Pakai Jurus “Mabuk”, Kader Demokrat Lawan KLB

Pakai Jurus Mabuk
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Aksi-aksi politisi terkadang memberikan pertunjukkan yang agak aneh tapi seru, mulai dari cara mendapatkan hingga mempertahankan kekuasaan politiknya. Saat ini, panggung politik di Indonesia sedang asik mempertontonkan pertunjukkan dengan tema “memperebutkan istana mercy”. Pemeran pertunjukan merupakan aktor politik papan atas, menjadi semakin menarik saat salah satu aktor dalam pertunjukan itu pakai jurus “mabuk” dalam pertarungannya.

Pertunjukan itu kreatif dan genrenya variatif, mulai dari tragedi, komedi, dan melodrama. Tidak hanya itu, teknik pemeranannya juga apik, menggelitik, bahkan mistik. Bupati Lebak (salah satu aktor) menggunakan teknik mistik dalam pertunjukan tersebut, karena berencana “menyerang tanpa menyentuh” lawannya dengan jurus “mabuk”. Suasana jadi menegangkan!

Tapi, suasana pertunjukan sontak berubah menjadi komedi, saat lawan dari Bupati Lebak menangkisnya dengan mantra “tidak usah lebay”, padahal adegan serangan jarak jauh itu belum berlangsung. Sambil tertawa, penonton coba menerka-nerka dan bertanya “apa adegan selanjutnya?”.

Berikut Potongan Adegan Rencana Penggunaan “Jurus Mabuk”

Dalam Commander’s Call dengan seluruh jajaran DPD Partai Demokrat se-Indonesia, Minggu, 7 Maret 2021 lalu, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah), Iti Oktavia Jayabaya siap turun ke jalan untuk menolak hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Bahkan, dia mengancam akan mengirimkan santet untuk Moeldoko.

“Walaupun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko,” kata Iti.

Rencana kirim santet ke Moeldoko itu mendapat respon dari kubu KLB Partai Demokrat. Hencky Luntungan selaku pendukung KLB merespon pernyataan Iti Octavia Jayabaya (Bupati Lebak) tersebut.

Hencky berpendapat, pernyataan Iti yang akan mengirimkan santet ke Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tidak mencerminkan dirinya (Iti Oktavia) sebagai kepala daerah.

“Ya kayak tadi ya, rame mau pakai santet-menyantet. (Kalau mau nyantet) Ya sudah sudah tidak usah jadi bupati, jadi tukang santet sajalah itu,” celetuk Hengky saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin, 8 Maret 2021 (Sumber: arahkata.com).

Hencky juga mengatakan, bahwa pernyataan Bupati Iti Oktavia soal santet itu juga hanya membuat malu Partai Demokrat. Karena, selama ini partai berlambang mercy itu tidak pernah menggunakan cara-cara picik.

“Bikin malu Partai Demokrat, saya pendiri, mana ada Partai Demokrat juru santet,” cetus Hencky lagi.

Analogi Konflik Internal Partai Demokrat

Hencky menyebut, huru-hara pada internal partai hanyalah masalah kecil. Dia mengibaratkan, gerakan pengambil alihan posisi Ketua Umum seperti pencurian sendal.

“Orang cuma curi sendal urusannya, ayo kita panggil, kita balikin saja, tidak usahlah sampai ke Polisi, Kapolres, Kapolri. Ini hal kecil kok dibikin besar. Jadi, on the track sajalah, tidak usah lebay! Cukup dari Kumham ke Polhukam nanti ke presiden,” katanya.

Dia menambahkan, pergesekan yang terjadi di tubuh partai merupakan hal yang biasa. Oleh karena itu, dia pun menyarankan Bupati Iti Oktavia untuk berhenti berpolitik, jika tidak terbiasa dengan dinamika politik.

“Kalau tidak biasa berpolitik, ya sudah keluar sajalah jangan malu-maluin,” tandasnya.

Oke teman-teman pembaca, begitulah kura-kura pertunjukannya, memang makin kesini makin datar alurnya, tapi lumayanlah model komedi horornya.

Sejauh ini, pertunjukan tersebut sedang berlangsung. Dan benar, ada yang pakai jurus “mabuk”, tidak hanya jurusnya, tapi juga logikanya. Sungguh diLuar keBiasaan. Oh iya satu lagi, bagi yang berminat belajar santet, jangan segan menghubungi pengguna jurus sakti “Menyerang Tanpa Menyentuh” tersebut. Siapa tahu anda berbakat.

Baca Juga: Mahfud Beberkan Alasan Moeldoko Mau Jadi Ketum Demokrat Hasil KLB

One thought on “Pakai Jurus “Mabuk”, Kader Demokrat Lawan KLB”

Comments are closed.