SRG, Jangankan Manisnya, Baunya Saja Belum Tercium

sistem resi gudang
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Oleh : Saipudin Ikhwan (Boboy)


 

Berbicara tentang Sistem Resi Gudang (SRG) Inhil cukup panjang. Sejak tahun 2015, ketika pertama kali ‘berdengung”  banyak sekali lika-liku dan tantangannya.

Pertama kali Bupati Inhil  mencanangkan SRG, langsung dapat penolakan dari mahasiswa. Alasan utama penolakannya bukan karena secara umum SRG tidak baik, akan tetapi untuk kondisi Inhil, SRG belum cocok.

Berikut beritanya — Mahasiswa Inhil Tolak SRG

Merespon keras penolakan mahasiswa,  Anggota DPRD Inhil dari Golkar Edy Harianto Sindrang tegas mengatakan bahwa SRG harga Mati.

Berikut Beritanya — Edy Sindrang : Resi Gudang “Harga Mati”

Bahkan, seorang Anggota DPRD Inhil dari Golkar lainnya, Ir Junaidi mengaktan bahwa mahasiswa yang menolak SRG adalah antek-antek kapitalis.. Berikut kutipannya:

“Meski kemarin SRG ini mendapatkan penolakan dari Mahasiswa, mungkin karena mereka tidak mengerti dengan Sistem Resi Gudang dan adalah antek-antek kapitalis,”

Berikut Beritanya : Mahasiswa yang Menolak SRG Antek Kapilatis

Sangking ngebetnya HM Wardan untuk menerapkan SRG ini, maka terbitlah Perbup No 34 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Sistem Resi Gudang.

Pada tahap selanjutnya, adalah menunggu keputusan  Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) untuk memasukkan kopra sebagai salah satu komoditi yang dapat d/gudangkan.

Lalu pada awal tahun 2018, sah perda no 4 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Sistem Resi Gudang Indragiri Hilir.

Setelah Kopra masuk dalam komoditi yang Resi Gudang, persoalan lain muncul.  Pendirian BUMD  untuk memerlukan izin dari kemendagri.

Persetujuan dari Mendagri  tentang pendirian BUMD merupakan sebuah keharusan sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 Tentang Badan Usaha Milik Daerah.

Akhirnya, setelah melewati proses panjang, berdirilah BUMD (PT) KIG, dan pada agustus 2020, terpilih pula komisaris dan direktur PT KIG tersebut.


Tidak Sesuai Harapan

Setelah berdiri dan memiliki kepengurusan, PT KIG yang harapannya dapat menjalankan SRG ternyata tidak seperti yang terbayangkan.

Bahkan, Anggota DPRD Inhil dari Golkar, Ir Junaidi,  mengatakan PT KIG melenceng dari tujuan pembentukannya, yaitu menjalankan resi gudang. Menurutnya, PT KIG latah karena malah berencana membangun industri turunan kelapa.

Berikut kutipan dialognya :

“Akan tetapi ketika komisi II melakukan RDP dengan kedua manager tersebut, mereka lebih berorientasi kepada pengolahan, antara lain pengelolaan sabut dan tepung kelapa dan mereka berencana akan membangun Industri. Dan ini adalah sesuatu yang menurut kami latah, mestinya diawal ini PT KIG harus berorientasi pada resi gudang dan disamping itu juga PT KIG harus memikirkan pemasaran langsung pada pihak pertama sehingga dapat meningkatkan harga kelapa itu sendiri,”

Sumber : PT KIG Harus Beroreantasi Pada SRG

Di sisi lain, PT KIG mengatakan pihaknya terkendala permodalan sehingga tidak dapat berjalan maksimal.

Berikut kutipan dialognya :

PT KIG terhambat terkait anggaran, kita hanya mendapat anggaran permodalan di tahun 2020 saja sebesar Rp. 600 juta, yang dihabiskan untuk belajar kopra dan membangun infrastruktur.

Sumber : Citizen62.com

Baru baru ini, pada bulan april 2021, HM Wardan atas nama Pemerintah Inhil bertemu dengan Direktur Utama Bank Riau Kepri. Tidak jelas dalam pemberitaan pertemuan itu, Bank Riau Kepri akan  bertindak sebagai Bank penyimpan margin, atau sebagai Bank penyalur kredit agunan dari Resi Gudang.

Berikut beritanya : Bahas Rencana Pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG), Bupati Inhil Gelar Rapat Bersama Bank Riau Kepri

Bupati kemana-mana mencari modal,  APBD cuma 600 juta untuk PT KIG. Kalau kita hitung APBD inhil yang mencapai 2 T, maka 600 juta itu sangat kecil. Lebih besar pulak belanja perjalanan dinas dari pada urusan Sitem Resi Gudang ini.

Sungguh berat ternyata impian bupati Inhil ini. Sudah berapa banyak dana habis, sudah berapa banyak waktu terbuang.  Belum lagi selain persoalan ini, ada persoalan lain seperti infrastuktur jalan, jemabatan, kemiskinan, pendidikan dll.

Sudah kurang lebih 6 tahun berjalan sejak wacana SRG ini mencuat ke publik, hingga sekarang, jangankan manisnya, bau nya saja belum tercium.

Jika ternyata Sistem Resi Gudang ini tidak juga membuahkan hasil, mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Jokes Penutup: 

Saya : Semoga kedepan terpilih lagi Bupati dari golongan warna yang sama, yang dapat menepati janjinya dan benar-benar memikirkan nasib rakyatnya..

Angah Adan : Hahahaha, menepati janji? jauh punggung dari api..  Eh, maaf, emangnya Bupati Inhil selama ini dari golongan warna apa?,

Saya : Upstt.. Etika Etika..

 


Note :

Penjelasan Tentang Resi Gudang — Download Klik ini

Perda Resi Gudang Inhil Tahun 2018 — Download Klik ini

Perbup Percepatan SRG Tahun 2015 — Download Klik ini

Sebagai Perbandingan, bisa lihat perda resi gudang dari kabupaten Bolang Sulawesi Utara — Download Klik ini

 

Ambung Nyastra
OPINI SULUH

Ambung Nyastra, Upaya Merekam Jejak Makna

Ambung Nyastra, Upaya Merekam Jejak Makna Oleh: Abdul Rahman (Ketua Ambung Nyastra) Puisi itu termasuk karya sastra, yang penikmatnya tersudut sepi di tengah keramaian yang terjadi. Terdapat keahlian khusus dari penikmat puisi, ia mampu membungkus luka dengan tawa, berkata dengan mata, ketuk langkahnya penuh rasa tanpa nada. Aku tak mungkin mampu melukiskan semua tentang itu, […]

Read More
wardan feryyandi
OPINI

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?

HM Wardan Nyatakan Dukungan, Feryyandi Kok Biasa aja?. Sejak awal 2021 ini, banyak pihak yang membicarakan siapa yang akan berlaga di pilkada (pemilihan bupati-wakil bupati) Indragiri Hilir mendatang. Meskipun waktu pelaksanaannya 2024 nanti, tapi isu dan wacana bakal calon sudah membanjiri ruang publik kita. Bahkan HM Wardan saja, secara terbuka mengatakan  akan mengusung Ferryandi (Ketua […]

Read More
Upaya Awal dan Akhir Untuk Membela Palestina
OPINI

Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina

Opini: Mamen (A.R) Upaya Awal Dan Akhir Untuk Membela Palestina Trisila.com – Konflik Israel dan Palestina sejak dulu mampu menggugurkan ribuan air mata, lintas negara bahkan kini lintas agama. Simpati dan empati berbondong-bondong datang untuk membasuh luka dan duka yang menggenangi tanah sekitar kemegahan Al-Aqsa. Peluru menghujani gedung-gedung, anak kecil dan perempuan terus mencari pelukan […]

Read More