Akhirnya, Menteri Yasonna Buka Suara Terkait KLB Demokrat

yasonna
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Sebelumnya, AHY meminta Yasonna menolak pendaftaran hasil KLB Demokrat Deli Serdang. AHY menegaskan KLB Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai ketua umum ilegal dan inkonstitusional.

Menurutnya, kegiatan tersebut tak berdasarkan ketentuan AD/ART Demokrat, seperti tidak terpenuhinya kuorum hingga abai atas persetujuan ketua majelis tinggi partai.

Benarkah demikian?. hal itu belum bisa terjawab hingga sampai saat ini. Masing-masing kubu mengatakan kepengurusannya sama sama sah.

Perebutan “Mobil” Mercy itupun membuat Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly buka suara atas kekisruhan yang terjadi.

Baca Juga: Pakai Jurus “Mabuk”, Kader Demokrat Lawan KLB

Yasonna mengatakan bahwa, Kisruh pada tubuh  Demokrat adalah masalah Internal mereka. Sejauh ini, Demokrat dari kubunya sang Jendral Moeldoko belum neyerahkan hasil KLB kepada kemenkumham untuk mendapatkan pengesahan.

      “Nanti kalau KLB datang, kita akan menilainya sesuai dengan ADR/ART Partai Demokrat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Itu penting,” ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut”.

Kemudian, Menteri Hukum dan Ham, meminta kepada ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak menyerang pemerintah tanpa ada bukti yang mendasar.

Yasonna memastikan bahwa kemenkumham akan bersikap profesional dan objektif sesuai peraturan perundang-undangan.  Untuk menilai jika ada permintaan pengesahan dari Partai Demokrat hasil KLB kubu Moeldoko.

“Ini saya pesan kepada salah seorang pengurus Demokrat kemarin, tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, begini. Kita Objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya”, kata yasonna (dikutip dari laman CNNIndonesia   selasa/9/3/21).

SBY sendiripun juga sudah buka suara terkait gerakan pendiri dan mantan kader Demokrat serta Moeldoko menggelar KLB Demokrat. Presiden ke-6 RI itu menyebut Moeldoko dengan darah dingin melakukan kudeta terhadap AHY. Bahkan SBY menyerukan “perang”, untuk mewujudkan keadilan dan menegakkan demokrasi di negeri tercinta, Indonesia.

Kudeta berdarah dingin dan seruan “perang” SBY itupun tak membuat Kubu Moeldoko gentar dan takut. Bahkan Informasinya, mereka (kubu Moeldoko) akan mendaftarkan hasil KLB Demokrat ke kemenkumham untuk mendapatkan  pengesahan sesegera mungkin.