Rugikan Masyarakat, Anggota DPRD ini Minta Anies Batalkan Formula E

Rugikan Masyarakat
Bagikan Tulisan Ini Bung...

Badan Pemeriksa Keuangan menemukan lebih Rp763,85 miliar dana yang terbuang percuma (rugikan masyarakat) di tiga perusahaan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) milik Pemprov DKI Jakarta. Satu dari tiga BUMD yang menjadi entitas pemeriksaan, yakni PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro).

Pada PT Jakpro, BPK temukan permasalahan atas tiga bagian. Pertama, pekerjaan pembangunan menara telekomunikasi sebesar Rp221,19 miliar pada 2015-2018. Kedua, penyimpangan pelaksanaan dan pembayaran pekerjaan pembangunan infrastruktur GPON sebesar Rp104,14 miliar. Ketiga, permasalahan lainnya sebesar Rp16,59 miliar.

Di ketahui juga, PT Jakpro di tunjuk oleh Pemprov DKI untuk pembangunan infrastruktur Formula E di Jakarta, dan telah melakukan renegosiasi dengan Pihak FEO. Namun, BPK DKI Jakarta menilai Jakpro belum optimal dalam melakukan renegosiasi dengan pihak FEO. Harapannya renegosiasi kerja sama dan status pendanaan yang telah disetorkan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, menyoroti kinerja PT Jakpro yang tidak optimal dalam renegosiasi dengan FEO terkait penarikan bank garansi.

“Dalam temuan BPK ada dana ratusan miliar di tiga BUMD Pemprov DKI Jakarta itu yang terbuang percuma, dan salah satunya PT Jakpro. Artinya, kinerja PT Jakpro patut di pertanyakan. Selain itu mereka juga tidak optimal dalam renegosiasi dengan FEO Formula E, padahal DKI Jakarta sudah menyetor uang Rp983,3 miliar ke FEO,” kata Kenneth di Jakarta, Senin (12/7).

Pria yang akrab disapa Kent itu pun kembali menegaskan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk membatalkan pagelaran Formula E di Jakarta dan segera mengembalikan dana tersebut untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19.

Rugikan Masyarakat, Hardiyanto Minta Batalkan Anies Formula E

“Kenapa tetap harus di paksakan untuk menyelenggarakan Formula E di tengah Pandemi Covid-19, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Sudah lah Pak Anies tak perlu mengatur siasat untuk tetap keukeuh menyelenggarakan pagelaran Formula E ini. Jadi pemimpin itu harus adaptif, harus bisa melihat perkembangan zaman. Pak Anies harus bisa mempertimbangkan untuk alasan kemanusiaan. Indonesia tidak ada urgensi untuk melaksanakan pagelaran ini, karena permasalahan pandemi Covid-19 yang semakin parah dan belum tahu kapan akan berakhir,” tutur Kent.

Menurutnya, DKI Jakarta masih belum mampu untuk menggelar pagelaran Formula E di tengah landemi Covid-19 dan anggaran yang masih defisit.

“Jangan sok-sok an, kita masih belum mampu. DKI Jakarta masih banyak kebutuhan yang mendesak, Masih banyak masyarakat DKI Jakarta yang kesusahan ekonomi karena akibat pandemi ini,” katanya.

Kent menegaskan Tidak ada baiknya Pemprov DKI ngotot untuk mengadakan acara seperti ini, sebab anggaran masih defisit. Lebih banyak mudaratnya di banding manfaatnya jika ngotot tetap di laksanakan.

Dalam menangani Covid-19 di Jakarta agar tak Rugikan Masyarakat. Kent berharap agar Gubernur bisa melakukan Refocusing Anggaran untuk menangani pandemi ini. Beberapa pos anggaran yang dapat di lakukan pemotongan antara lain, anggaran TGUPP, hibah, pembelian tanah dan juga Formula-E.

“Pak Anies harus melakukan recofusing anggaran di APBD-Perubahan 2021. Potong semua anggaran yang tidak penting dan batalkan Formula-E. Alihkan untuk penanganan Covid-19, karena keselamatan masyarakat DKI Jakarta lebih penting di banding pagelaran seperti ini. Pandemi yang tidak kunjung berakhir ini, dan tentunya akan ada konsekwensi tersendiri yaitu di butuhkan anggaran yang sangat besar. Terutama untuk bantuan sosial bagi masyarakat DKI Jakarta yang terdampak karena kebijakan PPKM Darurat ini. Belum lagi insentif untuk tenaga kesehatan serta obat obatan untuk masyarakat yang terdampak,” pungkas Kent.

 

trisila.com / Sumber : Gesuri