaan “Bung” yang paling mendekati makna saudara serevolusi tak lain berasal dari bahasa Jawa. Pada sudut pandang Jawa, kata “Bung” secara filosofis berarti menekankan pada aspek “berjiwa muda.”

Dalam sapaan “Bung” terkandung sikap egalitarian, tanpa menanggalkan rasa hormat di antara penggunanya.

Pada konteks perjuangan bangsa, “Bung” menemukan wataknya yang revolusioner, sehingga d/gunakan sebagai sapaan kebanggaan di antara para pejuang.

Tak mengherankan, ketika “Bung” yang melekat pada nama para pejuang. Bahkan Chairil Anwar dalam sajaknya Krawang Bekasi mempertegas sebutan Bung,:

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno, menjaga Bung Hatta,
menjaga Bung Sjahrir

Kata “Bung” pun menjadi keteguhan semangat bangkit dan melawan!. Maka dari itu, jangan panggil saya kanda dinda, sahabat, atau kakak, panggil saya Bung!. Mengapa? karena hidup ini, sepenuhnya untuk berjuang dan melawan penindasan.