Kemana Langkah Said Syarifuddin Bermuara?

SAID SYARIFUDDIN
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Hal yang mengejutkan terjadi pada Juli 2020, pada saat kerjanya cukup baik sebagai komandan birokrat di Inhil (Sekda), mendadak Said Syarifuddin tanpa angin tanpa hujan mundur.

Disinyalir oleh banyak pihak, mundurnya Said Syarifuddin dari jabatan sekda murni alasan politik. Rumor yang berkembang adalah adanya kekhawatiran “kekuasasan”  terhadap Said Syarifuddin yang d/anggap sebagai tokoh potensial untuk merebut kursi Inhil 1.

Hingga hari ini, Said Syarifuddin  d/yakini oleh banyak pihak  sedang mempersiapkan langkah-langkah politiknya kedepan.  Hal ini tidak aneh, mengingat karena masa mengabdi “Birokrat Handal” itu tidak lama lagi. Artinya, Said Syarifuddin akan bebas dari semua peraturan yang “membatasinya” untuk bermanuver politik secara terbuka.

Kemana kiranya arah politik Said Syarifuddin bermuara?, semua sedang menduga-duga.

Memang ketika berbicara politik Inhil, tak afdhol jika tidak membawa nama mantan sekda Inhil (Said Syarifuddin) ke atas “gelanggang”. Meskipun Beliau merupakan seorang birokrat (PNS), akan tetapi mental dan insting politiknya tak bisa d/remehkan.

Buktinya pada tahun 2008 Said Syarifuddin maju sebagai Calon Bupati berpasangan dengan A.Ismet A.Wahab. Pada saat itu, Said  menggunakan PDI Perjuangan sebagai perahu politiknya.

Mungkinkah kemesraan Said Syarifuddin dan PDI Perjuangan kembali terulang?, wallahualam..

PDI Perjuangan Usung Pasangan Said Syaraifuddin – A.Ismet A.Wahab Pada Pilkada 2008.

Modal Sosial, Dukungan Parpol dan Tim yang Solid

Said Syarifuddin bisa dikatakan memiliki basis pendukung akar rumput yang cukup kuat. Gelar “Said” yang d/sandangnya juga d/yakini memiliki kekuatan “psikologi-sosial” yang tidak kecil. Selain itu, Said Syarifuddin d/tengarai memiliki dukungan kuat dari sebagian kalangan birokrat Inhil.

Hal ini tentu menjadi modal sosial untuk membuka peluang mendapatkan dukungan masyarakat. Akan tetapi hal itu tidak cukup, Said Syarifuddin perlu memastikan dukungan parpol d/ DPRD untuk dapat maju sebagai Calon Bupati Inhil.

Persoalan dukungan partai ini bukan perkara mudah untuk kondisi politik saat ini. Seperti yang kita ketahui, mayoritas parpol-parpol sekarang sudah memiliki tokoh-tokoh potensialnya masing-masing.

Sebut saja, PPP ada Ikbal Sayuti, PKB ada Dani M Nursalam, PDI Perjuangan ada Samino, Gerindra ada Suhaidi. Belum lagi partai seperti Golkar dan Demokrat yang jelas sudah memiliki tokoh internalnya masing-masing. Hanya PBB, Nasdem, Berkarya, PAN dan PKS yang belum terlihat “memblow-up” kadernya untuk Pilkada Inhil.

Perlu pendekatan “atas-bawah” untuk mendapatkan dukungan parpol. Akan tetapi,  jika memang niat mencalonkan diri serta dukungan masyarakat kuat, tentu perkara dukungan parpol bisa diatasi. Pastinya setiap parpol, selain modal, juga akan mempertimbangkan elektabilitas dan popularitas dalam mengambil keputusan siapa yang akan d/usung pada pilkada mendatang. Jika memang hasil survei menunjukkan trend positif pada nama Said Syarifuddin, tidak menutup kemungkinan malah parpol yang akan melamar.

Terakhir adalah persoalan TIM. Seperti yang telah d/sebutkan d/atas, Said Syarifuddin memang memiliki basis pendukung akar rumput yang kuat. Hal ini tentu memudahkannya untuk menemukan tim yang siap bekerja mencari dukungan rakyat.

Akan tetapi, melihat bakal penantang dari pihak lain yang tidak kalah kuat dan populer, tim yang d/butuhkan Said Syarifuddin tidak sekedar kuat d/lapangan. Akan tetapi juga harus memiliki kemampuan merumuskan dan membangun narasi politik yang menarik serta kokoh, baik untuk menyerang atau bertahan.

Masih ada waktu untuk bernafas Pak!. Tapi jangan tunggu musim penghujan, karena saat hujan semua lahan basah..

Klik Untuk Baca Opini Menarik Lainnya…

Komentar