Nama Ahok Masuk Bursa Capres 2024, Bisakah Dia Maju CAPRES?

nama
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Masih ingatkah kita dengan nama Ahok?. Pemimpin yang terkenal dengan sangat tegas, transparan dan tak pandang bulu pada siapapun. Semua warga DKI Jakarta tentu sangat akrab dengan nama beliau, bahkan Indonesia.

Seorang mantan Gubernur DKI Jakarta yang mempunyai segudang prestasi yang luar biasa, sehingga mampu membenahi DKI Jakarta dengan begitu “apik”.

Sungguh mengejutkan bagi saya ketika mendengar kabar nama beliau mampu masuk bursa Capres 2024. Padahal ahok pernah menjalani vonis hukuman¬† selama 2 tahun akibat kasus penodaan agama. Tetapi hal itu tak membuat nama beliau pudar d/permukaan, sehingga mampu menyampingkan nama para tokoh lainnya pada “gelanggang” perpolitikan Indonesia.

Nama seorang Basuki Tjahaya Purnama Alias Ahok menjadi salah satu Top Mind 6 besar dalam bursa Capres 2024. Hal tersebut berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI). Ahok masuk pada urutan ke 6 sebanyak 2,5 % yang memilihnya yang d/rilis pada tanggal 22 februari 2021 yang lalu.

Akan tetapi dari kasus penodaan agama tersebut, bisakah Komisaris Utama PT. Pertamina itu melanggengkan dirinya menjadi salah satu kandidat Calon Presiden ataupun Calon Wakil Presiden 2024?

Kalau kita kembali sejenak pada kasus yang menejeratnya pada beberapa tahu yang lalu, ia terjerat pada pasal 156 huruf a KUHP dengan ancaman tuntutan pidana selama 5 tahun.

Sementara, kalau kita merujuk kepada UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden, pada pasal 169 huruf p, menyebutkan bahwa:

tidak pernah d/pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang d/ancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih“. nama

Prof. Mahfud MD berpendapat bahwa, Ahok tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden. Karena Ahok telah d/hukum selama dua tahun dalam satu tindak pidana yang d/ancam dengan lima tahun atau lebih. (d/kutip pada halaman tribunnews.com ).

Tetapi, pendapat ini mendapat bantahan dari salah seorang Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesi (UI), Chudry Sitompul yang dikutip pada halaman Wartaekonomi.co.id. Beliau mengatakan bahwa ahok masih bisa maju untuk mencalonkan diri sebagai Presiden atau Wakil Presiden.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menjelaskan, syarat capres dan cawapres salah satunya tidak pernah d/penjara dengan ancamanan hukumannya 5 tahun atau lebih.

Artinya, ahok juga masih berpeluang untuk maju sebagai Capres atau Cawapres tahun 2024 mendatang.

Pendapat ini juga d/dukung kuat oleh salah satu Pakar Hukum Tata Negara Unpad Bandung, Asep Warlan Yusuf. Beliau memastikan Ahok masih memiliki hak politik untuk maju dalam pertarungan Pilpres 2024. Menurut beliau, Pasal 156 a KUHP yang menjerat ahok hanya memberikan ancaman paling lama d/bawah lima tahun penjara.

Dari pendapat para pakar hukum diatas, menurut saya ahok belum dan tidak bisa mencalonkan diri sebagai Capres ataupun Cawapres. Karena Hal itu bertentangan dengan Pasal 169 huruf p, UU No 7 Tahun 2017.

Tetapi ahok masih mempunyai hak politik untuk bisa maju selain menjadi Capres ataupun Cawapres. Misalnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati atau Wakil Bupati dan Gubernur atau Wakil Gubernur. Itupun jika ahok telah menjalani masa lima tahun setelah selesai menjalani pidana penjara.

Kalaupun nantinya elektabilitas ahok semakin naik berdasarkan hasil survei,  dan para partai politik banyak ingin mendukungnya, bisa jadi fraksi partai politik di DPR bersepakat untuk merubah UU Pemilu dengan menghapuskan pasal yang menghalangi ahok untuk maju sebagai Capres ataupun Cawapres 2024.

Apa mungkin hal itu bisa terjadi? kita lihat saja kedepannya seperti apa.