Gibran Akan Terima Tawaran Untuk Maju Ketum KNPI Jika…

gibran
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Setelah d/lantik  jadi  Walikota beberapa waktu lalu, Gibran sempat viral di publik.
Jika kita lihat bagaimana media mem-blowup tentangnya, kita benar-benar takjub melihatnya. Baru seminggu d/lantik Gibran sudah mencuri perhatian publik dengan aktivitasnya.

Ternyata bukan kita saja yang dibuat takjub, Ketua KNPI DKI Jakarta juga demikian.  Bahkan dengan sangat meyakinkan Bambang Irawan (Ketua KNPI Jakarta) mengusulkan nama Gibran untuk menjadi Ketua Umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Bambang Irawan meyakinkan Wali Kota Solo itu dengan mengatakan bahwa ia akan langsung turun menjadi motor pemenangan. Apa motifnya kita tidak tau, apakah ada udang d/balik bakwan?, entahlah.. Faktanya kabar itu telah tersiar ke banyak media masa.

Akan tetapi, mungkinkah tawaran menjadi Ketua Umum KNPI itu disambut baik oleh sang “Putra Mahkota?”. Sepertinya tawaran untuk maju ketum KNPI tentu akan d/terima oleh gibran, jika…..

Jika, Gibran Tergoda Oleh Kekuasaan

Kalau saja Gibran tergoda dengan kekuasaan, mungkin ia sudah lama ikut jadi pejabat pemerintah. Apalagi ketika ayahnya terpilih menjadi Presiden 2014 yang lalu. Tetapi nyatanya tidak demikian, beliau tetap menjadi seorang pengusaha “martabak” yang sukses. Itu artinya Gibran tidak akan mudah menerima tawaran tersebut.

Jika, Gibran Tidak Memikirkan Warga Solo

Baru saja d/lantik jadi wali kota Solo,  ada juga yang mengatakan Gibran d/siapkan untuk Gubernur DKI.  Gibran Lantas menjawab dengan tegas bahwa ia akan fokus untuk membangun Indonesia lewat kampung halamannya itu.

Kita tentu  masih ingat pula ketika  kampanye  Gibran mengatakan, ia akan benar-benar fokus membangun Kota solo kedepan. “mohon dukungan bapak-ibu semuanya” dukung saya menjadi Wali Kota Solo.

Artinya, tidak mungkin Gibran menerima tawaran menjadi Ketua Umum KNPI, karena ia ingin fokus membangun  Solo.

Jika, Narasi Oligarki dari Lawan Politiknya Benar

Sebagai  anak Presiden, tentu menjadi beban yang sangat berat bagi seorang Gibran. Banyak narasi-narasi miring yang mengatakan  Jokowi sedang membangun “oligarki”  melalui pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo.

Tidak dapat d/bayangkan ketika Gibran menerima tawaran menjadi Ketua Umum KNPI. Sudah pasti barisan “sakit hati”  akan membabi buta menyerangnya. Bahkan tidak hanya Gibran, Jokowi juga akan menjadi “sasaran tembak”.

Apakah tawaran itu diterima  oleh Sang “Putra Mahkota”?, saya yakin TIDAK. Akan tetapi kita lihat saja kedepannya bagaimana.