Septina Rusli Santer Dibicarakan Untuk Gantikan Wardan

septina rusli
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Pilkada Inhil  memang masih cukup lama, tapi sudah banyak calon yang merasa mampu memimpin Inhil dan unjuk gigi. Berbagai cara d/lalukan, mulai dari membangun organ taktis, hingga melemparkan isu untuk “dimainkan”.

Isu-isu yang muncul sangat bervariatif, mulai dari infrastruktur, sampai pada isu kelapa. Semua mengklaim dirinya  dekat dengan rakyat, padahal kenyataannya, belum tentu demikian. Semua itu d/lakukan agar bisa mengambil simpati sang pemilik kadaulatan “Rakyat”.

Berbicara Pilkada Inhil yang akan datang, ada satu nama yang cukup populer d/ masyarakat Inhil, yaitu Hj. Septina Primawati Rusli, istri dari  Rusli Zainal. Meskipun belum ada manuver terbuka yang terlihat dari Septina, tapi namanya santer d/bicarakan oleh para politisi untuk menggantikan HM Wardan pada pilkada yang akan datang.

Pengaruh RZ yang Tak Kunjung Padam

Siapa yang tidak kenal dengan srikandi Inhil yang satu ini, menjadi istri Bupati Inhil dan sekaligus Gubernur Riau 2 periode. Nama besar Rusli Zainal yang melekat pada dirinya d/anggap memiliki kekuatan “historis-kultural” untuk menarik simpati rakyat. Terbukti, meskipun masih dalam masa tahanan, Pengaruh Rusli Zainal seakan tak pernah padam, banyak orang yang mengunjunginya walau sekedar hanya ingin berfoto. Banyak kabar yang mengatakan bahwa d/dalam tahanan, tangan dingin RZ mampu menentukan siapa yang akan berlaga d/ pilkada Inhil.

Secara personal, Septina tentu memiliki banyak pengalaman d/dunia politik dan pemerintahan. Selain pengalaman mendampingi Bupati dan Gubernur 20 tahun, secara pribadi Septina juga telah 2 periode menduduki kursi DPRD Riau.

Lebih dari pada itu, Septina yang berasal dari Partai Golkar tentu memiliki kelebihan tersendiri. Partai Golkar d/yakini memiliki kekuatan historis yang besar d/ Inhil. Bagaimana tidak, sejak dulu Inhil tak pernah lepas dari “cengkraman” Partai Golkar. Sebut saja, Rusli Zainal 2 periode, Indra Muchlis Adnan 2 periode,  dan terakhir HM Wardan 2 periode pula.

Akan tetapi, trend penurunan pengaruh Golkar d/ Riau akhir-akhir ini cukup mengejutkan. Dari 9 pilkada d/Riau, Golkar hanya menang d/ 2 kabupaten saja, yaitu Inhu dan Kuansing. Banyak yang memprediksi dan meyakini bahwa rapuhnya akar pohon beringin juga akan terjadi d/ Inhil.

Hal ini d/sebabkan oleh kinerja dan kepemimpinan HM Wardan yang buruk pada periode ke-2 ini. D/tambah sudah 7 tahun menjabat, tak ada prestasi yang dapat d/banggakan. Loyonya kinerja HM Wardan tentu berefek pada elektabilitas partai Golkar, karena  suka tak suka, Wardan adalah  representasi Golkar Inhil.

Atas dasar itu, dapat d/prediksi, bahwa Golkar Inhil tidak akan berani bermain tunggal, termasuk jika Septina yang d/pasang. Tidak hanya sekedar perlu partai lain, akan tetapi juga membutuhkan figur lain yang kuat. Siapa dia? kita lihat saja kedepan.

 

Komentar