Wahai Orang Tua, Baca Ini Agar Anda Tidak Jadi “Monster” Bagi Anak

anak anak
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Baca dan renungkan Pernyataan d/bawah ini.


.

.

“Orang tua saya memukuli saya sewaktu kecil tapi saya tidak trauma”.

Kata laki laki yang dilaporkan ke kantor polisi oleh mantan istrinya karena kekerasan fisik.


“Saya sewaktu kecil d/biarkan menangis sendiri oleh orang tua saya sampai ketiduran dan tidak keluar dari kamar”.

Kata laki laki yang menghabiskan banyak waktu d/ media sosial di malam hari dan yang sangat mengganggu jam tidurnya.


“Orang tua saya mengatakan kepada saya bahwa saya akan d/biarkan (d/tinggalkan) sendiri.  Atau memberikan saya kepada orang asing ketika saya mengamuk. Tapi saya tidak mengalami trauma”,

Kata laki laki yang selalu mengemis untuk cinta dan selalu memaafkan perselingkuhan pasangannya berulang kali agar tidak merasa ditinggalkan.


“Sewaktu saya masih kecil, saya sering d/pukuli pakai kabel oleh orang tua saya dan saat ini saya menjadi orang baik”.

Kata laki laki yang d/laporkan ke kantor polisi  karena sering menghancurkan barang barang d/ dalam rumah bahkan sering memukuli istrinya.


“Dulu orang tua saya memaksa saya untuk kuliah dan mengambil jurusan yang dapat menghasilkan banyak uang dan lihatlah kesuksesan saya saat ini”.

Kata laki laki yang setiap hari selalu berharap supaya waktu cepat berlalu ke akhir pekan karena tidak sabar melakukan pekerjaan yang dia tidak sukai setiap hari.


“Ibu saya mengajari saya dengan lemparan sandal jepit ketika saya berbicara gagap dan malu malu. Ajaran ini membuat saya menjadi seorang pemberani”.

Kata wanita yang merokok 5 batang sehari untuk mengendalikan kegelisahannya.

 


Pesan Moral dari Tulisan d/ atas

Jadi beginilah kita menjalani hidup, mendengarkan orang-orang yang mengaku sebagai orang baik dan hidup tanpa trauma. Akan tetapi secara paradoksal, kita hidup dalam masyarakat yang penuh dengan kekerasan dan orang-orang yang batinnya sangat terluka.

Kita terlahir seperti kertas putih. Segala sesuatu yang kita alami pada waktu kecil, entah itu kebahagiaan atau rasa trauma yang mengerikan akan terus tersimpan jika tidak d/sembuhkan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa, biarlah waktu yang menyembuhkannya, karena dengan berjalannya waktu, semua itu akan terlupakan.

Ini adalah sebuah pernyataan yang salah menurut saya, karena luka batin yang mendalam karena trauma masa kecil tidak akan pernah hilang. Dia tersimpan d/ alam bawah sadar yang kita anggap sudah kita lupakan.

Padahal rasa trauma itu akan muncul dan meledak d/ masa depan ketika kita mengalami kejadian yang sama. Dan itu akan membuat kita menjadi “seorang monster”.

Jadilah orang tua yang baik dan ajarlah anak anak anda dengan baik sebab apa yang anda tanam pada anak anda, akan ia panen ketika sudah dewasa.

Jika anda menanam pohon mangga, maka akan memanen buah mangga. Bukan buah jeruk atau pepaya. Jadi jika yang anda tanam adalah kekerasan pada anak anda maka dia akan memanen pada dirinya sendiri “seorang monster” ketika sudah dewasa.

#Psikologi
Oleh: Micky Soko