Mahfud Tantang Amien Rais CS! Mengapa?

Mahfud Tantang Amien CS
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Trisila.Com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menantang mantan Ketua MPR (1999-2004), Amien Rais. Dengan tegas, Mahfud tantang Amien Rais CS terkait tuduhan Amien yang mengatakan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat terhadap anggota FPI.

Pada selasa, (9/3/2021) Amien bersama Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 anggota Laskar FPI menemui Presiden Jokowi. Amien menyebut peristiwa tewasnya anggota FPI itu karena kebringasan aparat hukum saat mengejar mereka. Mantan Ketua MPR itu bersikukuh bahwa pembunuhan tersebut sangat terencana dan sudah sepantasnya masuk ke Pengadilan HAM.

“Pak Marwan Batubara (ikut pertemuan dengan Presiden) tadi mengatakan mereka yakin 6 orang ini adalah Warga Negara Indonesia. Ok kita juga yakin. Mereka adalah orang – orang yang beriman, kita juga yakin. Dan mereka juga yakin, Pak Marwan Batubara, telah terjadi pelanggaran HAM berat,” kata Mahfud saat menyampaikan keterangan pers usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 9 Maret 2021.

“Saya katakan, pemerintah terbuka kalau ada bukti mana pelanggaran HAM berat itu. Mana sampaikan sekarang. Atau kalau ndak nanti sampaikan menyusul kepada Presiden. Bukti, bukan keyakinan,” tegas Mahfud.

Pertemuan Amien CS dan Presiden Jokowi itu berlangsung kurang lebih 15 menit. Selain Marwan, Amien dan Abdullah Hehamahua juga menyampaikan keyakinan mereka akan adanya pelanggaran HAM berat pada peristiwa yang dikenal sebagai tragedi KM 50 itu.

Mahfud Tantang Amien CS Dan Jelaskan Syarat Pelanggaran HAM Berat

Mahfud tantang Amien Rais CS sembari menjelaskan bahwa kalau berdasarkan keyakinan, maka pemerintah juga punya versinya sendiri. Terkait rangkaian peristiwa tewasnya 6 Anggota FPI, pemerintah juga punya laporan mengenai siapa dalangnya termasuk si penyandang dana. Tentang pelanggaran HAM berat, Mahfud menjelaskan bahwa ada tiga syarat yang harus terpenuhi; yakni terstruktur, sistematis dan masif.

“Satu, dilakukan secara terstruktur, itu dilakukan oleh aparat secara resmi dengan cara berjenjang. Struktur tuh berjenjang, harus targetnya bunuh 6 orang, yang melakukan ini, taktiknya begini, alatnya ini, kalau terjadinya ini larinya ke sini. Itu terstruktur,” jelas Mahfud.

“Sistematis, terstruktur sistematis. Juga jelas tahapan-tahapnya perintah pengerjaan itu. Itu pelanggaran HAM berat. Masif, menimbulkan korban yang meluas. Kalau ada bukti itu, mari bawa. Kita adili secara terbuka. Kita adili para pelakunya berdasar Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2000,” sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Mahfud bilang, Komnas HAM telah menerima keyakinan atau laporan dari Amien Rais CS atau TP3. Dan Komisi juga telah menyimpulkan, bahwa perisitwa tersebut bukanlah pelanggaran HAM berat.

“Dan saya katakan, TP3 bukannya juga sudah diterima oleh Komnas HAM, diminta mana buktinya, secuil saja,” tutur Mahfud.