Regenerasi Demokrat Inhil Dalam Menyongsong Pilkada

su
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Siapa yang tidak kenal Syamsudin Uti (SU)?, petarung politik yang d/perhitungkan, juga d/kenal sebagai seorang pengusaha sukses. Pilkada tahun 2008, 2013 hingga 2018, SU hattrick sebagai kontestan Pilkada.  Walaupun Dua kali kalah berturut-turut (Sebagai Calon Bupati), setidaknya dapat satu kali menang (sebagai Calon Wakil).

Banyak pendukung tak menyangka pada pilkada 2018, ekspektasi mereka SU maju sebagai calon Bupati, tapi ternyata “tunduk” dan memilih berpasangan dengan HM Wardan. Meskipun begitu, pendukung setia SU tetap berjuang dan terbukti, loyalis-loyalis SU tidak “balik kanan” sedikitpun.

Bersedianya SU menjadi wakil HM Wardan bukan tanpa resiko.  Salah satu resiko yang paling terbukti adalah terbatasnya gerak SU dalam bekerja. Jelas, yang namanya wakil tentu bergerak d/bawah “kendali” Bupati.

Kini sudah masuk tahun ke-3 SU menjabat sebagai Wakil Bupati, tidak banyak kerja pemerintahan SU yang tersorot publik. Paling-paling sidak jajaran PNS, dan mewakili Bupati dalam menghadiri acara pemerintahan, hanya seremonial.

Saya membayangkan ketika SU terpilih sebagai Wakil Bupati, dengan karakternya,  setidaknya persoalan birokrasi akan terselesaikan, tapi faktanya tidak juga.

Sangat disayangkan,  karakter SU yang “koboy’ dan “makyos”  sulit muncul setelah menjabat. Padahal, menurut banyak orang, termasuk saya, karakter itulah yang menjadi daya tarik utama dari SU, selain kedermawanannya. Apakah gerak SU sengaja d/batasi oleh HM Wardan?, atau memang SU seperti itu adanya.

Seperti yang d/katakan Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat ke 16).
Jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan.

Sepak terjang SU selama menjadi wakil bupati mejadi sorotan masyarakat luas.  Jika SU tetap “biasa saja” setelah menjabat wakil bupati, hampir dapat d/pastikan para pemilihnya akan mengalami disonansi kognisi.

Selama ini pendukung dan pemilih setianya punya harapan tinggi akan karya dan kinerjanya, sehingga dukungan begitu besar padanya walaupun dua kali kalah. Akan tetapi, sepertinya dukungan itu akan bergeser karena harapan itu terbukti sia-sia. Setelah duduk menjabat, tidak ada sesuatu yang besar yang d/lakukannya. Ironi sekali.

Ibarat mengidam durian, setelah dapat, malah tak manis, hambar.

Lalu apakah SU kembali maju dalam Pilkada Inhil tahun 2024?. kita semua tidak ada yang tau.

Maju atau tidak SU dalam konstelasi politik ke depan adalah domainnya SU dan Partai Demokrat. Akan tetapi, berdasarkan informasi dari lingkaran satu, hingga obrolan di warung kopi, SU mempertimbangkan dua faktor, yaitu: kesehatan dan regenerasi.

Kondisi Kesehatan

Memang banyak yang tidak tau bahwa kesehatan “Tokoh Fenomenal” itu sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, tahun 2020 lalu d/kabarkan bahwa kesehatan beliau sempat menurun dan sempat d/opname.

Jika kalian bertanya mengapa tidak ada satupun berita tentang kondisi kesehatan SU saat itu, maka tanyakanlah pada rumput yang bergoyang. Sangat d/sayangkan memang, hal sepenting itu (Kesehatan Pemimpin) tidak d/kabarkan kepada khalayak ramai. Jika kalian tidak percaya, silahkan cari dan verifikasi informasi ini kepada pihak yang bersangkutan.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan SU untuk maju atau tidak pada Pilkada nanti. Mari kita doakan agar kesehatan Beliau terus baik sehingga dapat berbuat untuk Inhil.

Regenerasi

Jika di Demokrat Pusat ada SBY dan AHY, maka di Demokrat Inhil ada SU dan AT (Agus Triansyah). Jika AHY d/pusat sedang d/goyang, maka d/Inhil sepertinya AT  sedang d/persiapkan.

Siapapun “Rajanya”, tentu akan mempersiapkan “Putra Mahkota” untuk menggantikan kepemimpinannya di masa depan. Begitu juga dunia politik negeri ini, mulai dari pusat sampai daerah, bahkan level Desa sekalipun, hal seperti ini banyak terjadi.

Bagi saya pribadi, hal seperti ini lumrah saja, yang penting “putra mahkota” benar-benar mampu dan melalui mekanisme demokrasi yang telah sama-sama kita sepakati. Toh, yang memilih juga adalah rakyat, kecuali main tunjuk saja, itu yang berbahaya.

Lalu apakah AT layak? Saya tidak berani katakan iya, juga tidak mau katakan tidak, biarlah rakyat yang menilainya.

Mengingat usia SU (14 Februari 1954) yang tak lagi muda (67 tahun), tentu regenerasi menjadi hal penting bagi SU dan Demokrat Inhil. Terkait regenerasi dalam tubuh Demokrat Inhil ini sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Bahkan menjelang pilkada 2018 lalu, SU sempat menyampaikan akan memberikan perahu Demokrat untuk HM Wardan jika berpasangan dengan AT.

Berikut beritanya…


SU Siap Berikan Perahu Demokrat Untuk Wardan Mencalon Lagi di Pilkada Inhil 2018, dan Dipasangkan Dengan Anaknya Agus Triansyah

Agus Triansyah Disiapkan ‘Mercy’ untuk Mendampingi HM Wardan


Kita tunggu saja, Apakah ke depan AT akan muncul, atau SU yang tetap  maju kembali sebagai calon meski mengorbankan regenerasi.

Baca Opini Menarik Lainnya..

Komentar