Anggaran Konsumsi Pasien Tak Tersedia, Dana Covid Inhil Harus di Audit!

Dana Covid Inhil Harus di Audit!
Bagikan Tulisan Ini Bung...

“Berdasarkan hal tersebut, sudah seharusnya dana covid di Inhil di audit” 


Heboh, berita tentang di temukannya ulat pada makanan pasien covid di Tembilahan. Sangking hebohnya, berita tersebut bahkan terdengar sampai ke negeri seberang.

Banyak pertanyaan yang muncul dari fenomena ini. Setidaknya pertanyaan utamanya adalah: mengapa hal itu bisa terjadi.

Bermunculanlah spekulasi-spekulasi dari pertanyaan tersebut. Mulai dari hanya kesalahan teknis, ada oknum yang teledor, bahkan sampai dengan persoalan kekurangan dana.

Akan tetapi, jangan buru-buru menyalahkan penyedia konsumsi, atau warung yang mengambil proyek tersebut. Yang seharunya kita telisik adalah pernyataan dari kepala dinas kesehatan, yaitu : selama sebulan ini anggaran konsumsi untuk pasien covid tidak tersedia.

Hal ini cukup mengherankan. Bagaimana bisa dana konsumsi pasien covid tidak tersedia, sedangkan ini adalah sesuatu yang mendesak.

Pemerintah sepertinya begitu teledor dan lamban bahkan cendrung seremonial belaka. Menegakkan aturan begitu keras ke bawah, tapi untuk dirinya sendiri begitu lemah.

Kita masih ingat bagaimana dengan gagahnya pemerintah menghukum masyarakat yang tidak mengenakan masker. Bahkan, dengan hukuman yang agak tidak masuk akal, membersihkan makam pasien covid.

Apakah dengan membersihkan kuburan pasien covid, disiplin masyarakat akan terbentuk?, entahlah.

Dana Covid Harus di Audit

Di tengah kasus positif terus meningkat,  dana konsumsi tidak tersedia, sungguh ironis. Rakyat babak belur berjuang menghadapi badai ekonomi akibat covid. Belum lagi aturan-aturan yang harus di patuhi terkait protokol kesehatan, akan tetapi untuk urusan sepenting konsumsi pasien covid saja pemerintah sudah sebulan tidak menyediakan dana.

Berdasarkan hal tersebut, sudah seharusnya dana covid di Inhil di audit.  

Audit akan membuktikan kemana dana yang seharusnya ada tersebut, dan agar kita semua tau, apa yang sebenarnya terjadi.

Tapi, jika hanya bersuara di media sosial, sepertinya audit dana covid hanya menjadi sebuah mimpi. Riuh dan gelombang isue hanya akan mentok dan akhirnya hilang.

Untuk itu, jangan pernah berhenti untuk membicarakan ini. Terus sebarkan dan kalau perlu ada yang menyurati pihak-pihak terkait (Misalnya BPK, Inspektorat, KPK, dll) untuk melakukan audit dana covid ini.

Syukur-syukur ada kelompok mahasiswa yang berani bersuara dan bergerak untuk memberikan pressure. Tapi apakah ada yang berani?, entahlah.

 

Penulis : Saipudin Ikhwan