Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina

Upaya Awal dan Akhir Untuk Membela Palestina
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Opini: Mamen (A.R)

Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina

Trisila.com – Konflik Israel dan Palestina sejak dulu mampu menggugurkan ribuan air mata, lintas negara bahkan kini lintas agama. Simpati dan empati berbondong-bondong datang untuk membasuh luka dan duka yang menggenangi tanah sekitar kemegahan Al-Aqsa. Peluru menghujani gedung-gedung, anak kecil dan perempuan terus mencari pelukan dan perlindungan. Teriakan mereka memenuhi ruang maya, membuat dunia berkabung dalam satu rasa yang sama, yaitu rasa tertindasnya manusia.

Sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia melihat dan sangat memperhatikan kondisi yang menimpa saudaranya di Palestina. Perhatian Indonesia kepada Palestina begitu tampak jelas. Dari hasil penelusuran google trends, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan wilayah yang paling banyak melakukan penelusuran terkait Topik Israel dan Palestina.

Perhatian Rakyat Indonesia tersebut terus bertambah dan berkembang menjadi berbagaimacam upaya pembelaan dan pertolongan kepada Palestina. Aksi galang dana, mengutuk atau mengecam tindakan Israel, dan tindakan lainnya. Seruan Pembelaan tersebar dalam berbagai format, baik visual maupun audio. Bahkan untuk meningkatkan solidaritas dan semangat pembelaan terhadap Palestina, banyak yang melakukan aksi penyebarluasan rekaman (video) kekerasan Israel terhadap Palestina.

Meskipun banyak pihak telah memberikan dukungan moril serta moral, tapi tampaknya masih belum memberikan kabar baik, perang terus berlangsung seolah tak berujung. Lalu, apalagi yang harus kita (Indonesia) lakukan agar darah dan air mata tidak terus membanjiri Palestina?

Mengapa Indonesia Tidak “Menggempur” Israel?

Mungkin ada yang berfikir sebaiknya Pemerintah Indonesia mengirimkan Pasukan Tentara (TNI) untuk membantu Warga Palestina. Ada juga yang berpikir bahwa seluruh umat Islam di dunia harus siap sedia melangkahkan kaki dan bertempur melawan Israel.

Namun, perlu kita ketahui bahwa tatanan bernegara tidaklah seimajinatif pikiran kita, ada aturan atau syarat yang berlaku. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) saja sebagai organisasi internasional yang bertugas menjaga kedamaian dunia masih belum melihatkan tindakan yang pasti. Sementara, Indonesia masih tergantung kepada PBB untuk bertindak lebih lanjut dalam pembelaan Palestina.

Seperti dilansir Kompas.com, pengiriman pasukan TNI ke Palestina sangat tergantung pada putusan PBB. Artinya, negara kita belum bisa untuk sepenuhnya turun tangan atas konflik yang terjadi. PBB juga telah mengagendakan pertemuan virtual untuk membahas Konflik Israel dan Palestina. Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, Dewan keamanan PBB akan secara terbuka membahas konflik antara Israel dan Palestina pada Minggu, (16/05/2021) waktu setempat.

Namun, Amerika Serikat (AS) sempat keberatan dengan usulan tersebut. Pasalnya, AS mengusulkan pertemuan publik yang dilakukan secara virtual itu dilaksanakan pada Selasa, (18/05/2021). Dari rencana atau usulan tersebut, terlihat bahwa pemangku kebijakan (lokal/internasional) belum memiliki langkah yang jelas dalam menangani konflik Israel dan Palestina.

Do’a Untuk Palestina (Upaya Awal Dan Akhir)

Jelas! Sebagai manusia kita harus mendukung penyelesian konflik yang tidak manusiawi itu. Konflik yang besar dengan alasan yang sangat sederhana, tapi sampai mencederai Hak Asasi Manusia. Hanya karena alasan perebutan wilayah kekuasaan, membuat banyak jiwa terancam siksa bahkan hilang nyawa.

Dalam mengupayakan segala sesuatu, permohonan atau permintaan kepada Tuhan adalah jalan terbaik sebelum bahkan sesudah melakukan upaya untuk Palestina. Keyakinan akan Kuasa Tuhan haruslah kuat, karena ketika harapan kepada pemimpin, organisasi besar, dan negara belum terpenuhi, maka harapan satu-satunya ialah kembali kepada sang Pemilik Alam semesta ini.

Ambung Nyastra
OPINI SULUH

Ambung Nyastra, Upaya Merekam Jejak Makna

Ambung Nyastra, Upaya Merekam Jejak Makna Oleh: Abdul Rahman (Ketua Ambung Nyastra) Puisi itu termasuk karya sastra, yang penikmatnya tersudut sepi di tengah keramaian yang terjadi. Terdapat keahlian khusus dari penikmat puisi, ia mampu membungkus luka dengan tawa, berkata dengan mata, ketuk langkahnya penuh rasa tanpa nada. Aku tak mungkin mampu melukiskan semua tentang itu, […]

Read More
sistem resi gudang
OPINI

SRG, Jangankan Manisnya, Baunya Saja Belum Tercium

Oleh : Saipudin Ikhwan (Boboy)   Berbicara tentang Sistem Resi Gudang (SRG) Inhil cukup panjang. Sejak tahun 2015, ketika pertama kali ‘berdengung”  banyak sekali lika-liku dan tantangannya. Pertama kali Bupati Inhil  mencanangkan SRG, langsung dapat penolakan dari mahasiswa. Alasan utama penolakannya bukan karena secara umum SRG tidak baik, akan tetapi untuk kondisi Inhil, SRG belum […]

Read More
wardan feryyandi
OPINI

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?. Sejak awal 2021 ini, banyak pihak yang membicarakan siapa yang akan berlaga di pilkada (pemilihan bupati-wakil bupati) Indragiri Hilir mendatang. Meskipun waktu pelaksanaannya 2024 nanti, tapi isu dan wacana bakal calon sudah membanjiri ruang publik kita. Bahkan HM Wardan saja, secara terbuka mengatakan  akan mengusung Ferryandi (Ketua […]

Read More