Penjualan Gedung DPR, Berapa Harganya?

Gedung DPR dijual?
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Penjualan Gedung DPR RI? Berapa Harganya? Dan Siapa yang beli?

Jual beli merupakan hal yang biasa dalam hidup ini, sebagai salah satu cara untuk mendapatkan sesuatu. Akan tetapi, jual beli menjadi aneh apabila ada yang memperjual-belikan barang yang tidak lazim bagi kebanyakan orang.

Baru-baru ini dunia jual beli online banjir pengunjung, seperti sedang berburu diskon. Pengunjung tertarik melihat barang dagangan yang tidak biasa pada marketplace Shopee dan Tokopedia.

Selain barang yang terpampang, harga dari barang itu juga sangat-sangat murah, sehingga warganet/netizen yang berkunjung ke Shopee dan Tokopedia semakin penasaran. Wajar saja, sebab Gedung DPR RI (istananya wakil rakyat) d/jual seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Unggahan tentang penjualan gedung DPR itu menjadi ‘jokes’ yang viral di Twitter.

Setelah melakukan penelusuran, rupanya alasan penjualan gedung wakil rakyat itu karena ada kekecewaan masyarakat terhadap kesepakatan DPR. Masyarakat menolak pengesahan UU Cipta Kerja, sehingga berekspresi dengan menjual gedung DPR.

Dari pantauan TribunnewsWIki, unggahan penjualan Gedung DPR itu terjadi pada Selasa (6/10/2020). Namun, pada Rabu (7/10/2020) pukul 19.00 WIB, iklan “penjualan gedung DPR” itu sudah hilang.

Tanggapan Pihak DPR dan Marketplace

Menanggapi dunia jual beli yang aneh tersebut, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar meresponnya. Indra tak mempermasalahkan ada pihak yang melakukan hal itu. Ia menilai, tindakan menjual Gedung DPR itu sebagai bentuk pendewasaan.

“Ya enggak apa-apalah, joke-joke semacam itu kan bagian dari proses pendewasaan kita semua,” kata Indra dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Instagram DPR RI, Rabu (7/10/2020).

Meski demikian, Indra menekankan bahwa Gedung DPR adalah milik negara yang tercatat pada Kementerian Keuangan.

Lebih lanjut, ketika ada pertanyaan apakah DPR akan melaporkan penjual Gedung DPR di situs jual beli daring tersebut, Indra mengatakan, DPR tidak akan melakukan hal tersebut.

Ekhel Chandra Wijaya selaku pihak dari Tokopedia merespon kejadian yang menyoroti platformnya itu. Ekhel mengatakan akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Saat ini kami terus menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur dan kami akan menindak tegas segala penyalahgunaan pada platform Tokopedia”, Kata Ekhel yang dilansir dari Kompas.com, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, walaupun Tokopedia itu bersifat UGC atau penjual bisa mengunggah produk secara mandiri, Tapi, pihaknya akan terus proaktif untuk melakukan penjagaan segala aktivitas di dalamnya berdasarkan hukum yang berlaku.

Pihak Tokopedia juga mengatakan bahwa platformnya telah memiliki fitur Pelaporan Penyalahgunaan, masyarakat dapat melaporkan produk yang melanggar, baik terhadap aturan penggunaan platform Tokopedia maupun hukum yang berlaku di Indonesia.

Dapat kita simpulkan bahwa penjualan gedung DPR RI pada Marketplace itu bukan benar-benar tawaran penjualan produk. Kejadian tersebut hanya ekspresi dari kekecewaan masyarakat yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Jadi, tidak mungkin ada yang membelinya.

Baca Juga: RKUHP SAH! Ini Keinginan Mahfud MD